Pangdam Siliwangi Soroti Persoalan Sampah

oleh -
Pangdam Siliwangi Soroti Persoalan Sampah

Pangdam III/Siliwangi : Masalah Yang Belum Terselesaikan Hingga Sekarang Adalah Sampah

BANDUNG,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono gelar kegiatan silaturahmi dan coffee morning di Ruang Silihwangi Makodam III Siliwangi, Jl. Aceh, Kota Bandung, yang turut dihadiri oleh pejabat utama Kodam III Siliwangi, para Dansektor Satgas Citarum, BBWS, insan media, serta penggiat dan pemerhati lingkungan Peduli Citarum, Kamis (4/7/2019).

Kegiatan silaturahmi ini sekaligus untuk menyamakan visi dan misi untuk penanganan Sungai Citarum pada Program Citarum Harum.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono pada kegiatan tersebut mengatakan, “Kita melaksanakan kegiatan ini bersama-sama mempunyai satu misi untuk memajukan Jawa Barat. Jadi, kemarin saya mengumpulkan semua kiyai-kiyai di Tasikmalaya dengan tujuannya bahwa pemilihan presiden dan pemilihan legislatif sudah selesai. Masyarakat Jawa Barat ini begitu kita ajak untuk membangun daerahnya semuanya setuju,” jelasnya.

Kenapa kemarin kita jarang berkumpul? kata Pangdam, “Karena kita Militer bersikap netral, jangankan kumpul-kumpul, untuk foto saja tidak berani karena begitu difoto kemudian di upload ke medsos bisa jadi masalah,” jawab Pangdam.

Citarum ini kalau saya pelajari dari awal, sambung Pangdam, berawal dari penggiat lingkungan, kenapa sungai ini begitu kotor. Kemudian disusunlah suatu rencana dengan Pentahelix semua komponen masyarakat diikutsertakan untuk mendesain bagaimana Citarum kedepan.

Pangdam melanjutkan, “Jadikanlah sungai ini menjadi beranda depan rumah kita, artinya, ketika kita bangun tidur lihat sungai dengan kondisi bersih. Rumah-rumah yang kemarin kita bongkar dijadikan ruang hijau, dan saya mendapat laporan setiap hari sabtu dan minggu taman digunakan oleh ibu-ibu untuk senam disitu, masyarakat aktif disitu dan ternyata sangat indah,” ujar Pangdam yang juga menjabat Wadan Satgas Citarum bidang penataan dan pengendalian ekosistem.

“Masalah hingga sekarang yang belum terselesaikan itu adalah sampah, saya selalu bilang sama para Dansektor bahwa ini memang dilema, satu sisi kalau sampah ini tidak dimasukkan kedalam incinerator tentu akan ngumpul, begitu dibakar pasti ada asap dan karbonnya, tetapi apa boleh buat dari pada sampah menumpuk. Apalagi sampah yang ada itu mencapai 340 ribu ton perhari, masyarakat tidak punya pilihan dengan membuang sampah ke sungai, tapi sekarang sudah tidak lagi,“ terang Pangdam.

“Untuk penanganan sampah, yang pertama kita harus berusaha merubah mindset masyarakat bahwa sungai itu adalah serambi depan rumah kita dan sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi orang banyak. Dan merubah mindset itu tidak mudah, maka kita libatkan para akademisi, para media untuk menyampaikan pesan sehingga masyarakat sadar tetapi juga tidak kalah pentingnya harus menyiapkan solusi tempat pembuangan sampah,“ harap Pangdam.(*)

Comments

comments