Kolonel Yusep Hadiri Peresmian Incinerator Di Pondok Pesantren Al Falah Nagreg

oleh -
Kolonel Yusep Hadiri Peresmian Incinerator Di Pondok Pesantren Al Falah Nagreg

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., bersama pimpinan Pondok Pesantren Al Falah, meresmikan pemanfaatan mesin pengolah sampah (incinerator) yang berlokasi di Jl. Raya Nagreg Km 38, Desa Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (14/4/2019).

Incinerator yang digagas Satgas Citarum ini dibangun atas kerjasama pondok pesantren Al Falah dengan beberapa pihak yang peduli terhadap lingkungan dan sebagai wujud percepatan Citarum Harum sesuai amanat Perpres No. 15 tahun 2018.

Dikisahkan oleh Kolonel Yusep, “Incinetator ini hasil prakarsa dari Universitas Telkom (Tel-U). Kurang lebih satu bulan yang lalu kita mendapat informasi bahwa di Al Falah ini memiliki kurang lebih 3.500 santri,” kata Yusep.

“Ada kendala disini, yakni masalah pengangkatan sampah. Saya pikir kalau santri sebanyak itu sampahnya bisa dikelola di pesantrennya, lebih bagus, sehingga kami berkoordinasi dengan beberapa pihak. Ada pihak penggagas mesin incenerator maupun ada yang memberikan bantuan modal untuk pembelian incenerator tersebut, sehingga bisa kita tempatkan disini,” jelasnya.

“Ternyata pembangunannya tidak lebih dari satu bulan, hari ini sudah bisa diresmikan dan bisa digunakan. Untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, Pak Ano, Pak Agus, Pak Joko, terutama kepada Pak Kyai yang sudah berkenan menerima kita Satgas Citarum Harum ini untuk kita sama-sama kedepannya mengembalikan lingkungan kita yang selama ini dianggap kurang bagus,” tutur Kolonel Yusep.

Mengacu pada Perpres No. 15 tahun 2018, lanjutnya, kita kembalikan ekosistem DAS Citarum yang salasatu penyebab rusaknya Sungai Citarum ini adalah sampah.

“Inilah bentuk kegiatan kita, salasatu solusi bagaimana sampah tidak masuk ke sungai. Sudah ada sarana incinerator yang dibangun di sekitar DAS Citarum atas inisiatif pemerintah. Tapi di Pesantren Al Falah ini datangnya dari bawah, dari warga masyarakat yang ikut peduli terhadap lingkungan, sehingga bisa membangun incinerator secara mandiri,” ungkap Kolonel Yusep ¬†yang berkesempatan meletakkan batu pertama pembangunan incinerator Al Falah pada tanggal 3 April 2019 lalu.

“Mudah-mudahan ini menjadi contoh, karena memang Jabar perlu banyak sekali sarana pengolahan sampah seperti ini. Kita ketahui bahwa TPA yang ada di Sarimukti hanya bisa menampung kurang lebih 20 persen total sampah tiap harinya. Selebihnya masih beredar di lingkungan. Nah, ini harus segera kita perbaiki semuanya,” urai Kolonel Yusep.

Pimpinan Ponpes Al Falah, KH Cecep Abdullah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat dengan diadakannya pembangunan Incinerator ini yang akan banyak membantu bagi warga Pesantren Al Falah.

“Selama ini yang menjadi salasatu masalah di pesantren yaitu sampah. Tentunya dengan adanya mesin ini merupakan sesuatu yang membahagiakan kami untuk bisa mengolah sampah. Satu sisi bisa menjadi bahan untuk pupuk, satu sisi menjadi kontribusi bernilai ekonomi. Sesuai dengan motto santri, santri itu harus sehat aman tertib rapih dan indah,” terang KH Cecep.

“Tim dari Pak Kolonel Yusep ini dalam beberapa hari telah berjuang keras dan bisa mewujudkan mesin ini. Kita sekarang harus lebih giat memberdayakan sampah. Semoga dengan mesin ini (incinerator), sampah menjadi berkah,” harapnya.

Kegiatan peresmian incinerator yang berbahan bakar solar dan air dengan perbandingan sekitar 1:3 ini ditandai dengan memasukkan sampah ke dalam mesin oleh Kolonel Yusep. Mesin ini diklaim bisa memusnahkan sampah sebanyak satu ton perhari (8 jam).[St]

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., mencoba operasi mesin incinerator di Pondok Pesantren Al Falah, Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (14/4/2019). [Foto/Elly]
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., mencoba operasi mesin incinerator yang baru diresmikan di Pondok Pesantren Al Falah, Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (14/4/2019). [Foto/Elly]

Comments

comments