Obyek Wisata Air Terjun Di Sumedang

Obyek Wisata Air Terjun Di Sumedang
Obyek Wisata Air Terjun Di Sumedang

Kab. Sumedang terletak sekitar 45 Km sebelah Timur Laut Kota Bandung yang merupakan daerah penyanggah Bandung, memiliki julukan kota budaya dan kota Tahu. Jika kita akan masuk ke kota yang memiliki asal kata  INSUN MEDAL, maka Sumedang berasal dari “inSUn MEdal insun maDANGan”, Insun artinya saya Medal artinya lahir , Madangan artinya memberi penerangan jadi kata Sumedang bisa berarti “Saya lahir untuk memberi penerangan”. Kalimat “Insun Medal Insun Madangan” terucap ketika Prabu Tajimalela raja Sumedang Larang I (tokoh legendaris Sumdedang) melihat ketika langit menjadi terang-benderang oleh cahaya yang melengkung mirip selendang (malela) selama tiga hari tiga malam. Ternyata memiliki keindahan alam yang mempesona dan belum banyak terungkap hingga kini.

Sumedang—   Curug atau air terjun merupakan salah satu objek wisata alam yang kerap jadi primadona di berbagai daerah, termasuk di Sumedang. Selain arsitekturnya yang membuat kita kagum akan kebesaran sang pencipta, curug juga merupakan indikator alami kelestarian suatu lingkungan. Berikut 5 (lima) curug yang seharusnya kita  kunjungi saat berada di Sumedang.

Seperti yang dikutip dari grup facebook Hanjuang Sumedang berkunjung dan menghabiskan akhir pekan di Sumedang mungkin tidak menjadi pilihan orang-orang. Di Kota Tahu ini, tidak ada tempat wisata yang begitu banyak dikenal orang.
Apalagi objek wisata buatan yang menyuguhkan arsitektur atau bangunan mewah modern seperti mal mewah, wisata air megah, atau gedung tinggi dan luas tempat wahana permainan. Anda memang tidak tepat jika berkunjung ke Sumedang untuk tujuan tersebut.
Tapi bagi yang haus dengan pemandangan dan keindahan alam, sejuknya pedesaan, dan rimbunnya pepohonan hutan, Sumedang bisa menjadi destinasi wisata Anda.

Curug Cigorobog Citengah

Curug Cibgorobog Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan mempunyai itu semua. Dari Alun-alun Sumedang, desa ini dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 1 jam lamanya.
Desa yang merupakan desa paling ujung di Kecamatan Sumedang Selatan ini juga menjadi salah satu wilayah pembatas dengan Kabupaten Garut. Para offroader sering menggunakan akses Jalan Cisoka, Citengah ini.

Objek wisata yang paling menarik di desa ini adalah Curug Cigorobog. Curug ini memiliki ketinggian 40 meter dengan tiga undakan. Setiap terasnya bisa digunakan untuk bermain-main air atau berendam.
Airnya yang deras sangat sejuk mengenai tubuh. Pada undakan terkahir, tebing curug ini bisa digunakan untuk olahraga panjat tebing dengan sistem pemanjatan basah.
Di bagian turunan air terakhir, ada sungai kecil yang juga masih bisa dinikmati aliran airnya untuk bermain-main. Di bagian ini, bisa dinikmati oleh anak-anak dengan pengawasan orang tua.
Curug ini dikelola oleh Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Curug Cigorobog Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan yang berada di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbuparpora) Sumedang.

Kompepar telah melakukan berbagai penataan di objek wisata ini di antaranya membangun jalan di dalam kawasan wisata, termasuk melengkapi sarana dan fasilitas umum lainnya. Kini tampilan objek wisata itu lebih nyaman dan bisa menjadi alternatif wisata keluarga.
Kepala Desa Citengah Ludi Zaenal mengatakan, curug ini sudah dikelola Kompepar sejak lama. Namun penataan baru dilakukan pada 2011 lalu dengan dana bantuan pemkan dan pemerintah pusat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
“Curug ini memang tidak untuk tujuan wisata minat khusus saja, tapi juga cocok untuk wisata keluarga karena sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas sehingga sangat nyaman,” kata Ludi.

Udara segar dan sejuknya air serta pemandangan yang indahnya tiada tara juga bisa dinikmati dengan biaya murah.
DESA Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan ini ternyata tak hanya mempunyai Curug Cigorobog. Masih ada 17 curug lainnya yang sama-sama mempunyai keindahan yang berbeda.
Sebut saja Curug Kancana yang terletak tepatnya di Blok Dewa RW 03 Dusun Cijolang. Curug ini di bagian kanan kirinya tebing yang sangat cocok untuk olahraga pemanjatan tebing.

Curug lainnya adalah Curug Ciparahu, Curug Cimencek Bikang, dan Curug Karaha Bodas dan curug lainnya yang masih belum ditemukan namanya namun ada aliran air di lokasi tersebut.
Semua curug ini berada dalam satu aliran air. Di paling hulu semua curug ini adalah Curug Cinulang yang ada di Cimanggung yaitu kecamatan yang berbatasan dengan Garut di bagian timur.
Dari semua keberadaan curug-curug ini, Kepala Desa Citengah Ludi Zaenal menginginkan ada sebuah wisata lintas curug yang khusus menyusuri semua curug dari bagian hulu hingga hilir. Semua curug ini berada merata di hampir semua wilayah desa.

Baca:   Pesona Air Terjun Kali Banteng

“Saya menginginkan ada wisata lintas curug atau semacam susur curug yang bila kita mendatangi semua curug ini sama saja dengan menyusuri seluruh kawasan Desa Citengah, jadi seperti kita melalui jalan air saja tapi seluruh kawasan desa terlewati,” kata Ludi.
Namun, Ludi mengakui, untuk mewujudkan rencana tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal serta didukung dengan permodalan atau investor yang tepat. “Kalau wisata itu ada memang tidak cukup hanya diwujudkan atau dikelola oleh Kompepar, perlu SDM lain yang handal dan investor yang tepat,” ujar Ludi.

Jika dilihat dari bentang alamnya, seluruh curug tersebut bisa dibuatkan akses agar pengunjung bisa mudah menyusurinya.
Akses yang dimaksud hanya semacam jalan setapak yang aman dan nyaman untuk dilalui penyusur, bukan sebuah jalan beraspal yang justru akan membuat wisata alam ini tidak natural lagi.

Curug atau air terjun merupakan salah satu objek wisata alam yang kerap jadi primadona di berbagai daerah, termasuk di Sumedang. Selain arsitekturnya yang membuat kita kagum akan kebesaran sang pencipta, curug juga merupakan indikator alami kelestarian suatu lingkungan. Berikut 5 (lima) curug yang wajib kalian kunjungi saat berada di Sumedang.

Curug Cipongkor

Curug ini berada di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, sebuah curug bertipe tunggal, pernah dengar Angel Falls? Nah, mirip-mirip itu. Untuk menuju lokasi curug ini kita cukup turun tepat di seberang SPBU Ciherang, sebelum Tugu Selamat Datang Kota Sumedang jika dari arah Bandung. Dari sini (pinggir jalan raya) anda tinggal menanyakan kepada warga sekitar lokasi curug tersebut.

Curug Cinulang / Sindulang,Curug Ciputrawangi Dan Curug Sabuk

Curug Cinulang merupakan air terjun tipe kembar, mempunyai dua air terjun yang ketinggiannya hampir sama, sekitar 50 m. Lokasinya ada di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, sekaligus menjadi wilayah perbatasan alami antara Kab. Sumedang dengan Kab. Bandung. Untuk menuju lokasi curug ini, dari jalan raya Bandung – Garut (Rancaekek) sampai Km ke 11 terdapat papan petunjuk arah (di sebelah kiri) yang menginformasikan lokasi Curug Cinulang, dan berjarak 2,5 Km ke arah timur dari papan petunjuk arah. Jika masih bingung, tanya GPS (Gunakan Penduduk Setempat).

 

Curug Ciputrawangi terletak di Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang juga termasuk kedalam kawasan TWA (Taman Wisata Alam) Gunung Tampomas. Jika mau, dari curug ini ada jalur untuk menuju puncak Tampomas.

 

Disadur dari laman Sumedang Daily Photo, Curug Sabuk merupakan salah satu objek wisata alam di Kab. Sumedang yang bisa dikatakan masih jarang dikunjungi. Terletak disekitar Taman Buru Gunung Masigit dan kawasan Gunung Kareumbi. Lokasinya yang berada jauh di dalam hutan menjadikan tantangan tersendiri sebelum anda menemukan curug ini. Kita juga bisa mendirikan tenda untuk merasakan sensasi malam hari di sekitar curug.

Bagi anda yang ingin mengunjungi Curug Sabuk untuk pertama kali, lebih baik menyewa guide dari penduduk lokal. Checkpoint-nya, lagi-lagi, bisa dari alun-alun Sumedang lalu tanyakan lokasi Makam Cut Nyak Dien, nah, dari sini anda bisa minta antar tukang ojeg (lagi) menuju Curug Sabuk di daerah Nangorak.

Itulah kelima buah air terjun eksotis yang ada di Kabupaten Sumedang. Untuk HTM di setiap objek wisata curug di atas, variatif.

Jangan lupa selalu jaga kebersihan sekitar objek wisata tersebut y. Jangan sampai kita menjadi bagian penyumbang kerusakan lingkungan.
Jika kita tidak/belum mampu membersihkan lingkungan.

(bhq)

Comments

comments



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.