Kodam Siliwangi Canangkan Target 625 untuk Harumkan Sungai Citarum

oleh

BANDUNG – Kodam Siliwangi bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan canangkan program untuk pulihkan Sungai Citarum dari kondisinya yang sekarang sedang memprihatinkan.

Sungai Citarum adalah sungai terpanjang di Jawa Barat yang merupakan urat nadi bagi masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Kelangsungan kawasan sungai ini dianggap memprihatinkan karena diantaranya ditemukan banyaknya sampah, limbah, dan persoalan lainnya seperti banjir, sehingga memperburuk kualitas air sungai.

“Panglima TNI mengatakan Kita Harus Jadi Bangsa Pemenang, Kapolri mengatakan Bukan Tidak Mungkin Kita Jadi Negara Super Power,” ucap Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arh MD Ariyanto kepada wartawan di salah satu rumah makan di kawasan Jl Cempaka, Kota Bandung, Rabu (29/11/2017).

Kapendam menuturkan, sumber daya alam kita hebat, tapi sumber daya manusia kita terlemahkan. “Kita mengkonsumsi makanan yang tercemar. Kita lihat Sungai Citarum yang mengalir, disitu kita bisa temukan kasur, bangkai, plastik. Air itu yang mengalir ke sawah,” terangnya.

Kondisi tersebut yang membuat Sungai Citarum perlu penanganan yang segera untuk dipulihkan. Dan ini juga yang menjadi konsentrasi TNI khususnya jajaran Kodam III/Siliwangi untuk membantu pemerintah daerah untuk membenahi dan menata kembali Sungai Citarum.

“TNI tugasnya perang, tapi di masa damai energi yang dimiliki TNI disalurkan untuk operasi militer bukan perang, seperti halnya TMMD,” ucap Kapendam.

Untuk target membenahi sungai ini, Kapendam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja secara bersama-sama. “Target (Citarum Harum) bisa tercapai jika kita bersama-sama,” ajaknya.

Adapun target yang telah dicanangkan adalah dalam 6 bulan Sungai Citarum bersih dari sampah, 2 tahun bersih dari limbah, dan 5 tahun persoalan banjir terselesaikan. (Diistilahkan 625. -Red.).

Ada poin yang disampaikan oleh Kapendam terkait dengan kendala yang dihadapi selama ini dalam menata Sungai Citarum. Diantaranya, kabupaten, provinsi, BBWS, dan lembaga lainnya bergerak. Ini di evaluasi, harus ada kesatuan komando sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.

Pada program Citarum Harum, telah dibentuk 20 sektor untuk menangani sungai sepanjang kira-kira 270 Km ini. Masing-masing sektor dipimpin oleh seorang perwira TNI AD berpangkat Kolonel yang selanjutnya disebut Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) ditambah prajurit yang akan diturunkan. “Dansatgas ini yang menjadi koordinator satgas BBWS, Pemda, ulama, dan tim lainnya di sektor tersebut. Saat ini 20 Dansatgas sedang belanja masalah di sektornya masing-masing,” jelas Kapendam.

“Komando paling atas adalah Gubernur Jawa Barat sebagai pimpinan umum, Pelaksana Harian I adalah Pangdam Siliwangi yang bertugas melindungi ekosistem, Pelaksana Harian II adalah Kapolda Jawa Barat yang bertugas penegakan hukum,” urai Kapendam.

Titik 0 (hulu sungai) program mengharumkan Citarum ini berada di Situ Cisanti. “Ada tim yang saat ini sudah 3 hari berada disana,” ungkap Kapendam.

“Begitu program ini dinyatakan start, TNI akan langsung bergerak dan melakukan pendekatan hati, misalnya bertanya kepada masyarakat kenapa membuang sampah ke sungai. Selanjutnya ada edukasi serta turun action,” pungkas Kapendam. [St]

Kapendam III/Siliwangi Kol. Arh MD Ariyanto, saat menjelaskan rencana program mengharumkan kembali Sungai Citarum yang melibatkan Kodam Siliwangi kepada wartawan di salah satu rumah makan di Jl Cempaka, Kota Bandung, Rabu (29/11/2017).
Kapendam III/Siliwangi Kol. ARH MD Ariyanto, saat menjelaskan rencana program mengharumkan kembali Sungai Citarum yang melibatkan Kodam Siliwangi kepada wartawan di salah satu rumah makan di Jl Cempaka, Kota Bandung, Rabu (29/11/2017).

Comments

comments