Menanti Akhir Perjalanan Kasus Kopi Bersianida

Menanti Akhir Perjalanan Kasus Kopi Bersianida
Menanti Akhir Perjalanan Kasus Kopi Bersianida

Gelar Perkara Kasus Kopi Bersianida yang merenggut nyawa Wayan Mirna Salihin menyita perhatian publik di seluruh Indonesia. Sidang Kasus yang dilakoni oleh Jessica Kumolo Wongso  inipun telah digelar sejak pertengahan Juni silam belum membuahkan hasil hingga saat ini. Pasalnya para saksi dan saksi ahli yang dihadirkan oleh JPU, ditolak oleh Otto Hasibuan salah seorang pengacara handal  Jessica.

Jakarta–Meskipun sidang lanjutan telah digelar di PN Jakarta Pusat (10/8) hingga 10 jam dengan menghadirkan para saksi ahli diantaranya Moh. Nuh dan Christopher Hariman Rianto dimana dengan teknik yang dinamakan digital forensic mengungkap isi rekaman  detik-detik krusial Jessica Wongso memiliki penguasaan es kopi vietnam paling lama dibandingkan orang lain yang juga berada di sekitar meja 54 Kafe Olivier, tempat kopi tersebut diletakan. Jessica memiliki penguasaan kopi selama 51 menit 21 detik.”Jessica memiliki akses terhadap kopi tersebut. Dia mempunyai waktu penguasaan kopi paling lama,” ujar Christopher. Selain itu diungkapkan juga oleh para saksi ahli tersebut pada menit dan detik-detik sebelumnya dari beberapa gabungan  perspektif kamera yang mengarah kepada suatu kecurigaan Jessica tampak melakukan kegiatan menggaruk, menengak-nengok, dan menggeser masterpiece di meja 54.

4 Menit, detik krusial Jessica

Pantauan langsung tim SII, saat Kombes Pol Moh. Nuh menjelaskan di depan majelis hakim, terdapat detik-detik krusial titik rawan yang diduga merupakan momen terdakwa Jessica Kumolo Wongso  menuang sianida ke kopi korban Wayan Mirna Salihin. Titik rawan itu berlangsung selama 4 menit.

“Titik rawan ketika terdakwa membuka tas pada pukul 16.29, beberapa kegiatan tangan kanan ke atas meja dan hingga selesainya kopi diletakkan (Jessica) ke ujung pada pukul 16.33. Kemungkinan waktunya 16.29 hingga 16.33,” ungkap Nuh.

Detik-detik tersebut memperlihatkan bagaimana tangan Jessica seperti mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya.

Lalu pada pukul 16.30.55, ujar Nuh, Jessica mengambil center piece di ujung meja dan membawa ke dekatnya. Selama kegiatan itu Jessica menoleh ke kanan dan kiri beberapa kali.

“Kemudian pukul 16.33.13 terdakwa memindahkan gelas kopi ke ujung meja sambil menoleh ke kiri dan kanan yang masih terhalang paper bag. Pukul 16.33.53 terdakwa memindahkan kedua paper bag ke belakang sofa, sehingga di atas meja tidak ada lagipaper bag. Lalu pukul 17.03.27 terdakwa kembali menggeser duduknya hingga tidak lagi segaris dengan CCTV dan tanaman hias. Dan pada 17.18.12, korban Mirna meminum kopi tersebut,” jelas Nuh.

Lalu saat korban Mirna Salihin sudah menenggak kopi vietnam tersebut, terjadi kejang-kejang dan tersedak di sofa yang diduduki olehnya. Kemudian Hani temannya mencoba menolong dan menghampirinya sambil berteriak untuk meminta tolong kepada petugas pelayan di olivier caffe. Reaksi Jessica masih tenang. Kemudian dalam detik rekaman selanjutnya saat korban Mirna dievakuasi oleh petugas, nampak ada kejanggalan. Kejanggalan pertama adalah Jessica kelihatan menggarukkan tangannya dan menggaruk-garuk bagian paha di celananya.

Baca:   Banding Jessica ditolak, kuasa hukum siapkan kasasi

Meski detik demi detik isi rekaman kegiatan di berbagai perspektif camera cctv diungkapkan oleh para ahli IT dan membuat tercengang para pengunjung sidang pada saat itu karena apa yang disebut sebagai “direct evidence” (bukti langsung) yang mengarah kepada kebenaran JPU untuk mendakwah Jessica terungkap, namun Jessica dan Pengacaranya Otto Hasibuan menolak keterangan saksi ahli tersebut, pasalnya isi rekaman tersebut berasal dari flash disk bukan dari DVR CCTV sendiri.

Sidang akan ditunda hingga 15 Agustus 2016

Analisa Pakar Perilaku

Dewi F Paeni menyebutkan ada perilaku aneh dan janggal Jessica pada isi rekaman CCTV tersebut. Terutama saat Jessica melakukan gerakan menggosokkan kedua tangannya ketika korban Mirna dievakuasi pegugas caffe. “Jessica nampak mengalami kecemasan, ada reaksi perubahan perilaku pada dirinya, namun seolah-olah ditahan” ujar Dewi kepada Media. Ditambahkan Dewi, “lalu ia (Jessica) menggarukkan jari tangannya di bagian paha celananya sambil menundukkan badannya, ini adalah reaksi dimana biasanya racun apabila kena kulit akan terjadi reaksi gatal”. imbuhnya.

Selain itu dalam rekaman sebelumnya terjadi keanehan Jessica yang datang lebih dahulu dan langsung membayar pesanan kopi vietnam di kasir. “Biasanya orang yang akan mentraktir temannya, menunggu dulu sampai temannya datang, serta biasanya kopi vietnam itu diminum nikmatnya saat baru diseduh, saat dripping lebih nikmat” ujarnya.

Catatan Kriminal Jessica di Australia

Menurut Tito Karnavian yang saat ini menjabat Kapolri  bahwa berdasarkan catatan kasus di kepolisian Australia, Jessica yang cukup lama berdomisili di Australia itu memiliki catatan beberapa kasus pidana diantaranya kasus percobaan bunuh diri. Pernah suatu ketika Jessica  menabrakkan mobilnya di sebuah panti jompo hingga menjadikan dirinya memiliki catatan psikologi sendiri.

Sebelumnya ramai di pemberitaan bahwa Jessica Kumolo Wongso yang bersahabat karib dengan Wayan Mirna Salihin ketika di Australia serta Hani bertemu di Olivier Caffe di Grand Indonesia untuk minum kopi vietnam. Jessica yang mentraktir teman-temannya itu datang terlebih dahulu hingga kemudian Mirna Salihin tewas di meja nomor 54 sesaat menenggak kopi vietnam.

Jessica Kumolo Wongso, wanita beraparas cantik yang menyita jutaan publik  ini tetap tenang menghadapi hujatan keluarga korban Mirna dan masyarakat  serta dakwaan JPU di persidangan hingga saat ini.

(bhq)

 

 

Comments

comments



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.