Museum Sri Baduga Expo 2017 Resmi Dibuka

oleh

BANDUNG – Museum Sri Baduga Expo 2017 bertajuk Hidden Treasure : Daluang, Fuya & Tapa yang bertemakan Keberagaman Budaya Asia Pasifik Momentum Harmonisasi Antar Bangsa resmi dibuka, Kamis (24/8/2017). 

Pada acara pembukaan gelaran Museum Sri Baduga Expo 2017 yang dilaksanakan cukup meriah ini diawali dengan persembahan tari Reak yang merupakan tarian penyambutan (mapag) tamu dari padepokan Kalangkamuning Lembang asuhan Abah Nanu. Dilanjutkan dengan penyerahan karangan bunga kepada tamu kehormatan.

Tarian penyambutan tamu reak mapag pada acara pembukaan museum sri baduga expo 2017

Pembukaan Museum Sri Baguga Expo ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI, Kadisparbud Provinsi Jawa Barat, kepala dan perwakilan 13 (tiga belas) museum provinsi di Indonesia, 7 (tujuh) museum di di wilayah Bandung dan sekitarnya, 6 (enam) museum di Asia Pasifik, para pelajar, komunitas museum dan para tamu undangan. 

Adapun yang dikedepankan dalam gelaran Museum Sri Baduga Expo 2017 ini adalah kulit kayu daluang, media tulis dan gambar jaman dahulu, yang merupakan peninggalan budaya di Indonesia maupun dunia yang perlu perhatian serius untuk dilestarikan.

Pada kesempatan sambutannya, Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Esther Miori Dewayani, menyebutkan diantaranya bahwa kegiatan Museum Sri Baduga Expo 2017 yang dibuka dari tanggal 24 Agustus sampai 13 September 2017 adalah untuk memperkenalkan salah satu kekayaan warisan budaya unggulan tentang daluang, fuya & tapa kepada masyarakat serta dalam rangka milangkala Museum Sri Baduga yang ke-37, HUT RI ke-72 dan HUT Provinsi Jawa Barat ke-72. 

Di pameran Museum Sri Baduga Expo ini akan ditampilkan tidak kurang dari 100 koleksi seperti busana fuya dan tapa dari model tradisional dan kontemporer, media tulis tradisional dan benda seni lainnya. 

Pameran ini selain merupakan ajang silaturahmi dan promosi diantara pengelola museum, juga untuk memperkenalkan potensi warisan budaya unggulan yang dimiliki oleh museum-museum di masing-masing provinsi. Sehingga masyarakat lebih mengenal keanekaragaman warisan budaya di Indonesia.

Warisan budaya bukan hanya sekedar benda masa lalu tetapi terdapat banyak nilai kearifan lokal yang dapat menjadi inspirasi di masa depan. “Generasi muda memberikan stimulan agar lebih mencintai budaya tradisi yang dimiliki bangsa kita sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang ke museum,” pungkas Esther Miori Dewayani. 

Kadisparbud Provinsi Jawa Barat Apresiasi Gelaran Museum Sri Baduga Expo 2017
Kadisparbud Jawa Barat Ida Hernida dan Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga sebelum opening ceremony Museum Sri Baduga Expo 2017
Foto : Kadisparbud Provinsi Jawa Barat, Ida Hernida (kanan), dan Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Esther Miori Dewayani (kiri), saat wawancara dengan awak media, Kamis (24/8/2017).

Di wawancara oleh awak media sebelum opening ceremony Museum Sri Baduga Expo 2017, Kadisparbud Provinsi Jawa Barat Ida Hernida didampingi Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Esther Miori Dewayani, mengungkapkan kebanggaannya atas kegiatan yang diselenggarakan. “Daluang, Fuya dan Tapa ini pernah menjadi andalan kita,” ujar Ida mengawali.

Ida menjelaskan, “Dahulu kita pakai kulit kayu untuk media tulis dan gambar serta busana, seiring kemajuan jaman, ada kertas dan kain, daluang mulai tergeser,” jelasnya.

“Acara ini juga dimaksudkan agar budaya-budaya kita jangan sampai dilupakan, terutama oleh generasi muda. Generasi muda diharapkan paham bahwa nenek moyang kita dahulu membuat tulisan menggunakan daluang. Maka dari itu kita perkenalkan kembali kepada generasi muda dan masyarakat bahwa kita dahulu seperti ini,” terang Ida. 

Ditambahkan oleh Esther yang hari itu menggunakan busana adat, kegiatan Museum Sri Baduga Expo 2017 dihadiri juga oleh perwakilan dari beberapa negara tetangga termasuk diantaranya dari Taiwan, Jepang dan Belanda.

Di pameran ini akan ditampilkan koleksi busana dari kulit kayu dan juga naskah kuno dari bahan daluang. Juga akan diserahkan sejumlah lukisan bernilai sejarah oleh murid Pak Barli, dari Museum Barli, yang akan menambah koleksi di Museum Sri Baduga. (*)

 

 

Comments

comments