Dansektor Satgas Citarum Hadiri FGD KKN Tematik Citarum Pentahelix Di UPI

oleh
Dansektor Satgas Citarum Hadiri FGD KKN Tematik Citarum Pentahelix Di UPI
[Foto: Dok. Istimewa]

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Pembelajaran Kolaboratif Melalui KKN Tematik Citarum Pentahelix Tahun 2018 yang dilaksanakan di Gedung LPM UPI, Jl. Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (21/11/2018).

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Paristiyanti Nurwardani, Rektor UPI, Ketua LPPM UPI, Sekertaris LPPM UPI, perwakilan dari UNPAD, UNPAR, UNISBA, Telkom University, UIN, Politeknik Cimahi, serta jajaran Komandan Sektor Satgas Citarum, dari Sektor 4, 5, 6, 7, 8, 21, dan 22.

Dalam acara diskusi tersebut disampaikan hal-hal penting tentang program KKN yang akan dilaksanakan, pembagian mahasiswa KKN di setiap Sektor, pembentukan desa percontohan, penghijauan dan penyediaan bibit, pengolahan sampah, edukasi kepada masyarakat di bantaran, juga saran dan masukan dari para Dansektor.

Pada kesempatan tersebut para Dansektor memaparkan terkait dengan kondisi karakteristik dan demografi yang ada di masing-masing sektor.

Seperti yang disampaikan oleh Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Cakupan wilayah tugas Sektor 21 cukup luas, menangani anak dan cucu Sungai Citarum dari mulai Kabupaten Sumedang, sebagian Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi. Jadi, berbeda dengan sektor 1 hingga 20 yang menangani jalur utama Sungai Citarum,” ujarnya.

Ditambahkannya, “Untuk percepatan penyelesaian persoalan Citarum ini, Sektor saya pernah menerima mahasiswa KKN Tematik walau jumlahnya tidak banyak, ada 80 mahasiswa dari UIN dan 40 mahasiswa dari Universitas Langlangbuana. Dua hari lalu kami menerima mahasiswa KKN dari Politeknik TEDC,” tambah Dansektor 21.

Persoalan di Sektor 21 cukup kompleks, ungkap Dansektor, diantaranya berdasarkan data, ada sekitar 14 ribu rumah warga masyarakat yang tidak memiliki septictank. “Itu baru data di Kabupaten Bandung, belum di Kota Cimahi dan di Kabupaten Sumedang,” jelasnya. “Itu semua ‘meriamnya’ langsung ke sungai, dan sampai sekarang belum ada pihak pemerintah yang berkoordinasi dengan satgas untuk menangani persoalan itu,” terangnya. Dansektor pun melanjutkan penjelasannya tentang progress pembuatan bak sampah di lingkungan warga serta program penanaman pohon.

“Mudah-mudahan mahasiswa yang melaksanakan KKN di wilayah tugas saya mendapatkan pembekalan yang cukup, banyak hal yang bisa dilakukan disitu,” pungkas Kolonel Yusep.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, meluncurkan dan mencanangkan pertama kali program KKN Tematik Citarum Harum bertajuk Sumbangsih Pendidikan Tinggi Untuk Wujudkan Citarum Harum tepat pada momentum Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur, Kota Bandung, tanggal 3 Mei 2018 lalu yang dirangkaikan dengan seminar, pameran foto, dan poster riset bertemakan Pentahelix Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum 2018 : Upaya Pengendalian dan Pencegahan Pencemaran Serta Kerusakan DAS Citarum.

Kontribusi perguruan tinggi tidak hanya yang bersifat praktis, tapi juga konseptual. Bersifat jangka panjang, juga harus ada quickwins. Peran perguruan tinggi bukan hanya membangun kesadaran lingkungan, tetapi bagaimana membangun masyarakat berkelanjutan. [St]

Comments

comments