Komponen Masyarakat Jabar Dukung Gagasan Pangdam Siliwangi untuk Satu Komando di Citarum Harum

oleh

BANDUNG – Komponen masyarakat Jawa Barat seperti diantaranya dari kalangan ulama, birokrat, Perhutani, PTPN VIII, BPDAS, budayawan, seniman, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, Ormas, aparatur pemerintahan desa/kelurahan, dan warga menyatakan sepakat, mendukung dan siap bahu membahu untuk konsep program Citarum Harum yang dicanangkan oleh Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo beserta Pemprov Jabar.

Hal tersebut dinyatakan oleh komponen masyarakat saat bertemu dan berkumpul di Lapang Sepakbola Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Minggu (3/12/2017).

Pada kesempatan tersebut, Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo memaparkan konsep Citarum Harum, “Perbaikan kawasan Sungai Citarum ini tidak akan optimal bila masyarakat yang menjadi harapan di kawasan hulu belum sejahtera,” ucap Pangdam diawal paparannya tentang Citarum Harum.

“Ini sebuah momen bagi kami jajaran Kodam Siliwangi untuk mengumpulkan begitu banyak masukan-masukan yang intinya sebagai bahan bagi kami untuk memberikan sebuah konsep kepada pemerintah yang dalam hal ini pemerintah provinsi Jabar,” ujar Pangdam.

Dijelaskan lagi oleh Pangdam, “Kodam Siliwangi sudah ikut terlibat dalam kegiatan (Citarum) selama kurang lebih dua tahun, dimana salasatu tugas pokok Kodam Siliwangi adalah menjadi bagian membersihkan Sungai Citarum,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan selama ini sesuatu yang merugikan, menghabiskan energi, waktu, dan biaya. Karena sampah selalu muncul kembali setelah dibersihkan. “Seperti yang dikatakan oleh beberapa tokoh, seperti Kang Memet dan Kang Wawan, kita sudah sama-sama bekerja, tapi kita belum bekerjasama. Sehingga saya sampaikan kepada Gubernur, saran saya komandonya (Citarum Harum) harus terpusat, harus satu kesatuan komando. Saya mengharapkan dalam rencana kerja ke depan, pimpinan atau komandan kita adalah Gubernur Jawa Barat. Saya beserta seluruh instansi terkait dengan kementerian dan lembaga-lembaga ada itu berada dalam satu komando yang jelas,” urai Pangdam.

Diceritakan oleh Pangdam, kita sangat tergantung pada air permukaan, air yang berasal dari hutan. Ketika hutan ditebang, ketika hutan tidak ada lagi, mata air akan berkurang, bahkan hilang. Sungai tidak ada airnya. Maka sawah kita akan rusak, banyak masalah yang akan muncul. Kondisi ini tentunya harus menjadi bagian dari upaya kita. “Kami, Kodam Siliwangi tentunya ingin memberikan energi yang kami miliki. Kodam Siliwangi akan total mengabdi sehingga maung siliwangi akan bisa mengaum di semua lini, khususnya di DAS Citarum,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut dikatakan oleh Pangdam, Dalam proses ini kami tidak mungkin sendiri, sampai kemarin kami sudah melakukan 7 kali pertemuan dengan berbagai kelompok. Saya ingin yang sudah berpengalaman melakukan penelitian tentang Citarum ini bisa memberi masukan kepada kami apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum. Kedepan kita bersama-sama dalam mewujudkan harapan bersama yaitu mengembalikan Citarum sebagai sungai yang fungsinya ada ekosistem yang bisa dinikmati, dikelola dan dimanfaatkan.

“Kalau kerusakan ekosistem (Sungai Citarum) dibiarkan, maka dampaknya akan lebih dahsyat dari terorisme. Menyelesaikan persoalan itu, maka satu kata, harus satu komando,” tegas Pangdam.

“Marilah kita bersama-sama, pejabat bisa datang dan pergi, tapi hari ini kita bisa membangun dengan benar merawat Citarum,” ajak Pangdam.

Dikesempatan itu Pangdam atas nama Kodam Siliwangi memberikan sumbangannya bagi masyarakat sebanyak 40.000 bibit pohon tarum. Pohon yang menjadi ciri Sungai Citarum. Pohon ini merupakan pohon yang bernilai ekonomi, diantaranya untuk pakan ternak. “Silahkan untuk bapak-bapak kades, setelah ini bisa mendaftar (untuk pengambilan bibit pohon), tahap pertama kami siapkan 6.000 bibit pohon tarum. Kami akan tambah terus, kami tidak ingin memberikan bibit pohon yang tingginya kurang dari 1 meter, nanti pohonnya bisa mati. Saya ingin semua bibit pohon yang keluar dari pembenihan itu bibit yang berkualitas. Jadi kalau rakyat menanam 10, yang tumbuh 10. Kami tidak bangga jika tanam 100-200 ribu bibit pohon, tapi yang jadi hanya 200,” ucap Pangdam lagi.

Kegiatan sosialisasi Citarum Harum tersebut dihadiri diantaranya oleh pejabat utama Kodam Siliwangi beserta jajaran, perwakilan Polda Jabar Kombes Pol Sudrajat, Kepala Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Barat H Anang, seniman Tisna Sanjaya yang akan menjadi ikon Kabayan jaman now untuk pelestarian dan kebersihan Citarum, Bupati Kabupaten Bandung Dadang M Nasser beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, tokoh masyarakat Sarongge Cianjur, perwakilan Ormas FKPPI, Pemuda Pancasila, LSM PMPR Indonesia, pegiat lingkungan, jajaran Arta Graha Peduli, dan para tamu undangan lainnya. [St]

Warga Sarongge digelaran Citarum Harum di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, (3/12/2017).
Tosca Santoso bersama masyarakat Sarongge yang bercerita tentang alih komoditas dari merambah hutan ke ekonomi produktif serta program menghutankan kembali Gede Pangrango dihadapan Pangdam Siliwangi dan pejabat daerah yang hadir beserta tamu undangan di acara silaturahmi Pangdam Siliwangi bersama masyarakat DAS Citarum, Minggu (3/12/2017).

Comments

comments