KNPI Jateng Deklarasi Pemuda Pemilu Damai, Anti Hoax – Anti SARA

oleh -
KNPI Jateng Deklarasi Pemuda Pemilu Damai, Anti Hoax - Anti SARA

sorotindonesia.com , Semarang – DPD KNPI Jateng laksanakan kegiatan Deklarasi Pemuda Peduli Pemilu Damai, Anti Hoax – Anti Sara yang digelar di halaman Gedung Outdetrap kawasan Kota Lama, Semarang, Sabtu (29/12/2018) sore.

“Kita sebagai pemuda, sebagai penerus bangsa,” kata Ketua DPD KNPI Jateng, Tino Indra Wardono, “Kami harap deklarasi sore ini menjadi kesepakatan kita sebagai pemuda dalam menjaga negara. Karena kita sebagai pemuda pencetus sumpah pemuda,” tegasnya.

Tino berharap, deklarasi yang dilakukan dapat menghasilkan Pemilu yang berkualitas, “Semoga pesta demokrasi berjalan lancar, tertib dan baik. Tidak jamannya lagi politik adu domba, hoaks dan Sara yang bertentangan dengan nilai dan semangat kita sebagai umat beragama,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, Tino juga berharap musibah yang terjadi di negeri ini bisa berjalan baik, “Kita bisa juga berdo’a bersama semoga persoalan penanggulangan bencana alam berjalan dengan baik,” harapnya.

Perlu diketahui, DPD KNPI Jateng telah berkoordinasi dengan BPBD Jateng sehingga turut berkesempatan dalam berperan serta mengirimkan delegasi Tim Petangguh KNPI Jateng sebagai relawan dalam musibah bencana alam yang terjadi di Jawa Barat.

Sementara, Komisioner KPU Jawa Tengah Divisi Perencanaan dan Logistik, Ikhwanuddin menerangkan, partisipasi masyarakat dalam Pemilu mengalami penurunan. Pemilu terakhir di Jawa Tengah 68 persen, belum sesuai tarjet partisipasi secara nasional yakni: 77,5 persen.

Ikhwan melanjutkan, sebagaimana data di KPU Jateng, partisipasi pemilih di Jawa Tengah tertinggi pada Pemilu 1955 sebesar 91 persen dan Pemilu 1999 sebesar 92 persen. Karenanya, dia berharap KNPI bisa mencatatkan sejarah dalam peningkatan partisipasi pemilih. Baik secara kuantitas maupun kualitas.

Mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah itu mengapresiasi kegiatan deklarasi yang diadakan KNPI Jateng, “Memang di setiap helatan Pemilu kadang masih diwarnai dengan hoax, politisasi SARA dan money politic. Dengan adanya seruan moral dari pemuda-pemuda ini bisa hilang atau bisa diminimalisir,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah, Urip Sihabudin meminta kepada peserta pemilu, masayarat, utamanya generasi muda bisa cerdas dan arif dalam menggunakan media sosial (medsos). Lebih lanjut dia menerangkan, era teknologi informasi (IT) medsos memang bisa menjadi sarana yang efektif dalam melakukan sosialisasi (kampanye).

Menutup sambutan, Urip berpesan agar para pemuda menjadi tambah dewasa dalam cerdas dalam berpolitik, “Saya juga meminta kalian semakin dewasa dalam berpolitik. Pilihlah pemimpin yang memiliki kapasitas, kredibilitas, integritas serta gagasan besar untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan memajukan bangsa,” pungkasnya. (arh)

Comments

comments