Pekerja Sosial Masyarakat Tangani Orang Telantar Dan Dampingi UMKM

oleh -

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menggelar bimbingan teknis kewirausahaan bagi PSM (Pekerja Sosial Masyarakat). Kegiatan ini didorong karena banyaknya PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang mesti dijangkau PSM pada kegiatan Dinas Sosial yang ada di Jawa Tengah. PMKS ini diantaranya adalah lansia telantar, orang sakit, orang yang mengalami gangguan kejiwaan, dan sebagainya. Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Drs Nur Hadi Amiyanto saat diwawancarai seusai pembukaan, Senin (09/04/2018), di Hotel Pandanaran, Jalan Panadaran Nomor 58, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Drs Nur Hadi Amiyanto
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Drs Nur Hadi Amiyanto saat memberikan sambutan di gelaran bimtek kewirausahaan PSM, (9/4/2018).

Selain menangani hal tersebut, ia menyatakan, “Mereka (PSM) juga mendampingi orang-orang yang dibina oleh dinas sosial atau dinas yang lain untuk melakukan kegiatan wirausaha, UMKM, dan lain sebagainya” Kata Nur Hadi. “Nah, pelatihan ini akan sangat membantu bagi mereka,” imbuhnya.

Dikatakan, lebih lanjut dengan melihat langsung UMKM binaan Telkom, binaan Udinus, dan pelatihan kewirausahaan diharapkan akan membantu para pekerja sosial dalam menjalankan tugas pendampingannya tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menerangkan tentang persoalan sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Diungkapkan, adanya program 2019 Indonesia Bebas Pasung yang dicetuskan Kementerian Sosial perlu penanganan tersendiri, di mana layanan yang diberikan terbagi atas layanan di dalam panti dan di luar panti.

Diungkapkan oleh Nur Hadi, terdapat 54 Panti Rehabilitasi milik pemerintah dan 920 panti swasta. Dalam penanganannya, terdapat PMKS yang membutuhkan panti dan ada yang tidak membutuhkan panti atau yang diistilahkan dengan Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat. Hal ini dapat diketahui setelah PSM saat melakukan pendataan dan komunikasi dengan warga. Bila mana masih memiliki keluarga dan warga dapat menerima, maka proses rehabilitasi dapat dilakukan oleh masyarakat dengan difasilitasi pemerintah kota atau kabupaten.

Sementara, Kabid Pemberdayaan Sosial Wadyo Basuki, dalam laporannya menjelaskan bahwa maksud kegiatan pelatihan kewirausahaan tersebut untuk memberikan motivasi PSM guna mendukung peran dan fungsinya sebagai relawan sosial. Selain itu, peran penting PSM dalam meningkatkan kreatifitas, jejaring kemitraan dalam mengatasi PMKS.

Selama 3 hari, 100 orang peserta dari 35 Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah akan belajar strategi pemasaran bagi UMKM. (sorotindonesia.com/arh)

Comments

comments