Pasien Korban Gempa Rata-rata Alami Gangguan Pencernaan Dan Psikologis

oleh -
Pasien Korban Gempa Rata-rata Mengalami Gangguan Pencernaan Dan Psikologis

SOROTINDONESIA.COM || Lombok Barat, – Dokter Firman Firdaus dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama’ (LKNU) Kota Semarang mengungkapkan, pada umumnya pasien yang memeriksakan diri mengalami darah tinggi, gangguan pencernaan, dan gangguan psikologis.

Hal ini dikatakannya seusai mengadakan pengobatan gratis di Desa Lendang Re, Lembahsari, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Kamis (06/09/2018).

“Rata-rata yang saya tangani adalah pasien dengan tensi darah yang cukup tinggi, mengalami gangguan pencernaan, dan gangguan psikologis,” Kata dr Firman.

Kegiatan pengobatan tersebut merupakan prakarsa Lazisnu Kota Semarang dalam mendukung program NU Care – Lazisnu Jateng peduli Lombok yang dilaksanakan di beberapa titik sebagaimana hasil koordinasi dengan LPBI NU setempat, “Kemarin, Lazisnu mengadakan pengobatan di Desa Batu Rimba, Lingsar Lombok Barat,” ungkapnya lagi.

Hj Ainun misalkan, ibu 60 tahun ini mengeluhkan pusing dan gatal. Dari pemeriksaan yang dilakukan tensinya 160/80 dari pemeriksaan beberapa hari lalu tensinya 220/100. Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dr Firman, hal ini tidak lepas dari kemungkinan adanya gangguan psikologis sehingga tidak dapat tidur nyenyak sebagaimana kondisi umumnya masyarakat hingga saat ini masih merasa was-was dan ketika menjelang malam lebih memilih di tenda daripada di dalam rumahnya yang retak.

Prioritas Fasilitas Umum

HM Mahsun, ketua Lazisnu Jawa Tengah menyatakan bahwa prioritas kegiatan NU Jateng di masa pasca tanggap darurat bencana di Lombok dalam programnya adalah perbaikan fasilitas umum, yakni mendirikan masjid darurat, madrasah darurat, membantu menghancurkan sisa bangunan, dan trauma healing bagi anak sebagaimana diungkapkan oleh Miftahurrohman, Banser koordinator lapangan di Lendang Re yang telah berkoordinasi dengan Ustadz Safar, LPBI NU NTB dan beberapa tokoh agama setempat.

Sementara, Ketua Lazisnu Kota Semarang, Pargono mengungkapkan siap dalam mensupport program pesantren yang ada di Lombok, Lazisnu Kota mengirimkan ustadz untuk membantu mengajar di pesantren. Saat ini, baru ada 2 ustadz yang mengajar salah satu pesantren yang ada di Lombok Utara, “Untuk periode satu sudah ada di lokasi bencana lewat jalur darat karena membawa serta barang-barang yang telah dibelanjakan oleh Lazisnu Jateng, 2 orang Ustadz kami susulkan dengan pesawat,” ujar Pargono. (arh)

 

Comments

comments