Paul Smith Hadiri Penutupan Kegiatan Premier Skills di Bandung

oleh

BANDUNG – Organisasi internasional asal Inggris untuk hubungan budaya dan kesempatan pendidikan, British Council, dan Premier League kembali menggelar inisiatif Program Pendidikan Pelatih Premier Skills yang digelar di Bandung dari tanggal 13-18 November 2017, dengan melibatkan 26 pelatih komunitas sepakbola akar rumput dari seluruh Indonesia.

Program ini melanjutkan kesuksesan pelatihan tahap pertama pada bulan Maret lalu, dalam pelatihan bagi pelatih sepakbola akar rumput tahap kedua ini dikepalai oleh Pelatih Kepala Premier Skills, Jeremy Weeks.

Pada kesempatan tersebut, Jeremy Weeks hadir didampingi oleh pelatih senior asal Portsmouth, Adam Lea ( Kepala Komersil, Pemasaran dan Operasional dari Pompey in the Community, dari Klub Sepakbola Portsmouth) serta pelatih komunitas dari Stoke City FC, Jack Day. Selama 6 hari kegiatan kursus itu di Football Plus Arena, Jl. Sersan Bajuri Km 4,5 Kompleks Graha Puspa, Bandung. Para pelatih komunitas terpilih menerima materi yang diadakan dalam kelas dan praktik di lapangan secara intensif, guna mendukung pengembangan proyek sepakbola komunitas yang mereka bina selama ini.

Beberapa pelatih yang menjadi peserta diantaranya perempuan, dan seluruh peserta berasal dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda mulai dari Sumatra hingga Papua.

Seorang peserta program pelatihan, Deliana Iman Dwi Gita, mengatakan; “Hal yang paling menarik dalam program kursus kali ini adalah saya belajar bagaimana menjalani gaya hidup sehat dan pentingnya pemberdayaan komunitas. Tentunya selain ilmu untuk melatih komunitas dengan pendekatan sepak bola akar rumput. Program Premier Skills juga mengajarkan kepada saya untuk menjalankan kegiatan pelatihan inklusif yang tidak memandang gender, usia, serta faktor disabilitas,” terangnya.

Sedangkan program Pelatihan (Premier Skills) ini dapat terselenggara di Bandung, Jawa Barat, adalah berkat kerja sama British Council, Premier League, dan Pemerintah Kota Bandung. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, melalui Deputi Ill Bidang Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga dan Persatuan Sepak bola Seluruh lndonesia (PSSI).

Program Premier Skills ini sendiri telah bergulir sejak tahun 2007, dan telah menjangkau lebih dari 17 ribu pelatih dan wasit di 29 negara, dan sedikitnya 1,5 juta pemudi pemuda di seluruh dunia telah merasakan manfaatnya.

Selain program pelatihan, sejumlah materi belajar Bahasa Inggris gratis untuk siswa dan guru juga tersaji melalui website yang menampilkan program belajar menarik dengan memanfaatkan materi dari Premier League.

Program di Indonesia berfokus kepada Pelatihan untuk Pelatih Komunitas dan Pelatihan Wasit. Program pembinaan bagi pelatih komunitas tahap pertamanya digelar pada Maret 2017 lalu dengan melibatkan 53 pelatih komunitas serta beberapa komunitas terkait. Diterangkan oleh Direktur British Council, Paul Smith, “Premier Skills memanfaatkan sepakbola sebagai sarana yang inspiratif untuk mengembangkan pembinaan komunitas serta kepemimpinan. Para pelatih komunitas, wasit, dan pemimpin masa depan yang kami latih akan mengembangkan pemahaman mereka bahwa sepakbola dapat memainkan peranan sebagai sarana untuk mengatasi berbagai masalah sosial ketika mereka kembali ke komunitasnya masing-masing,” ujarnya. [Rls/St]

Paul Smith, Direktur British Council saat sesi wawancara dengan wartawan disela penutupan program pelatihan Premier Skills di Football Plus Jl Sersan Badjuri, Bandung, (18/11/2017)
Paul Smith, Direktur British Council saat sesi wawancara dengan wartawan disela kegiatan penutupan program pelatihan Premier Skills ( Coach Educator ) 2017 di Football Plus Jl Sersan Badjuri, Bandung, (18/11/2017). Dok. Foto : Fajar Hidayat [www.bandungside.com]

Comments

comments