Pangdam III/Siliwangi Belah Kelapa Muda Di Tengah Upacara HUT Ke-70 Infanteri TNI AD

oleh -
Pangdam III/Siliwangi Belah Kelapa Muda Di Tengah Upacara HUT Ke-70 Infanteri TNI AD

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono meminum dan membelah sebuah kelapa muda ditengah upacara memperingati HUT Ke-70 Infanteri TNI AD bertemakan Dengan Semangat Yudha Wastu Pramuka Prajurit Infanteri Mengabdi Dan Membangun Bersama Rakyat di Makodam Siliwangi, Jl. Aceh, Kota Bandung, pada hari, Rabu (19/12/2018).

“Dalam kisah palagan, sejenis bahan survival tradisional sebagai bantuan bahan logistik inkonvensional yang turut berperan di seluruh nusantara, ialah buah dan air kelapa muda,” jelas pemandu acara terkait dengan buah kelapa yang dibawa oleh pasukan tentara tradisi untuk diserahkan kepada inspektur upacara, Pangdam Siliwangi.

“Kelapa muda terkenal sejak dahulu kala sebagai bahan sesajian yang harus selalu ada pada upacara-upacara kelahiran, perkawinan ataupun upacara kematian,” terangnya.

Kemudian, selaku inspektur upacara, Mayjen TNI Tri Soewandono turun dari panggung dan memotong ujung buah kelapa muda itu dan meminum airnya, kemudian membelah kelapa tersebut.

“Seteguk air kelapa muda, mengandung makna pemulihan kembali segenap tenaga, jiwa raga, untuk kembali menyerang, menyerbu dan menerjang musuh yang dihadapi di setiap medan juang”.

Pangdam membelah buah kelapa dengan iringan tembakan yang dilakukan oleh barisan tentara tradisi dengan nilai-nilai tertinggi infanteri, waspada dan ampuh menghadapi setiap tugas di medan laga.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono pada kesempatan itu mengucapkan, “Selamat Hari Infanteri tahun 2018 kepada segenap Prajurit Korps Infanteri beserta keluarga dimanapun berada dan bertugas “.

Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono pada penyampaian amanat di Upacara HUT Ke-70 Infanteri TNI AD
Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono pada penyampaian amanat di Upacara HUT Ke-70 Infanteri TNI AD, Selasa (19/12/2018).

Lanjutnya, “Tumbuh dan berkembangnya Infanteri sebagai Korps terbesar di Angkatan Darat, tidak pernah terlepas dari sejarah perjuangan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah Infanteri adalah peristiwa saat menghadapi Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948, ” jelasnya.

Pada saat itu Panglima Besar Jenderal Soedirman mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/1948 yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu Perintah Siasat No. 1/1948 tanggal 12 Juni 1948, untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi Wingate (infiltrasi) dengan cara Long March kembali kewilayah masing-masing dan membentuk Wehrkreise (kantong-kantong kekuatan militer) sebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya,” imbuhnya.

Bentuk dan siasat pertempuran yang digunakan tersebut, merupakan taktik dan strategi Prajurit Infanteri untuk melanjutkan perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

“Dari peristiwa tanggal 19 Desember 1948, kita mendapatkan nilai-nilai ketokohan, patriotisme, kepemimpinan dari seorang Panglima Besar Jenderal Sudirman, nilai kejuangan, profesionalisme keprajuritan dan sifat pantang menyerah serta nilai kemanunggalan TNI dengan Rakyat yang harus selalu terpatri dalam jiwa, sikap dan tindakan setiap Prajurit Infanteri, ” pesannya.

Untuk mengabadikan nilai-nilai tersebut, maka TNI AD menetapkan hari tersebut sebagai Hari Infanteri.

Sejarah ditetapkannya Hari Infanteri tersebut, maka peran, tugas dan fungsi TNI AD khususnya Prajurit Infanteri tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dan strategis dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

Pada peringatan Hari Ulang Tahun Infanteri ke 70 tahun 2018 yang mengusung tema Dengan Semangat Yudha Wastu Pramuka Prajurit Infanteri Mengabdi Dan Membangun Bersama Rakyat, tema tersebut mencerminkan komitmen dan tekad yang kuat Prajurit dan Satuan Infanteri untuk menjadi tangguh, profesional, modern serta dicintai dan mencintai rakyat.

Mengandung makna, memancarkan semangat pengabdian dan perjuangan tanpa akhir untuk terus memperkokoh kemanunggalannya dengan rakyat serta membangun sinegisitas dengan segenap komponen Bangsa lainnya, sebagai kekuatan Bela Negara dalam sistem Pertahanan Semesta.

Penghujung rangkaian kegiatan upacara adalah penyerahan hadiah kepada pemenang Tonting (Peleton Beranting), yaitu Juara 1 Peleton Inti Yonif Raider 323/BP (Etape III), Juara 2 Yonif Raider 303/SSM (Etape IV) dan Juara 3 Yonif 310/KK (Etape II).

Juara Peleton Pengantar Banpur, Juara 1 Yon Armed 14/PWJ (Etape II), Juara 2 Yon Armed 5/105 TRK (Etape VIII), Juara 3 Yon Armed 4/GS (Etape V).

Juara Peleton Pengantar Ormas, Juara 1 Ormas FK-PPI Koramil 0918 (Sindang Kerta), Juara 2 Ormas FK-PPI Koramil 0810 (Sukanegara) dan Juara 3 Ormas FK-PPI Koramil 0917 (Gunung Halu).

Juara SatKowil, Juara 1 Koramil 0810/Sukanegara (Etape V), Juara 2 Koramil 0712/Parung Kuda (Etape I) dan Juara 3 Koramil 2207/Jampang Tengah (Etape III).

Ikut hadir pada acara tersebut, diantaranya Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto, M.Sc, Danpussenif Brigjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, Irdam III/Siliwangi, para Staf Ahli, para Asisten Kasdam III/Siliwangi dan para Kabalakdam III/Siliwangi, para Dandim jajaran Kodam III/Siliwangi, Kasgartap II/Bandung Kolonel PAS Embu Agapitus, serta tamu undangan lainnya. [St|Rl]

Comments

comments