Lombok, Dari Wisatawan Denmark Hingga Stok Darah Unit Donor Darah PMI

oleh
Lombok, Dari Wisatawan Denmark Hingga Stok Darah Unit Donor Darah PMI

SOROTINDONESIA.COM, Lombok – Gempa susulan masih terjadi di Nusa Tenggara Barat pada Minggu, (5/8/2018) sekitar pukul 18:46 WIB, berkekuatan 7 Skala Richter (SR) berlokasi di 8, 37 LS, 116.4 BT dengan kedalaman 15 kilometer barat laut Lombok Timur, NTB berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat. Ribuan turis asing dan domestik dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Lombok Utara. Tidak ada korban jiwa dari wisatawan di sana. Evakuasi menggunakan 3 kapal. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya menuturkan, saat ini proses evakuasi terus dilakukan. Tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) telah melakukan lima tahap evakuasi pada Senin siang.

Malam itu menjadi pengalaman tersendiri bagi para turis asing. Bahkan, mungkin ini pengalaman pertama mereka merasakan gempa besar. Freya (23) misalkan, turis asal negara Denmark ini bersama lima anggota keluarganya berada di Gili saat gempa mengguncang.

“Pada saat gempa terjadi, saya berada di daerah Gili dari hari sabtu, di sana goncangan sangat hebat, sehingga kami shock dan panik,” kata Freya menceritakan pengalamannya pada tim medis PMI. Menurutnya, peristiwa gempa kedua ini benar-benar membuat panik dirinya dan keluarganya.

Dia merasa, proses evakuasi terhadap ribuan orang wisatawan di Gili membuat situasi cukup menegangkan. Semua orang berebut untuk mendapatkan bantuan hingga terjadi dorong mendorong saat memasuki kapal. Dia bahkan sempat tersungkur dan jatuh.

Mahfudz, Tim Medis PMI yang menangani Freya menyatakan turis asal Denmark ini mengalami luka dan dislokasi (cedera pada sendi kaki kanan). Hal serupa terjadi pula pada wisatawan lainnya, “Sampai saat ini sudah ada tiga wisatawan asing yang kami tangani, kebanyakan mereka mengalami keseleo dan cidera kaki akibat panik saat berlarian saat terjadi gempa,” ujar Mahfud.

Jaga Pasokan Darah

Sementara itu, Unit Donor Darah (UDD) Pusat PMI, saat ini sedang berupaya untuk menjaga ketersediaan darah untuk warga Nusa Tenggara Barat. Caranya, dengan memperkuat regional 4 yaitu daerah Jawa Timur, NTT, NTB dan Bali. Dengan sistem regionalisai ini UDD akan saling membantu untuk menjaga ketersediaan darah, dan memastikan tidak terjadi kekurangan stock darah di NTB.

“Hasil Laporan UDD Lombok Barat saat ini, stok darah yang ada masih terhitung aman, dan rencananya hari ini (6/8/2018), UDD Lombok Barat akan mengadakan donor darah massal dan terus melakukan inventaris kebutuhan jumlah darah dan komponen darah di 26 Rumah Sakit (RS). “Jelas Ketua Bidang UDD PMI, dr. Linda Lukitari Waseso.

Data stock darah di UDD Lombok Barat hingga hari ini untuk golongan darah A sebanyak 38 kantong, Golongan darah B 96 kantong, AB sebanyak 35 kantong dan 0 sebanyak 34 kantong.

Saat ini persediaan darah sudah mulai didistribusikan ke RSUP NTB sebanyak 47 kantong, kemudian RSUD kota Mataram sebanyak 35 kantong, RSUD Lombok Barat sebanyak 10 kantong, dan RSUD Tanjung sebanyak 48 kantong.

“UDD Pusat sebagai Pembina UDD PMI di seluruh Indonesia melakukan respon cepat dengan mengirimkan 150 kantong darah , dan diikuti beberapa UDD PMI lainnya yang juga ikut serta mengirimkan bantuan seperti, UDD Solo yang akan mengirimkan 50 kantong darah pada sore hari ini. Dan untuk mem-back-up stock darah, akan di cukupi oleh Regional 4 jika memang nantinya akan diperlukan. Menyusul UDD Sidoarjo yang juga ikut mengirimkan sebanyak 150 kantong darah hari ini p (7/8/2018)”. Lapor Kepala Unit Donor DArah Pusat PMI, dr. Ria Syafitri.

Unit Donor Darah Lombok Timur melaporkan stock darah yang tersedia juga masih terhitung aman. Dengan jumlah stock darah A sebanyak 10 kantong, B sebanyak 4 kantong, AB sebanyak 6 kantong dan O sebanyak 17 kantong. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bidang Rekrutmen dan Pembinaan Donor UDD Pusat PMI, dr. Lilis Wijaya (082123459337) dan Staff Humas, Risa Oktavia (083820521283). (arh)

Comments

comments