Ngeri, Aksi Unjuk Rasa Damai LSM PMPRI Di Pemkot Cimahi Diwarnai Dengan Darah

oleh

BANDUNG,- Sejumlah massa dari LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) menggelar aksi unjuk rasa damai di Pemkot Cimahi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya terkait dengan maraknya menara telekomunikasi MCP yang diduga berdiri ilegal di puluhan titik di wilayah Kota Cimahi, (20/3/2018).

Aksi unjuk rasa damai LSM PMPRI di Pemkot Cimahi, (20/3/2018).

Sebelum menggelar aksi unjuk rasa damai ini, perwakilan dari LSM PMPRI beberapa waktu lalu sempat mengadukan persoalan menara telekomunikasi ilegal milik PT Bali Towerindo Sentra ini kepada Komisi I DPRD Kota Cimahi.

Pada orasinya di aksi unjuk rasa damai tersebut, LSM PMPRI meminta berdialog langsung dengan Walikota atau Wakil Walikota Cimahi tentang adanya dugaan Pemerintah Kota Cimahi secara sengaja melakukan pembiaran dengan terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh PT Bali Towerindo, dan santer dengan aroma KKN yang melibatkan sejumlah kantor dinas di Pemkot Cimahi.

Sekitar satu jam lebih massa berorasi, namun Walikota maupun Wakil Walikota Cimahi yang diharapkan mau menemui pengunjukrasa, tidak muncul. Akhirnya, Rohimat Joker Ketum LSM PMPRI selaku pimpinan aksi memecahkan gelas di kepalanya hingga berdarah sebagai bentuk kekecewaannya terhadap Pemerintahan Kota Cimahi.

Darah yang mengucur di kepala Rohimat, dituliskan ke atas selembar kertas karton putih yang berbunyi “Jangan Kebiri Perda/Perwal Kota Cimahi”.

Ketua Umum LSM PMPRI, Rohimat Joker, menuliskan sesuatu diatas selembar karton putih menggunakan darah yang mengucur dari kepalanya
Ketua Umum LSM PMPRI, Rohimat Joker, menuliskan pesan diatas selembar karton putih menggunakan darah yang mengucur dari kepalanya, (20/3/2018).

LSM PMPRI tetap menuntut kepada Walikota Cimahi untuk segera membongkar semua menara telekomunikasi tak berijin yang berdiri di seluruh wilayah Kota Cimahi. Selain itu, juga meminta untuk mencopot para Kepala Dinas dan Pejabat di dinas terkait Kasus Tower MCP milik PT Bali Towerindo karena berpotensi kuat menimbulkan kerugian negara terutama untuk PAD Kota Cimahi. [*]

Aksi unjuk rasa damai LSM PMPRI di Pemkot Cimahi, (20/3/2018).

Comments

comments