Luar Biasa, Dalam Sehari Pembuangan Limbah Empat Pabrik Di Cimahi Selatan Ditutup Satgas Citarum Sektor 21

oleh
Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dilokasi salasatu pabrik di Cimahi Selatan yang dilakukan penutupan pembuangan limbahnya.

CIMAHI,- Satgas Citarum Harum Sektor 21 kembali menutup pembuangan limbah empat pabrik yang berlokasi di Jl Joyodikromo dan Jl Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Pabrik tersebut adalah PT Mewah Niaga Jaya, PT Matahari Sentosa Jaya 1 dan 2, serta PT Ayoetex. Tidak tanggung-tanggung, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengerahkan satu unit truk molen ready mix untuk menutup lubang pembuangan limbah keempat pabrik tersebut dengan cara dicor, Selasa (5/6/2018).

Dansektor 21 Satgas Citarum Harum kerahkan satu unit truk molen untuk menutup saluran limbah pabrik di Cimahi Selatan.

Diketahui, bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya sudah mendapat teguran dari jajaran Sektor 21 agar membenahi kualitas limbahnya yang dibuang ke aliran sungai. Namun sampai dengan dilaksanakannya pengecoran, belum menunjukan hasil yang optimal. PT Mewah Niaga Jaya, PT Matahari Sentosa Jaya 1 dan 2, aliran limbahnya dibuang dalam satu saluran yang bermuara ke Sungai Cibabat.

Kegiatan penutupan lubang pembuangan limbah pabrik yang dilakukan pertama adalah di PT Mewah Niaga Jaya. Perusahaan ini sebelumnya pernah dilakukan penutupan aliran limbahnya pada tanggal 19 Mei 2018 lalu. Saat itu pemilik pabrik berkomitmen akan membenahi kualitas limbahnya dalam jangka waktu tiga hari. Namun kualitas limbahnya ketika akan dicor hari ini masih tampak berwarna. Anto, bagian personalia yang mendampingi jajaran Sektor 21 menyebutkan, sebenarnya kualitas limbahnya sudah lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu. “Kualitas limbah kami sebenarnya kini sudah jernih, namun saya juga tidak mengerti kenapa hari ini agak berwarna,” kata Anto.

Menanggapi hal tersebut, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat berkomentar, “Jika sudah merasa bersih limbahnya, saya tidak akan cor, asal sekarang ada yang berani menggunakan air limbah ini untuk membersihkan bagian badannya,” tantang Dansektor. Ironisnya, tantangan Kolonel Inf Yusep Sudrajat itu tidak sanggup dijawab oleh Anto dan operator limbah serta staf karyawannya yang ikut mendampingi dan memilih untuk menghindar. “Saya akan laporkan kepada pimpinan dulu,” pungkas Anto.

“Jika memang air limbahnya sudah bagus, mungkin akan lebih baik digunakan kembali (recycle) daripada di buang ke sungai,” tambah Yusep.

Setelah menutup aliran limbah PT Mewah Niaga Jaya, berlanjut ke PT Matahari Sentosa Jaya 1. Disini jajaran Sektor 21 menemukan dua titik lubang yang diduga untuk pembuangan limbah. Satu titik digunakan untuk pembuangan limbah sekaligus untuk aliran air hujan.

“Jika lubang ini ditutup, aliran dari air hujan akan dibuang kemana?” kata Agus, Manajer Produksi PT Matahari 1, seperti mengeluh dihadapan awak media.

Dikatakan oleh Agus, pihaknya saat ini sedang menambah fasilitas IPAL-nya. “Kami sedang membenahi fasilitas IPAL tambahan,” ungkap Agus. Namun saat awak media melakukan pengecekan, IPAL tambahan tersebut tampak sudah pernah digunakan dan di kuras yang juga diiyakan oleh sejumlah pekerja disitu.

Selesai mengecor lubang aliran limbah di PT Matahari Sentosa Jaya 1, Dansektor beserta jajaran bergeser ke PT Matahari Sentosa Jaya 2. Disini tampak mengejutkan, karena air limbah tampak melimpas dan menggenangi bagian belakang pabrik. Kondisi air limbahpun yang dibuang dari IPAL terlihat berwarna hitam dan berbusa.

Kikin, penanggung jawab limbah PT Matahari Sentosa Jaya 2, sempat berkilah bahwa itu bukan dari perusahaannya dan menuding berasal dari perusahaan yang lain.

“Mewah sudah ditutup, Matahari 1 sudah ditutup, punya bapak yang terlihat paling parah ini air limbahnya,” ujar Yusep kepada Kikin. “Waktu lalu bapak menyalahkan Mewah, sekarang bapak mau beralasan apa, siapa lagi yang mau disalahkan?” tanya Yusep yang membuat Kikin jadi terdiam dan tampak salah tingkah.

“Sekarang aliran limbah ini saya tutup, silahkan perbaiki IPAL-nya sampai bener,” kata Yusep.

Menanggapi ini, kepada wartawan, Kikin mengatakan bahwa pihaknya akan segera memperbaiki IPAL-nya. “Ya, kami sekarang upaya akan memperbaiki, termasuk juga perusahaan yang lain saya harap harus diperbaiki, sama-sama bekerjasama,” katanya.

Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat selain memimpin kegiatan, juga turut terjun langsung mengecor aliran limbah pabrik yang kerap mengotori aliran anak Sungai Citarum
Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat selain memimpin kegiatan, juga turut terjun langsung mengecor aliran limbah pabrik yang kerap mengotori aliran anak Sungai Citarum, Selasa (5/6/2018).

Terakhir, pabrik yang ditutup pembuangan limbahnya pada kegiatan saat ini adalah PT Ayoetex. Sekitar pukul 15.00 Wib.

Penutupan saluran limbah pabrik ini turut disaksikan oleh pihak Pemkot Cimahi yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Cimahi Totong Solehudin, Camat Cimahi Selatan Hestiantina, dan dihadiri oleh Danramil 0922 Mayor Caj (K) Rina Martiani serta elemen masyarakat dari LSM PMPRI.

Hestiantina, Camat Cimahi Selatan, yang ikut menyaksikan langsung kualitas limbah yang dikeluarkan oleh pihak pabrik, menyebutkan kepada awak media, “Kegiatan ini untuk mengingatkan kepada pengusaha-pengusaha khususnya yang ada di Cimahi Selatan agar selalu patuh dan taat terhadap aturan, baik itu aturan dari pemerintah kota maupun pemerintah pusat. Pada program ini mereka sudah diingatkan dan disosialisasi baik ditingkat kota ataupun kementerian, tetapi hari ini sepertinya tidak diindahkan. Saya sangat menyayangkan resiko yang mereka terima ini, tetapi mereka harus memahaminya,” kata Camat yang ikut bersusah payah menjangkau tempat pembuangan limbah pabrik pada kegiatan itu.

Ditambahkan oleh Hesti, “Program (Citarum Harum) ini sangat bagus untuk menciptakan Citarum yang bersih, karena dulunya juga tidak seperti ini, setelah ada industri-industri khususnya di Cimahi Selatan, sedangkan mereka kurang memahami untuk peduli kepada lingkungan. Jadi saya mendukung tindakan yang dilakukan oleh Dansektor Satgas Citarum Harum ini, supaya ada perbaikan kedepannya,” pungkas Hestiantina. [St]

Comments

comments