Panglima TNI : Ancaman Bangsa Semakin Nyata

panglima tni ancaman bangsa nyata
panglima tni ancaman bangsa nyata

Membeli dan menguasai media massa untuk melakukan pembentukan opini,mengadu domba antara TNI-Polri melalui berbagai cara, memecah belah parpol; dan menghancurkan generasi muda Indonesia melalui budaya negatif, konsumtif, Narkoba, judi online dan sex bebas, diantaranya merupakan  ancaman bangsa saat ini ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Jakarta—Menurut siaran pers Puspen TNI yang dirilis tertanggal 27 Juni 2016 dengan  Nomor : SP-361/VI/2016/Pen  yang diotentikasi Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. bahwa ancaman bangsa Indonesia saat ini semakin nyata antara lain : membeli dan menguasai media massa untuk melakukan pembentukan opini; menciptakan rekayasa sosial serta kegaduhan masyarakat; mengadu domba antara TNI-Polri melalui berbagai cara sehingga terjadi kekacauan serta mengganggu stabilitas nasional; menciptakan benturan antar lembaga penegak hukum serta menimbulkan konflik atau memecah belah parpol; dan menghancurkan generasi muda Indonesia melalui budaya negatif, konsumtif, Narkoba, judi online dan sex bebas.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI  dalam ceramahnya di depan 99 peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV Tahun 2016 di Aula “NKRI” Kantor Lemhannas RI, Jl. Medan Merdeka Selatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016). Dalam ceramahnya Panglima TNI menyampaikan tentang memahami ancaman bangsa. “Dalam memahami ancaman bangsa apabila kita mau melangkah, membuat rencana kontigensi harus mengetahui ancamannya,” ujarnya.

Baca:   Jogja International Air Show 2017

Modal Atasai Ancaman

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwasanya kita punya modal untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut di atas yaitu Geografi dan Demografi. Georafi kita punya daratan, dan lautan yaitu menjadikan negara Indonesia negara agraris dan negara maritim yang melibatkan rakyat. Demografi Indonesia punya kearifan lokal dan Pancasila dengan revolusi mental.

Ketahuilah apabila Pancasila dari sila pertama, kedua, ketiga dan kempat tidak dilakukan dengan konsisten, maka jangan harap tujuan nasional yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa tercapai.“Peran Lemhannas benar-benar sangat signifikan dalam revolusi mental, karena apabila anda meniti karir minimal lima tahun kedepan, anda akan menjadi pemimpin di pemerintahan atau DPR,” harap Panglima TNI.

Diakhir ceramahnya Panglima TNI menyampaikan tentang solusi hal tersebut yaitu, para elit bangsa ini harus bersatu bersama pemerintah dan jangan hanya berwacana saja, apalagi saling menyerang dan bahkan menjelekkan pemerintah. “Seharusnya yang diutamakan adalah berkarya, maka kebijakan TNI adalah bersama rakyat, TNI kuat, hebat, professional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.  (bhq).

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.