Madiun Sasaran Empuk Imigran Gelap, Bantu Sembunyikan Bisa Dipidanakan?

Madiun Sasaran Empuk Imigran Gelap

Madiun, salah satu kota yang menjadi sasaran empuk imigran gelap dari negeri China, terbukti dengan tertangkapnya dua WNA ilegal yakni Xiangxin (29) dan Yiquan (30), yang sudah diamankan di Kantor Imigrasi Kota Madiun, dan dilakukan intrograsi beberapa waktu lalu ternyata masih menyisakan pekerjaan lain, Pasalnya masih diendus terdapat sedikitnya dua WNA ilegal yang belum berhasil ditangkap pegawai Imigrasi Madiun. (13/01/17).

Xiuji atau dikenal dengan sebutan Mr. Suji adalah salah satu WNA ilegal yang berhasil meloloskan diri saat pencarian petugas imigrasi Kota Madiun, Xiuji menurut warga Madiun yang bekerja di perusahaannya adalah Bos pabrik distributor es krim yang berada di  Jl. Kapten Tendean Kelurahan Kecamatan Tamanan, Madiun, Jawa Timur dengan menunjuk Darmi, perempuan asal Kaibon sebagai Manager perusahaanya untuk wilayah Madiun dan sekitarnya.

Menurut Salah satu karyawan Joko (nama samaran yang identitasnya minta dirahasiakan) menuturkan bahwa dia sudah bekerja selama kurang lebih dua bulan menjadi sales dan mengirimkan barang es krim ke agen-agen Madiun.

Awalnya ia mencurigai pengiriman alat alat frezer dan sebagainya yang dikirim dari Jakarta maupun luar negeri ditujukan ke rumahSudarmi dan pengiriman dengan truk yang ditulisi Sembako dan sebagainya. “Bos Xiuji itu tidak bisa bahasa Indonesia, dia pakai penerjemah, dan mempercayakan perusahaan es Madiun ke Saudari Darmi, saya kira sudah pabrik resmi, tapi saya kaget ternyata kata Dinas Imigrasi bos saya ilegal” ujar Joko.

Sementara itu menurut Sigit Roesdianto, Ka.Kantor Imigrasi Klas II A Madiun, kaburnya dua imigran tersebut diduga rencana penggrebegan sudah bocor. Sedangkan ditempat lain, Sifaul Anam ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu yang eksis melakukan gerakan anti komunis, dan TKA ilegal ini menyayangkan atas lemahnya pengawasan dan pembinaan aparat hukum di Madiun. Menurutnya kasus imigran gelap ini adalah merata di Indonesia, tentunya perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat Madiun agar waspada dan segera melapor bilamana ada aktifitas baru, atau pendatang yang ingin tinggal, berusaha atau menetap di wilayahnya.“Sekarang tinggal hukum ini mau dibawa kemana? Mau dibuat apa.?sangatlah jelas UU untuk imigran pidananya diatur dalam UU No.09 tahun 1992 jo uu.37 tahun 2009 tentang keimigrasian” terang Anam.

Lebih lanjut, Anam menegaskan bahwa siapapun yang terlibat membantu aktifitas baik menyembunyikan, memberikan tumpangan bagi WNA yang masih ilegal. Maka bisa diduga membantu tindak pidana kejahatan.

Hal ini tidak boleh dianggap remeh karena ini subtansinya adalah kedaulatan NKRI serta menyangkut kewibawaan hukum di Indonesia.“Sudarmi atau siapapun yang membantu menyembunyikan imigran gelap bisa dikenakan pidana tersebut sesuai pasal 54  dengan ancaman pidana kurungan penjara dan atau dendan 25 juta” tambah Anam

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1992 Tentang Keimigrasian Pasal 54 Setiap orang yang dengan sengaja menyembunyikan, melindungi, memberi ruang menetap, memberi penghidupan atau pekerjaan kepada orang asing yang diketahui atau patut diduga:

1) pernah diusir atau dideportasi dan berada kembali di wilayah Indonesia secara tidak sah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 30.000.000, – (tiga puluh juta rupiah);

2) berada di wilayah Indonesia secara tidak sah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)  tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 25.000.000, – (dua puluh lima juta rupiah);

3) izin keimigrasiannya habis berlaku, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 5.000.000, – (lima juta rupiah).

Sementara itu pabrik distributor es krim yang diduga belum berizin sesuai UU/23/2014. Sudah menjadi target tindakan oleh Dinas Ketenaga Kerjaan Madiun untuk dilakukan pembinaan. Karena juga status Xuji sebagai tenaga Ahli atau mempekerjakan warga asing.

Darmi selaku manager ketika dikonfirmasi melalui nomor selulernya  081334009369 – 085735854990 hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan terang sifaul Anam.(and/ari)

Comments

comments



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.