Konferensi Palang Merah Remaja, Tegaskan Remaja Harus Berkarakter Positif Dan Kuat

oleh -
Gunawan Permadi, Pimred Suara Merdeka menjadi salah satu narasumber tentang media sosial, saat Konferensi PMR Se-Jateng di Markas PMI Jateng, Semarang.
Gunawan Permadi, Pimred Suara Merdeka menjadi salah satu narasumber tentang media sosial, saat Konferensi PMR Se-Jateng di Markas PMI Jateng, Semarang.

SOROTINDONESIA.COM || Semarang – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Relawan, Sarwa Pramana, menegaskan bahwa remaja harus memiliki karakter positif dan kuat, “Sebagai remaja dan anggota PMR (Palang Merah Remaja), harus selalu bersih, sehat, peduli, kreatif, bisa bekerjasama, bersahabat, ceria dan selalu mengasah kepemimpinan,” kata Sarwa saat membuka Konferensi Palang Merah Indonesia Remaja (PMR) Provinsi Jawa Tengah di aula Markas PMI Jawa Tengah, Jalan Arumsari Sambiroto Tembalang, Kota Semarang, Selasa siang (14/8/2018), “sebagai calon pemimpin, remaja harus berjiwa kepemimpinan dengan karakter positif dan kuat,” ucapnya menegaskan.

Lebih lanjut, Sarwa mengingatkan akan masa depan bangsa Indonesia, karena itu remaja harus selalu mengikuti perkembangan dan tidak meninggalkan budaya Jawa yang sarat akan nilai luhur budaya bangsa.
“Calon pemimpin masa depan, tidak hanya cukup punya bekal pengetahuan dan keahlian saja, namun juga harus memahami kearifan lokal maupun budaya setempat. Satu daerah dengan daerah lain, tentu memiliki aneka bahasa dan cara tersendiri, sehingga menghargai budaya masyarakat merupakan hal penting bagi calon pemimpin,” terang Sarwa yang juga Kalakhar BPBD Jawa Tengah.

Mengangkat tema ‘Relawan Muda Peduli Sesama dan Peduli lingkungan’, Konferensi diikuti oleh 35 siswa perwakilan anggota PMR dari 35 kabupaten-kota di Jawa Tengah tingkat Wira (SMA, SMK, MA) sejak hari ini sampai Kamis (16/08) juga menghadirkan wartawan senior, Gunawan Permadi, Pria yang saat ini juga menjabat Pengurus Bidang Relawan PMI Jateng dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa menggunakan media sosial harus beretika dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
“Media sosial sangat mudah digunakan dan sangat cepat penyebaran informasinya, sehingga saring informasi yang didapat sebelum sharing atau menyebarkannya,” ingat Gunawan yang juga Pemimpin Redaksi Koran Suara Merdeka.

Saat bencana, informasi dari media sosial lebih cepat tersebar daripada koran maupun saluran berita lainnya. “Kita harus hati-hati dalam ber-media sosial, jangan sampai menjadikan keresahan, misal ada info banjir atau gempa, bila tidak detail dan jelas sumbernya, jangan disebarkan. Harus bijak menyikapi kondisi dan gunakan media sosial untuk memperkuat informasinya, misal tentang kebutuhan yang diperlukan maupun hal lainny yang bersifat positi dan membantu,” jelasnya.

Selama konferensi, peserta diberikan bekal pula tentang penggunaan dan etika menggunakan media sosial, jurnalistik remaja, dan pengenalan lingkungan dengan objek materi sekolah sungai. Ditambahkan, pembinaan generasi muda berkarakter menjadi program kerja tahunan PMI Jawa Tengah. (arh)

Ekspresi ceria dan antusias ditunjukkan peserta Konferensi PMR Se-Jateng saat sesi perkenalan diri di Markas PMI Jateng, Semarang
Ekspresi ceria dan antusias ditunjukkan peserta Konferensi PMR Se-Jateng saat sesi perkenalan diri di Markas PMI Jateng, Semarang

Comments

comments