Pedri Kasman (Pemuda Muhammadiyah) Kecewa Sidang Perdana Ahok

oleh
Pedri Kasman (Pemuda Muhammadiyah) Kecewa Sidang Perdana Ahok
Pedri Kasman (Pemuda Muhammadiyah) Kecewa Sidang Perdana Ahok

Wawancara eksklusif  SII dengan Pedri Kasman:

“Kami tidak mengerti bagaimana manajemen sidang kasus Ahok, kami menyayangkan kami sebagai pelapor tidak dapat memasuki ruangan sidang”

 

Jakarta–  Pedri Kasman seorang pelapor yang pernah menjadi saksi dari pelapor saat “Gelar Perkara Ahok” dilakukan di Bareskrim Polri merasa kecewa, karena dirinya  dihalang-halangi oleh aparat kepolisian yang berjaga-jaga di gerbang pagar PN. “Yang namanya pelapor dan terlapor itu kan semestinya dihadapkan di ruang sidang yang sama, kami tadi tidak bisa masuk, pelapor lain seperti Ibu Irene Handono juga tidak dapat masuk, kami tidak mengerti bagaimana manajemen persidangan seperti ini ya,” Ungkapnya.

“Kami harapkan PN Jakarta Utara dalam persidangan-persidangan selanjutnya, supaya pelapor ini diundang secara resmi, ” Kami tidak mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Polri sebagai penyidik,” Jelasnya.

Pedri Kasman,  juga menerangkan bahwa sebagaimana yang tercantum dalam perundang-undangan, berkas perkara ketika diserahkan kepada pihak kejaksaan, semestinya pihak pelapor juga diberikan tembusan. “Sampai hari ini pelapor tidak tahu apa isi atau “content” dari dakwaan itu,siapa saja yang diperiksa, kitapun tidak tahu,” Terangnya.

“Padahal kita ini pelapor, jumlahnya 16 orang, tidak tanggung-tanggung ya,” sergahnya.

Pedri menambahkan dirinya berharap pada kesempatan sidang berikutnya, pihak pelapor agar diundang secara resmi. “Dokumen-dokumen hasil penyidikan seharusnya disampaikan kepada pelapor, sehingga pelapor mengetahui, ” Imbuhnya.

Selengkapnya dapat dilihat di link berikut ini (wawancara TV SII dengan Pedri Kasman ) :

 

 

 

Sidang Perdana Ahok Diwarnai Demo Dua Kubu

Sidang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur non aktif BTP alias Ahok telah usai digelar pada hari Selasa, 13/12/2016 bertempat di PN Jakarta Pusat, Jl. Gajah Mada. Sidang yang terbuka dan terbatas itu dijaga ketat oleh aparat keamanan. Pantauan SII  di lapangan awak media banyak yang melakuakan peliputan di luar pagar, karena tidak bisa dipungkiri ruangan sidang yang menggunakan gedung bekas Pengadilan Negeri/PN Jakarta Pusat itu relatif sempit, karena hanya bisa menampung tidak lebih dari 84 orang. Sidang yang diwarnai oleh oleh unjuk rasa dari ratusan umat islam yang tergabung dalam PARMUSI (Persaudaraan Umat Islam) yang menyerukan agar Ahok segera ditangkap, dan unjuk rasa dari kubu Ahok yang menyerukan agar Ahok dibebaskan itu, sempat membuat ketegangan antar kedua belah pihak. Namun massa dari kubu Ahok karena jumlahnya lebih sedikit perlahan membubarkan diri.

 

Sidang Ahok Perhatian Media Luar Negeri

Sejumlah media seperti BBC News dan SBS  menyebutkan persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu diwarnai suasana emosional.”Sambil mengusap air mata, Ahok sangat emosional saat menjelaskan bagaimana rasanya dituduh menista agama,” tulis SBS, media Australia.

South China Morning Post juga menyorot bagaimana Ahok berulang kali mengusap air mata menggunakan sebuah tisu.”Saya tahu saya harus menghormati ayat-ayat Alquran. Saya tidak paham bagaimana saya sampai bisa dibilang menista Islam,” kata Ahok, menurut kutipan South China Morning Post.

Diberitakan sebelumnya, Ahok tak kuasa menahan kesedihan kala menceritakan bagaimana dirinya dibesarkan di tengah keluarga angkat muslim.Menurut Ahok, jika dirinya dituduh menista agama, maka itu sama saja dituduh tidak menghargai orangtua dan saudara-saudara angkat muslimnya.

Ahok mengatakan ucapan kutipan Surat Al Maidah itu terlontar karena dirinya kerap mendapat ‘serangan’ dari oknum politikus yang menggunakan ayat tersebut karena tidak ingin bersaing secara sehat dalam pilkada.

 

Penilaian Pelapor Dari FUI

 

Pendapat lainnya disampaikan oleh KH. Muhammad Al Khattab dari FUI (Forum Umat Islam), mengatakan bahwa dirinya merasa aneh dengan jalannya sidang. “Ahok menangis, dan mengatakan tidak ada maksud melakukan penistaan agama”, Jelas Al Khattab saat berorasi di mobil komando usai sidang berlangsung.

Iapun menjelaskan bagaimana suasana sidang yang histeris serta pihak tim kuasa hukum  Ahok menilai bahwa hakim terkesan terpengaruh oleh demonstran di luar sidang sehingga ada penekanan dari demonstran. “Anehnya Tim Kuasa hukum Ahok akan membawa kasus ini ke pelanggaran HAM”, Jelasnya.

Khattab juga menghimbau pihak pengadilan agar tetap menegakkan keadilan yang seadil-adilnya. “Kami meminta pihak penegak hukum dan pengadilan agar tetap adil, dan Ahok dapat dihukum” Imbuhnya.

 

Sidang akan dilanjutkan tanggal 20 Desember 2016.

 

(Bhq)

 

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.