Panglima Kodam III/Siliwangi Kunjungan Silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Falah

Pondok Pesantren Al-Falah

Cicalengka, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra bersama rombongan dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung serta Ketua MUI Kab Bandung berkunjung ke Pondok Pesantren Al- Falah di Cicalengka, Rabu (11/1).

Kunjungan tersebut menurut Pangdam bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi dalam ajaran Islam merupakan keharusan sosial yang akan mampu menjadi jalan sekaligus perekat bagi terbentuknya Ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaraan umat Islam dan Ukhuwah Wathoniyah yaitu persaudaraan bangsa serta Ukhuwah Insaniyah yaitu persaudaraan umat manusia, ungkapnya.

Pangdam menjelaskan, “silaturahmi ini merupakan upaya menanamkan rasa kebersamaan antara umaro dan ulama, sekaligus sebagai forum tukar informasi dan menyamakan persepsi dalam pola pikir, cara pandang dan cara bertindak dalam mengatasi masalah keumatan, kebangsaan dan kenegaraan yang menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa”.

Pondok Pesantren Al-Falah

Forum seperti ini menurutnya penting dilakukan karena melalui pertemuan ini secara bersama kita bisa saling mengetahui posisi, fungsi dan peran masing-masing khususnya antara ulama dan umaro bersama komponen bangsa Indonesia.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Drs. KH. Q. Ahmad Syahid, M. Sc pada kesempatan itu menyampaikan bahwa tujuan dari silaturahmi itu untuk memenuhi sabda Nabi yaitu baik bersama-sama dalam mentaati perintah Allah.

Baca:   Pangdam III/Siliwangi: Jalin Komunikasi Dialogis Antara Pimpinan Dengan Bawahan

Melalui silaturahmi ini pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah mengharapkan agar TNI dapat mengawal program pendidikan dan kebudayaan bagi anak bangsa agar tidak terkontaminasi dengan berbagai ajaran dan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Akhir dari silaturahmi ini Pangdam juga berharap agar warga Pondok Pesantren Al-Falah dapat memberikan pemahaman secara utuh kepada masyarakat sekitar.

Kemudian TNI menjadi alat untuk pemersatu baik antara anak bangsa, antara umat Islam dengan ulama, antara umat Islam dengan seluruh elemen bangsa Indonesia sehingga tidak terpecah belah karena faham-faham memecah bangsa, tambahnya.

“Seluruh masyarakat selama ini memiliki cita-cita menuju masyarakat yang madani, bukan hanya tugas umaro, instansi kelembagaan saja melainkan menjadi tugas dan tanggung jawab Ulama dan seluruh masyarakat, Pondok Pesantren serta lembaga pendidikan dalam melahirkan insan-insan berakhlaqul Karimah juga memiliki semangat pembaharuan untuk memajukan Bangsa dan Negara dimasa depan”, pungkas Pangdam. (stanley)

Comments

comments



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.