Mati Suri, Pabrik Karet Prusda Jadi Bidikan Aparat Hukum

oleh -
Pabrik Karet Prusda Jadi Bidikan Aparat Hukum
SEHATKAN PRUSDA : Ketua Komisi III DPRD Mura Akhmad Tafruji SP saat diwawancarai awak media usai kegiatan launching program BPNT dari Dinsos Mura, Kamis (10/10).

Murung Raya,- Gaung Program Usaha Perusaha Daerah (Prusda) Petak Malai Buluh Merindu dalam membantu menyejahterakan petani karet di Kabupaten Murung Raya (Mura), sempat satu kali dirasakan beberapa kelompok tani yang tergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bersama (UPPB) di beberapa desa.

Namun, berita yang baik ini hanya satu kali terjadi, karena sejak diresmikannya usaha pabrik karet yang di nahkodai Agung Wibowo selaku Direktur Prusda baru saat itu, sampai dengan saat ini menghilang tanpa jejak.

Akibatnya, cita-cita dan tujuan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat petani karet dalam meningkatkan produksi dan penghasilan menjadi tidak jelas.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah, Wandato mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum pernah bertemu langsung dengan Direktur Prusda. “Kami sejak menjabat Kabag Ekonomi tidak pernah bertemu dengan manajemen Prusda, dan saat ini kami masih menunggu hasil audit resmi dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan RI Provinsi Kalteng,” kata Wandato saat diwawancarai awak media, Kamis (10/10/2019).

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Mura, Akhmad Tafruji, SP., saat ditemui usai kegiatan Launching BPNT di Gedung Tira Tangka Balang menegaskan bahwa saat ini pihaknya terus mendesak pihak Pemda Mura untuk segera melakukan audit untuk secepatnya mengatasi masalah-masalah yang masih tersisa pada manajemen Perusda terdahulu dan yang saat sekarang ini.

“Yang masih jadi permasalahan saat beberapa kali kami melakukan RDP di DPRD, adalah masalah aset-aset prusda yang berasal dari penyertaan modal,” ungkap politisi PAN ini kepada awak media.

Tafruji juga mengatakan bahwa beberapa kali sudah perusahaan daerah ini di audit kondisi keuangannya, dan pihaknya berharap audit yang dilaksanakan di tahun 2019 akhir ini dapat segera menjadi jawaban atas pertanggungjawaban penyertaan modal dari pemda mura kepada pihak perusda

“Kami berharap nasib dari petani karet kita dapat segera terjawab, atas upaya pemerintah menyehatkan perusda. Karena sesuai dengan tujuan awal pendirian pabrik karet ini untuk mensejahterakan petani karet kita,” pungkasnya. (*)

Jadi Harapan Masyarakat Petani Karet, Namun Kondisinya Saat Ini Hanya Menyisakan Kisah dan Gedung Tanpa Penghuni, Serta Marak Dibicarakan Jadi Bidikan Penegak Hukum

Comments

comments