Pelatihan Jurnalistik Dan Diskusi Berita Bohong Di Mata Islam Sangat Penting Bagi Kalangan Santri Untuk Bentengi Diri

oleh
Diskusi Panel Berita Bohong Di Mata Islam yang digelar atas kerjasama Buana Indonesia Network bersama dengan Pesantren Dzikir Al Fath, Yayasan Wiranatakusumah, Polres Sukabumi, Himpunan Mahasiswa PERSIS Jawa Barat, Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi, DPD Persatuan Umat Islam ( PUI ) Kota Sukabumi

SUKABUMI,- Gelaran Diskusi Panel Berita Bohong Di Mata Islam yang digelar atas kerjasama Buana Indonesia Network bersama dengan Pesantren Dzikir Al Fath, Yayasan Wiranatakusumah, Polres Sukabumi, Himpunan Mahasiswa PERSIS Jawa Barat, Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi, DPD Persatuan Umat Islam ( PUI ) Kota Sukabumi, dirasa sangat penting dan berguna bagi kalangan santri secara khusus dan umat islam secara luas. Hal ini dikatakan Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana, saat menghadiri acara diskusi dalam rangka memperingati Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW 1439, di Kota Sukabumi, Sabtu (14/4/2018).

KH Fajar Laksana mengatakan, pentingnya kalangan santri mendapat pelatihan ini bagian dari upaya membentengi para santri dari berbagai berita bohong yang masif beredar akhir–akhir ini.

“Kalau sudah tau bagaimana membedakan mana berita bohong dan berita benar, Insya Allah tidak akan dijadikan alat oleh para produsen berita bohong. Terlebih ini menjelang Pilkada dan Pemilu. Santri siap menjadi benteng bagi kaum muda Islam dan pemuda Indonesia umumnya dari serangan berita bohong, “ kata KH Fajar Laksana.

Selain diisi dengan tausiyah dari KH Fajar Laksana, diskusi juga menghadirkan pembicara Dr KH A. Sugandan, M.Ag., sabagai ketua MUI Kecamatan Gunung Puyuh dan Ketua DPD PUI Kota Sukabumi KH Drs. Munandi Shaleh, M.Si.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Wiranatakusumah, Moelly Wiranatakusumah menyatakan, Yayasan Wiranatakusumah menaruh perhatian khusus untuk isu penting ini. “Berita bohong atau kita kenal dengan Hoax itu seperti narkoba, merusak mental generasi penerus dan menggerogoti mental – mental generasi kita. Mereka yang memproduksi berita bohong juga layaknya monster yang sangat menakutkan bagi bangsa ini. Tidak terhitung konflik horizontal yang terjadi di bangsa ini yang awalnya disulut oleh berita bohong yang sengaja disebar melalui sosial media,“ kata Moelly.

Tak berbeda dengan Moelly, Ketua PW Hima PERSIS Jawa Barat, Alam Permana menengarai, berbagai motif muncul melatarbelakangi beredarnya berita hoax. “Ada yang iseng, ada yang bermotif ekonomi, hingga mengejar popularitas. Melihat pola penyebarannya, kalangan muda kerap kali  dijadikan sasaran bagi penyebaran berita bohong ini. Mereka yang belum dapat mencernanya akan sangat mudah ditunggangi. Dari kacamata pengamatan kami selama ini, gambar meme dan teks mendominasi konten hoax dikalangan muda. Memang, konten bergambar lebih mudah menarik perhatian para pengguna sosial media. Ini juga indikasi bahwa penyebar sengaja memproduksi hoax,“ ujar Alam menerangkan.

Ditanyai dilokasi gelaran, Komisaris Buana Indonesia, Muhammad Irfan memaparkan, Buana Indonesia Network menjadikan 5 kota dan kabupaten menjadi starting point gelaran ini, dan nantinya Buana Indonesia Network akan menggelar sesi lanjutan di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat.

“Sebagai kapasitasnya, Buana Indonesia Network adalah sebuah media consulting akan tetap konsen di isu – isu media. Media dalam pengertian luas, bukan hanya dunia jurnalistik tetapi juga konten di media baru. Kami akan terus berupaya meng-influence para pengguna sosial media dan publik pemirsa media massa untuk tidak mudah dijadikan komoditas bagi penyebar berita bohong. Publik harus terus di edukasi soal media massa dan sosial media, hingga publik dapat menyaring semua berita dan informasi yang beredar. Kami harapkan kedepan, seluruh kalangan, tidak hanya generasi muda Islam dapat menjadi social media user yang cerdas dan tidak mudah dijadikan sasaran berita bohong,“ harap Irfan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prolog Session Pelatihan Jurnalistik dan Sosial Media Cyber Hijrah menyasar  pesantren, komunitas dan kalangan muda Islam di 5 kota Kabupaten di Jawa Barat. Kota Sukabumi dipilih menjadi kota pertama dari rangkaian roadshow ini. Setiap Session Prolog ini akan ditutup dengan Tabligh dan diskusi panel.

Setelah Kota Sukabumi, Sesi ini akan menuju Cianjur, Garut, Taiskmalaya dan Pangandaran. Sesi prolog ini juga merupakan awal dari rangkaian pelatihan ini. Terakhir, masih digelar di 5 kota dan kabupaten, cikal bakal komunitas Cyber Hijrah ini akan ditutup dengan Sesi Cyber Hijrah Ramadhan Roadshow. [*]

Comments

comments