LIPAN Laksanakan Pematokan Tanah Di Jelekong Baleendah

oleh -
LIPAN Laksanakan Pematokan Tanah Di Jelekong Baleendah

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com.- Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara (LIPAN) melaksanakan pematokan sejumlah bidang tanah di wilayah Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (28/12/2018).

Proses pematokan bidang tanah ini berdasarkan pada adanya aduan dan permohonan perlindungan hukum dari ahli waris dan kuasa ahli waris, diantaranya Edi Sanusi, atas upaya dugaan penyerobotan tanah oleh pihak lain seluas lebih kurang 156 hektar yang sudah dilakukan investigasi oleh LIPAN di lokasi objek tanah tersebut dan ke berbagai instansi.

Lokasi tanah yang sedang dalam proses investigasi LIPAN itu sendiri berada di Kelurahan Manggahang dan Kelurahan Jekekong.

Sebelum dilaksanakan pematokan, tim yang dipimpin langsung oleh Ketua LIPAN Jawa Barat, Toto Sunarto, didampingi Ketua Umum LIPAN Harun S Prayitno beserta jajaran, mengunjungi Kantor Kecamatan Ciparay dan Kantor Kelurahan Jelekong untuk memastikan data lokasi dan pemberitahuan upaya langkah pematokan.

“Hari ini kita melakukan investigasi ke daerah Desa Jelekong untuk pemasangan patok, dikarenakan berkas-berkas legal standing-nya aman, bersih, kita sudah koordinasi dan cek ke Kelurahan dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung,” ungkap Toto Sunarto kepada wartawan.

Dijelaskan oleh Toto, “Ada hampir 75 legal standing, terdiri dari atas nama para ahli waris yang sudah dikuasakan kepada salasatu PT, yakni Sumber Bumi Pajajaran yang kedudukannya di Kota Bandung,” jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Toto, “Hasil investigasi kami, sebagian lahan kurang lebih 18 persen diduduki oleh pihak lain,” ujarnya, tanpa menyebutkan pihak lain yang dimaksud.

“Tanah yang diduduki juga yang digunakan untuk perumahan ternyata itu tidak melaksanakan apa yang dilaksanakan oleh BPN, warkah tersebut pun kemarin kita cek ke lokasi desa, ternyata tidak meminta kepada desa, melainkan itu SPH dari mungkin hak pakai,” terangnya.

“Hasil investigasi ini kami sudah lanjutkan ke Pak Presiden,” tegasnya.

Kesempatan yang sama, Ketua Umum LIPAN RI, Harun S Prayitno kepada wartawan menyebutkan, “Menindaklanjuti laporan masyarakat, salasatu ahli waris Herniawan, bahwa ada indikasi di lokasi Kelurahan Jelekong dan Manggahang, ada sebagian lahan yang dimanfaatkan oleh pihak lain sekiranya ada indikasi menjadi sertifikat hak milik,” sebutnya.

“Berdasarkan tindak lanjut dari LIPAN Jawa Barat, kami dari pusat mencoba membantu untuk investigasi mengenai data yuridis yang ada di Desa Jelekong serta Manggahang terkait surat keterangan girik leter C, tidak sengketa, alhamdulillah dari hasil investigasi semua dokumennya ada, lengkap. Dengan dasar itu kemudian kita cek ke PPAT yang ada di kecamatan, alhamdulillah semua dokumen original ada atas nama pembeli awal Herniawan,” jelas Harun.

“Atas dasar itu kami berani melakukan pematokan, sesuai petunjuk ahli waris. Kami amankan yang masih kosong dulu, sedangkan nanti kemudian apabila di lokasi tersebut ada sebagian yang sudah menjadi hak milik atas nama orang lain, kita nanti akan telusuri, secara mediasi atau jalur hukum,” tegas Harun.

“Hari ini kita patok 55 dokumen yang benar-benar lahannya kosong,” tambah Harun lagi.

Kuasa ahli waris yang ikut hadir pada kegiatan itu, Edi Sanusi, mengatakan, “Dengan bantuan dari LIPAN, harapan kami persoalannya menjadi tuntas. Karena sudah sekian lama persoalannya terbengkalai disebabkan ada yang menduduki,” kata Edi.

Edi Sanusi bersama Harun Prayitno dan Toto Sunarto dari LIPAN saat memberikan keterangannya kepada awak media, Jumat (28/12/2018).

Ditemui dikantornya, Lurah Jelekong, Mujijat, saat diwawancarai oleh wartawan mengatakan bahwa kehadiran Pak Edi bersama LIPAN ke kantornya adalah untuk menanyakan kejelasan tanah atas nama keluarganya.

“Ya, Pak Edi mengkonfirmasi status tanah atas nama keluarganya,” kata Mujijat.

Terkait pematokan, dikatakan oleh Mujijat, “Kami persilahkan, namun jika ada reaksi, diharapkan ada musyawarah. Tentunya kami disini juga ingin ada kejelasan siapa pemiliknya. Tapi kami harapkan ya adanya musyawarah,” ujarnya lagi.[St]

 

Comments

comments