Pangdam III/Siliwangi Sematkan Sabuk Juara Baru WBC Asia Silver Super Welterweight Stevie Ongen Ferdinandus

oleh -
Pangdam III/Siliwangi Sematkan Sabuk Juara Baru WBC Asia Silver Super Welterweight Stevie Ongen Ferdinandus

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono menyematkan sabuk juara baru WBC Asia Silver Super Welterweight kepada petinju Indonesia, Stevie Ongen Ferdinandus, setelah mengandaskan perlawananan petinju Uthit Punsen asal Thailand yang hanya mampu bertarung hingga ronde ke 5 dari 10 ronde yang direncanakan pada partai utama Kejuaran Tinju Internasional WBC tiga Negara (Indonesia, Thailand, Tajikistan) yang diselenggarakan Rindam III/Siliwangi bekerjasama dengan HWK Boxing Promotion di Aula Satata Sariksa, Jl. Manado No.4, Kota Bandung, Kamis (24/1/2019) malam.

Stevie yang berperawakan lebih tinggi dari Uthit Punsen, sejak bel ronde pertama dibunyikan mampu bermain taktis dan mendikte pergerakan dan arah pukulan lawannya sambil memasukan jab-jab tajam ke arah wajah dan badan Uthit. Hingga Uthit Punsen akhirnya tidak sanggup berdiri untuk melanjutkan perjuangannya ke ronde 6, dan dinyatakan kalah TKO oleh wasit.

Stevie Ongen Ferdinandus berhasilkan kandaskan perlawanan petinju Thailand, Uthit Punsen, di pertarungan perebutan gelar juara WBC Asia Silver Super Welterweight di Aula Satata Sariksa, Kota Bandung, Kamis (24/1/2019).
Petinju nasional Stevie Ongen Ferdinandus berhasil kandaskan perlawanan petinju Thailand, Uthit Punsen, di pertarungan perebutan gelar juara WBC Asia Silver Super Welterweight di Aula Satata Sariksa, Kota Bandung, Kamis (24/1/2019).

Selain menyematkan sabuk juara kepada Stevie Ongen Ferdinandus, diatas ring sebelum partai utama tersebut dilaksanakan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono juga mendapatkan apresiasi piala berbentuk sarung tinju yang diserahkan oleh petinju profesional legendaris nasional, Ellyas Pical dan Nico Thomas, atas perhatian Pangdam dan jajaran Kodam III/Siliwangi terhadap dunia olahraga tinju tanah air. Penyerahan apresiasi ini turut disaksikan diantaranya oleh Presiden WBC Asia, KTI.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mendapatkan penghargaan yang diserahkan oleh petinju legendaris nasional Ellyas Pical dan Nico Thomas atas perhatian dan partisipasi Pangdam dan jajaran terhadap dunia tinju tanah air, Kamis (24/1/2019).
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mendapatkan penghargaan yang diserahkan oleh petinju legendaris nasional Ellyas Pical dan Nico Thomas atas perhatian dan partisipasi Pangdam dan jajaran terhadap dunia tinju tanah air, Kamis (24/1/2019).

Tampak ikut hadir menyaksikan kejuaraan tersebut, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto, para Asisten dan Kabalakdam III/Siliwangi.

Partai menarik lainnya adalah saat mempertemukan petinju Zun Rindam (Kodam Siliwangi Boxing Camp-Bandung) melawan Ahmad Lahizab (Harimau Kuranji Boxing Camp-Bogor) dikelas featherweight 12 Ronde memperebutkan Sabuk Kapolda Jabar.

Bertarung jual beli pukulan, akhirnya Ahmad Lahizab yang sebetulnya sudah tampil trengginas untuk menjawab sesumbarnya mengalahkan Zun saat penimbangan badan, akhirnya terhenti di ronde pertengahan setelah menerima pukulan dari Zun Rindam hingga tergeletak diatas ring dan dinyatakan kalah TKO. Zun Rindam yang mendapat banyak dukungan dari penonton, berhak menyandang Sabuk Juara Kapolda Jabar.

Sedangkan partai internasional yang tidak kalah menarik, adalah partai kelas Welter Junior 8 Ronde yang mempertemukan Hambali Derekh (Indonesia) melawan Shafkat “Bonebreaker” Khodzhakulov (Tajikistan), memperebutkan Sabuk Gubernur Jawa Barat.

Partai tersebut dimenangkan dengan angka mutlak oleh Hambali Derekh yang lebih banyak menghujamkan pukulannya ke bagian badan Shafkat yang pada pertandingan malam itu lebih banyak menghindar dan meluncurkan pukulan satu dua yang kerap tidak tepat sasaran.

Danrindam III/Siliwangi Kolonel Inf Indarto Kusnohadi disela kegiatan kejuaraan menjelaskan, “Tujuan kejuaraan tinju ini dilaksanakan, kita ingin ikut berkiprah lagi dalam ajang tinju baik nasional maupun internasional. Karena kita lihat saat ini, selama empat tahun terakhir tinju sedikit meredup,” kata Indarto.

Indikasi tersebut menurut Indarto, karena tidak ada lagi juara dunia, “Mungkin karena perkembangan olahraga¬†fighting¬†lain yang dianggap lebih menarik, mudah-mudahan olahraga tinju ini bisa naik kembali,” harap Indarto.

“Harapan kami, dengan adanya pertandingan ini yang melibatkan 3 negara, Tajikistan, Thailand dan Indonesia, akan muncul petinju-petinju kita di kancah Asia maupun internasional. Di nasional pun intinya kita ingin tinju ini berkibar kembali. Kalau dulu dijamannya, juara tinju itu sangat bagus, sekarang seperti redup. Mudah-mudahan setelah ini ada event lagi sehingga membuka memori bahwa negara kita itu memiliki potensi tinju, kita sudah pernah banyak yang ikut kejuaraan dunia bahkan juara dunia, yang dua diantaranya sekarang hadir, yakni Ellyas Pical dan Nico Thomas. Berikutnya harus ada yang menyusul juara, seperti M Rachman dan Chris John,” terang Indarto kepada wartawan.[St]

WBC Asia Silver Super Welterweight, Satata Sariksa, Bandung, Kamis (24/1/2019).

Comments

comments