Media Dari Polandia Liput Kegiatan Citarum Harum Sektor 21

oleh
Media Polandia Liput Kegiatan Citarum Harum Sektor 21
Kegiatan wawancara media asing dari Polandia dengan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat di Cimahi, Jumat (16/11/2018).

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Harumnya Citarum mulai menarik perhatian warga dunia, hal ini dibuktikan dengan hadirnya media asing untuk turut menyaksikan dan meliput kegiatan proses revitalisasi Sungai Citarum yang pernah viral masuk menjadi salasatu sungai terkotor di dunia.

Diantaranya pada hari ini, Jumat (16/11/2018) sore, salasatu media elektronik dari Polandia yang diantar oleh Asisten Deputi Bidang Pendidikan Pelatihan Maritim Kemenko Kemaritiman, TB Haeru Rahayu, berkesempatan datang langsung meliput kegiatan jajaran Satgas Citarum Sektor 21 di Subsektor 13/Cimahi yang bersinergi dengan warga, elemen masyarakat serta sejumlah karyawan PT Nisshinbo yang sedang melaksanakan karya bakti membersihkan sampah di Sungai Cisangkan wilayah perbatasan Kelurahan Utama dan Leuwigajah, Kota Cimahi.

Kehadiran 4 orang kru wartawan asing dari Polandia yang diketahui bernama Hubert Mastalerz, Jacek Bartosz Tacik, Marcin Warszawski dan Marcin Slawomir ini sempat melihat kegiatan bersih-bersih sungai tersebut hingga apel penutupan kegiatan.

Di sesi wawancara khusus dengan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, sang reporter menanyakan tentang luas wilayah tugas Sektor 21 Satgas Citarum dan cara mengatasinya, dibantu oleh seorang penterjemah. Wartawan tersebut sambil bertanya, tampak cukup takjub melihat barisan TNI yang mereka lihat saat kegiatan bersih-bersih dengan warga tidak sungkan turun ke dalam sungai.

“Bagaimana perasaan komandan saat menjalani tugas untuk mengatasi persoalan Sungai Citarum,” tanya reporter asing itu dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Perasaan saya saat diberi tugas oleh Pangdam saat itu, Mayjen TNI Doni Monardo, yang sekarang sudah Letnan Jendral, untuk posisi Komandan Sektor 21 yang cakupan wilayahnya cukup luas, dipikiran saya hanya mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Waktu yang ditargetkan selama 7 (tujuh) tahun untuk Program Citarum harum, pasti mampu dilaksanakan,” jawab Kolonel Yusep.

Untuk menjelaskan secara rinci tentang mengatasi limbah pabrik, kegiatan dilanjutkan dengan melihat secara visual IPAL PT Nisshinbo dan outlet secara kolam ikan sebagai indikator air limbah sudah aman untuk dibuang ke aliran sungai. Selanjutnya, di salasatu ruangan milik PT Nisshinbo, perusahaan tekstil yang pernah lubang pembuangan limbahnya dilokalisir oleh jajaran satgas tersebut, Dansektor menjelaskan program yang sudah dilaksanakan, before dan after, menggunakan bantuan alat slide.

TB Haeru Rahayu juga ikut sedikit menjelaskan program Citarum harum yang ditargetkan 7 tahun selesai kepada para wartawan itu sekaligus memberikan apresiasi kepada tuan rumah, PT Nisshinbo, yang sudah berbuat lebih setelah sempat juga menjalani sanksi sosial. [St]

Comments

comments