Bolehkah konsumsi obat penahan lapar saat puasa

oleh
Bolehkah konsumsi obat penahan lapar saat puasa

Seiring perkembangan teknologi khususnya pada bidang kesehatan, maka ditemukan obat penahan lapar dan haus, atau suplemen yang mampu menahan rasa lapar dan haus selama seharian. Lalu Bagaimana hukumnya ketika kita mengkonsumsi obat atau suplemen yang bertujuan untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa lapar dan haus, Bolehkah konsumsi obat penahan lapar saat puasa?

Ibadah puasa yang dijalankan oleh umat Islam seluruh dunia. Tentunya masing-masing wilayah memiliki perbedaan kondisi dan suhu yang berbeda. Sehingga memiliki tingkat tantangan yang berbeda pula dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dilihat dari batalnya puasa, puasa akan batal apabila setelah fajar sampai dengan terbenamnya matahari, secara sengaja kita makan dan minum, jima, mengeluarkan mani dengan sengaja, muntah yang disengaja, haid dan nifas, memasukan jarum suntik, hilang ingatan, memasukan benda melalui kubul dan dhubur dan merokok.

Sedangkan yang membatalkan pahala puasa yaitu, mengucapkan kata-kata kotor, berbohong, menggunjing, menghasut, mencuri dan tindakan yang tidak baik lainnya.

Hakekat puasa khususnya pada bulan Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan haus, serta syarat yang lainnya yang membatalkan puasa. Tetapi lebih dari itu makna puasa yang sesungguhnya adalah melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu. Agar kita ikut merasakan lapar dan haus yang dirasakan oleh orang lain yang memiliki keterbatasan dan kekurangan. Namun lebih kepada melatih kepekaan kepada aspek sosial, untuk saling membantu kepada yang kekurangan dan saling memberi kepada yang membutuhkan.

berlandaskan kajian di atas maka bisa diambil kesimpulan bahwa mengkonsumsi obat atau suplemen tidak membatalkan puasa. Tetapi kita akan kehilangan makna dan tujuan dari puasa itu sendiri, karena saat berpuasa tidak merasakan atau berkurang rasa lapar dan haus.

Hendaknya kita harus bijaksana dalam memaknai bulan suci Ramadhan. Agar memperoleh pahala dan makna puasa yang sesungguhnya, tidak hanya sekedar menahan lapan dan haus belaka. (poer/SII)

Comments

comments