Lakukan Validasi TKSK Tembalang Temukan Data KPM Bermasalah

oleh
KPM

Semarang – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) melalui mekanisme akun elektronik dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masyarakat berhak mendapatkan bantuan sebesar 110 ribu. KKS diterima dalam bentuk barang bahan pangan. Program BPNT dimaksudkan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Kasi Kesos Tembalang Semarang Nur Aini bersama TKSK Tembalang dan beberapa Kesos melaksanakan rapat koordinasi dan menyampaikan perlu adanya verifikasi ulang terhadap data di BNI. BNI ditunjuk oleh pemerintah sebagai Himbara (Himpunan Bank Negara) yang bertugas sebagai pelaksana penyalur kartu BPNT. TKSK Tembalang Semarang Dwi Supratiwi menyatakan sampai sekarang terdapat kartu yang belum diambil oleh KPM karena adanya data yang tidak sesuai. Hasil verifikasi data penerima manfaat terdapat nama orang yang sudah meninggal dunia, pindah rumah, penerima ganda, tidak diketahui dan bahkan terdapat beberapa keluarga yang mampu secara ekonomi. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Kesos di hadapan peserta rapat kemarin (01/11), “Dari 412 kartu yang diberikan oleh BNI, telah kami lakukan ferivikasi. Ternyata ada KPM yang sudah meninggal dunia, pindah, dalam kategori keluarga mampu dan tidak ditemukan alamatnya. Bahkan dan ada juga yang terdata dobel. Yaitu BPNT PKH dan Non PKH” kata Tiwi. “Dari hasil rakord tadi akhirnya dipastikan yang belum mengambil ada 147 KPM. Dan menurut rencana pengambilan kartu akan dilaksanakan 9-10 bulan depan (November)” imbuhnya menerangkan.

Tiwi juga menyampaikan komplain dari masyarakat mengenai adanya gangguan teknis, “sebagian masyarakat yang sudah menerima mengalami gagal burekol (buka rekening kolektif). Jumlahnya ada 69 kartu” Ungkap Tiwi.

Menjawab hal tersebut Arief Nugroho dan Rakhmat Kurniawan Putranto yang hadir mewakili pihak BNI menyatakan program BPNT mengikuti data hasil koordinasi hari ini bersama TKSK dan Kesos. Ia juga mengatakan pihaknya secara teknis pada 9-10 november mendatang akan siap di kantor kecamatan tembalang mulai jam 09.00 hingga jam 14.00. Menyikapi adanya kartu gagal burekol ia nyatakan secepatnya akan diusahakan untuk berkoordinasi dengan pusat agar sesegera mungkin dapat diakses atau mendapat ganti kartu baru.

Sementara itu Kabid PFM (Penanganan Fakir Miskin) Semarang Primasari YS berharap dengan adanya rakor antara Kasi Kesos, TKSK dengan BNI terkait KKS yang masih tersisa dapat segera terselesaikan dengam baik. Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas kinerja para Kesos dan TKSK dalam mengawal pelaksanaan program BPNT, “Ini semua berkat kegigihan teman-teman kesos kelurahan dan TKSK dalam menverifikasi dan validasi data kpm sehingga bantuan dari pemerintah dapat tersalur dan tepat sasaran” Kata Prima.

Hasil validasi dari 412 KKS yang ada terdapat 35 penerima ganda (terdata dalam BPNT PKH dan BPNT non PKH), gagal burekol 69 kartu, 44 KPM tercatat sudah meninggal dunia, 31 orang sudah pindah alamat, 3 KPM tidak diketemukan, dan 81 orang dalam kategori golongan keluarga mampu.

Comments

comments