Masjid Untuk Warga Lombok, Konstruksi Baja Ringan Jadi Pilihan PWNU Jateng

oleh
Masjid Untuk Warga Lombok, Konstruksi Baja Ringan Jadi Pilihan PWNU Jateng

SOROTINDONESIA.COM || Lombok Utara, – Pasca ditutupnya masa Tanggap Darurat Bencana (TDB), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jateng telah mengirimkan para relawan yang terdiri dari Banser Tanggap Bencana (Bagana), guru atau motivator, dokter yang bergerak membantu Pemerintah pada masa pemulihan ringan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Banser beberapa pekan lalu membantu mendirikan masjid sementara dengan bahan bambu, dan kini pembangunan masjid semi permanen dilaksanakan dengan bahan baja ringan. Bahan baja ringan ini menjadi pilihan mengingat konsrruksi berat dalam bentuk cor banyak yang rusak.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil dalam siaran persnya mengungkapkan budaya gotong royong sebagai kesalehan kultural perlu ditekankan dalam pembangunan, “Dengan semangat gotong royong atau ta’awun antar sesama komponen bangsa dan masyarakat, insya Allah permasalahan akibat gempa bumi yang melanda Lombok beberapa waktu lalu dapat teratasi dengan baik,” kata Muzamil (24/09/2018).

Muzamil merasa optimis dengan gotong royong masa depan masyarakat Lombok akan semakin baik dan tertata. Menurut dia, prioritas lain selain membangun kembali sarana fisik adalah kembali memulihkan kondisi psikologis masyarakat. Karena itu, pembangunan kembali spiritualitas juga harus dilakukan untuk mengimbangi pembangunan sarana fisik.

Karena itu, menurutnya, pembangunan kembali sarana tempat ibadah atau masjid menjadi sangat penting. Dikatakan, masjid selain berfungsi sebagai tempat ibadah juga dapat berfungsi sebagai tempat berkumpul dan sosialisasi anggota masyarakat. Hal ini tentunya untuk kembali membangun relasi sosial menuju tatanan yang semakin baik dengan landasan kejujuran, amanah, kecerdasan, dan menyampaikan kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan.

Menegaskan hal serupa, Sriyono, Ketua Regu Bagana yang bertugas di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Desa Malaka Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB menyatakan, masyarakat sangat membutuhkan tempat berkumpul dan mengaji untuk menenangkan diri dari musibah yang menimpa mereka. Keberadaan masjid tersebut dapat pula menjadi alternatif ketika hujan dan malam hari, “Kalau malam, masjid juga bisa untuk tempat berlindung para pengungsi, dan banyak lagi,” terangnya. Menurutnya kondisi yang dialami para korban bencana gempa bumi di Lombok memang sangat memprihatinkan karena mereka dalam banyak hal harus memulai dari nol lagi. (arh)

Comments

comments