Kolaborasi Satgas Citarum Sektor 21 Bersama Komponen Masyarakat Di Sungai Citepus Akan Dijadikan Percontohan Oleh BBWS Citarum

oleh -
Kolaborasi Satgas Citarum Sektor 21 Bersama Komponen Masyarakat Di Sungai Citepus Akan Dijadikan Percontohan Oleh BBWS Citarum

sorotindonesia.com, BANDUNG,- Dalam rangka publikasi dan refleksi dua tahun Citarum Harum, Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., bersama sinergitas pentahelix melaksanakan safari bertajuk Satu Hari Bersama Dansektor 21 dengan melakukan kunjungan ke Sungai Citepus, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi, Selasa (14/1/2020).

Pengecekan Hasil Pengerukan Sedimentasi Sungai Citepus Dan Pembongkaran Bangunan Untuk Jalan Inspeksi

Rangkaian kunjungan pertama dalam kegiatan safari tersebut adalah ke Sungai Citepus yang berada diantara Kelurahan Pasawahan dan Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot. Kegiatan itu turut dihadiri oleh pihak BBWS Citarum, R. Yayat Yuliana, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan I SDA Citarum, Lurah Pesawahan Mamet Slamet, Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi, dan para Ketua RW dan RT, serta tokoh masyarakat meninjau hasil pengerukan sungai di stockpile dan rencana pembuatan jalan inspeksi Sungai Citepus yang menghubungkan antara Kampung Sekeandur (RW 8) dan Kampung Bojongsereuh (RW 7) Desa Cangkuang Wetan.

“Usai pekerjaan pengerukan yang diinisiasi oleh Satgas Citarum Sektor 21, alhamdulillah, hujan besar pada awal tahun 2020 kemarin disini sudah tidak lagi tergenang banjir,” kata Ketua RW 08, Dudi Karyana.

Harapan warga, setelah pengerukan tersebut, dapat terwujud jalan tembus Cisirung-Cibiuk yang bisa dilewati kendaraan melalui bantaran atau sempadan sungai.

Dansektor 21 Satgas Citarum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, menjelaskan pada kesempatan tersebut kepada pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir bahwa kegiatan kunjungan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan dorongan dari awak media yang ingin mengetahui progres Citarum Harum khususnya di Sektor 21. “Ini sudah tahun ke 2 Citarum Harum, saya ditanya sampai sejauh mana sih kemajuan yang sudah dilaksanakan,” jelasnya.

“Satu yang menonjol disini dan didukung oleh masyarakat yang ikhlas dan bersedia mengorbankan bangunan serta halaman rumahnya yang berada di bantaran sungai, untuk pembuatan jalan akses,” ucap Kolonel Yusep.

Selanjutnya Kolonel Yusep mendorong BBWS agar membantu pembuatan jalan akses untuk inspeksi ini yang bisa bermanfaat buat warga masyarakat.

“BBWS menjaga jalan inspeksi ini, supaya tidak lagi tertutup. Caranya, dengan membuat jalan yang representatif. Sehingga bagi BBWS bisa memanfaatkan untuk inspeksi jalan itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan untuk ekonomi, akses jalan untuk yang sakit, dan lain-lain, karena dari Bojongseureuh bila ada yang sakit keras harus ditandu hingga ke Sekeandur yang memungkinkan mobil ambulans masuk,” harapnya.

Kesempatan yang sama, R. Yayat Yuliana mengungkapkan, “Pada tahun 2020 ini, insya Allah, saya sedang mengupayakan dana dari hasil evaluasi tahun 2019 untuk jalan inspeksi ini. BBWS sudah terbantu, pengerukan sudah ada di Sektor 21 ini, kebetulan di kami itu dananya tidak ujug-ujug (tiba-tiba) ada, tapi menunggu dari sisa-sisa lelang,” ungkap Yayat.

“Saya berterimakasih atas kolaborasi disini yang sangat bagus, dan saya akan sosialisasikan terhadap Sektor yang lain supaya Sektor 21 ini menjadi percontohan,” kata R. Yayat Yuliana, Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan I SDA Citarum.

Lurah Pasawahan, Mamet Slamet, menyatakan menyambut baik rencana pembuatan jalan akses. “Kami dari Kelurahan Pasawahan sangat menyambut baik rencana dari Sektor 21, khususnya pembukaan akses jalan inspeksi. Memang ada kendala dari beberapa rumah, tapi warga juga ada kesadaran. Tapi harapannya (warga) adalah jangan sampai bangunan sudah dibongkar, tapi ternyata pembuatan jalannya masih lama,” ucapnya.

Ditekankan oleh Lurah Pasawahan ini, bahwa pihaknya siap membantu dan bekerjasama. “Kami siap membantu dalam hal gotong royong pembersihan sempadan. Karena warga juga sudah merasakan dengan sekarang musim hujan, warga tidak merasa dampak banjir,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi mengatakan, “Alhamdulillah, saat ini kita bisa berkumpul. Harapan kami, bahwa di RW 07 yang hari ini sudah ada pembongkaran seperti ini, merupakan hal yang luar biasa, yang jelas dari Desa Cangkuang Wetan insya Allah akan membantu bersama-sama menyukseskan program,” ucapnya.

Kepala Desa menambahkan, “Kemudian kami juga berharap jalan tembusan ke RW 09 kira-kira diagendakannya kapan agar clear. Karena kita punya agenda, jalan dari Rancamanyar RW 01 dan RW 02 tembus ke RW 09, RW 08 kemudian RW 07 langsung ke RW 12. Jadi, terbentuk jalan lingkar. Barangkali agenda ini bisa dikolaborasikan dan direalisasikan ke warga, tentunya sangat manfaat sekali bagi masyarakat,” harap Asep Kusmiadi.

Pengecekan IPAL PT Alenatex Dayeuhkolot

Seusai peninjauan ke Sungai Citepus, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., beserta rombongan dari BBWS Citarum, Lurah Pasawahan, awak media, dan elemen masyarakat mengunjungi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) PT Alenatex, Jl. Moh. Toha, Kabupaten Bandung.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Penaatan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Bandung, Endang Widayati, dan Kasie Penaatan Hukum, Robby Dewantara.

Diterima oleh Manager Umum PT Alenatex, Andre, rombongan mencermati pembangunan IPAL yang telah dilaksanakan oleh perusahaan tersebut.

“Awalnya limbah pabrik Alenatex ini dialirkan ke IPAL Cisirung, karena memang IPAL komunal tersebut tidak mampu menampung limbah dari 24 pabrik langganannya, sehingga Alenatex ini membuat IPAL mandiri dari nol. Ada beberapa pabrik yang seperti ini,” jelas Kolonel Yusep kepada awak media usai pengecekan.

“Kalau di Cimahi rata-rata meningkatkan kapasitas IPAL, dari misalnya 1.000 menjadi 2.000,” ujarnya.

Kesempatan yang sama, Andre menjelaskan bahwa proses pembangunan IPAL memakan waktu kurang lebih satu tahun. “Kurang lebih kita memerlukan waktu satu tahun mulai dari proses proyek hingga kita anggap sempurna,” ucapnya.

Untuk metode pengolahan, Andre menerangkan, “Kita saat ini ini menggunakan metode pengolahan kimia dan biologi dengan faktor biologi yang lebih menonjol, kita upayakan kimia seminimal mungkin,” terangnya.

Diungkapkan oleh Andre bahwa pembangunan IPAL mandiri tersebut, salasatu alasannya adalah wujud perusahaan mendukung lingkungan.

“Ini salasatu wujud perusahaan mendukung lingkungan serta dorongan Pak Dansektor melalui Citarum Harum, ya kami mengharapkan berbuat sesuatu yang lebih baik untuk lingkungan. Alhamdulillah, dengan bimbingan beliau, semua ini bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Andre.

“Kapasitas IPAL yang dibangun adalah 4.000 meter kubik, tetapi yang diolah saat ini sekitar 2.000 hingga 2.500 meter kubik perhari,” ungkap Andre lagi.

Ditanya terkait dengan parameter limbah yang diterapkan oleh Dansektor, dijawab oleh Andre, “Kami tidak ada kesulitan, selama ini kita bisa capai. Saat ini air olahan kita recycle untuk digunakan kembali sebagai bahan baku produksi kita,” ujarnya.

Andre juga mengaku dengan memanfaatkan recycle bisa menambah benefit. “Dengan recycle kita tidak perlu menambah cost lain lagi, pengolahannya juga lebih ringan,” pungkas Andre.

Satgas Citarum dalam menangani perilaku industri ini juga berkolaborasi dengan stakeholder terkait dalam hal pembinaan dan penindakan hukum. Endang Widayati saat diwawancarai wartawan menjelaskan, “Sektor industri adalah salasatu pencemar di Sungai Citarum, tugas kami adalah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha terutama industri yang secara fisik banyak mengeluarkan limbah dengan karakteristik yang tinggi. Jadi, dasar penindakan kami adalah perusahaan harus memenuhi baku mutu air limbah selain izin pengeluaran air limbah,” jelasnya.

[St]

Comments

comments