Kodam Siliwangi dan Pemkab Karawang Gelar Sosialisasi Penataan Sungai Citarum Kepada 71 Perusahaan

oleh

KARAWANG,- Jajaran Kodam Siliwangi yang bertugas dalam program Citarum Harum dan Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar sosialisasi terkait dengan Penataan Sungai Citarum di wilayah Kabupaten Karawang. Kegiatan ini sekaligus mengundang 81 perusahaan swasta dan BUMD terutama yang berada di sekitar kawasan DAS Citarum. Acara ini dilaksanakan di Hotel Mercure, Kabupaten Karawang, Rabu (14/2/2018).

Hadir pada kesempatan itu Bupati Kabupaten Karawang Cellica Nurrachadiana, 6 (enam) Komandan Sektor Citarum Harum diantaranya, Kolonel Utoh Z, Kolonel Marpaung, Kolonel Agoes Hari, Kolonel Asep Nurdin, Kolonel Samudro, Kolonel Agus Riyanto, Ketua DPRD Kabupaten Karawang Toto Suripto, Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, Asda I Pemkab Karawang Samsuri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang Wawan Setiawan, Camat dan Lurah, para pegiat dan aktifis lingkungan, serta tamu undangan.

Sayangnya, dari 81 perusahaan yang diundang dan dalam acara itu diabsen langsung kehadirannya oleh Samsuri, sekitar 10 lainnya tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas, satu diantaranya adalah RSUD Karawang.

Mengawali pemaparan, Samsuri menyebutkan dari sekitar 280 Km panjang Sungai Citarum dari Situ Cisanti sampai Muara Gembong, 120 Km diantaranya melintas di Kabupaten Karawang. “Sebanyak 81 perusahaan yang diundang, adalah perusahaan yang berpotensi sebagai produsen limbah ke sepanjang Sungai Citarum. Harapannya, dengan sosialisasi ini perusahaan bisa memperbaiki sesuai regulasi,” ujar Samsuri.

Selanjutnya, Kolonel Inf. Utoh Z menjelaskan, Kodam telah membagi 120 Km Sungai Citarum di wilayah Karawang menjadi 6 sektor yang dikomandoi oleh 6 Komandan Sektor. Wilayah Bdg Curug, Bdg Curug – Kalimalang, Bdg Curug – Walahar, Walahar – Jembatan Rumah Embe, Jembatan Rumah Embe – Jembatan Medang Asem Rengasdengklok, dan Jembatan Medang Asem Rengasdengklok – Muara Gembong.

Tiap sektor tersebut ada tim sosialisasi dan tim aksi. Tim sosialisasi terdiri dari TNI, Polri, ahli hukum, ulama, sosiolog, budayawan, seniman, aktivis, relawan, mahasiswa, akademisi, ahli-ahli, penyuluh dan citizen journalism. Sedangkan tim aksi diantaranya relokasi penduduk bantaran sungai, alih profesi perambah hutan dan pekerja keramba apung, pembibitan tanaman ekologis dan ekonomis, pembuatan MCK, Pipa gendong, septic tank, pengolahan kotoran ternak, dan pengolahan sampah, pembangunan pabrik penghancur sampah TPS 3R, pengolahan IPAL Terpadu, Penghijauan hutan, pengangkatan sedimentasi, dan penegakan hukum.

“Pada program Citarum Harum ini pendekatan yang kita lakukan menggunakan pola dari hati ke hati, tujuannya adalah perubahan opini, sikap dan perilaku di masyarakat,” kata Utoh. “upaya  dan strateginya antara lain integrasi dan dan sinergi penataan ruang dan pengelolaan DAS Citarum terpadu,” imbuhnya.

Para peserta yang hadir pada sosialisasi tersebut tampak antusias mengikutinya, dibuktikan dengan terjadinya interaksi yang aktif antara peserta dengan narasumber.

Dikesempatan akhir acara, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan bahwa program Citarum harum ini serius dilaksanakan oleh TNI, Polri, dan semua pihak. “Kumpul dengan banyak perusahaan baru hari ini dilakukan. Saya berencana memberikan reward dan punishment kepada perusahaan yang mengolah limbahnya dengan baik,” ucap bupati.

“Kita bercita-cita kedepannya Sungai Citarum ini nyaman untuk menjadi tempat wisata, harapan Karawang tentunya bisa mewujudkan itu dengan cara kerjasama dan bahu-membahu. Itu bukan cita-cita Pemkab Karawang saja, tapi seluruh warga Indonesia,” kata Bupati lebih lanjut.

“Terimakasih kepada 71 perusahaan, rumah makan, dan runah sakit yang hadir hari ini. Kita bersama-sama membangun program Citarum Harum untuk kebaikan kita semua dan anak cucu kita,” pungkasnya. [St]

Sosialisasi Penataan Sungai Citarum di Wilayah Karawang, (14/2/2018).

Comments

comments