KKN Ala Santri Durrotu Aswaja, Tekankan Mini Research

oleh
KKN Ala Santri Durrotu Aswaja, Tekankan Mini Research
K Agus Ramadhan memberikan sambutan dan arahan pada pelepasan Abas kedua di balai Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, kemarin (2/8/2018).

SOROTINDONESIA.COM, Semarang – Menjadi santri pada umumnya harus siap membimbing masyarakat, oleh karena itu Pondok Pesantren Durrotu Aswaja (PPDA) Jalan Kalimasada sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, menyebarkan santri untuk terjun langsung ke masyarakat melalui program Amal Bakti Santri (Abas) angkatan kedua. Pengasuh PPDA, K Agus Romadhon menyatakan adanya penekanan mini research karena menghendaki progressifitas Abas sebagai program terbaru harus dapat dievaluasi berdasarkan laporan data yang bisa dijadikan bahan dan indikator keberhasilan program.

“Abas angkatan kedua sebagai KKN (Kuliah Kerja Nyata.-red) ala santri ini bukan hanya sekedar belajar berinteraksi yang manfaat bagi masyarakat, namun juga melakukan rihlah ilmiyyah atau mini research,” kata Kiai Agus, semalam (3/8/2018), “hasil dari mini reseach ini akan menjadi rekomendasi tersendiri bagi Abas angkatan ke tiga. Selain itu, sebagai bekal pengalaman sebelum terjun ke masyarakat harus mengerti hal-hal yang dibutuhkan dan bisa dikembangkan di masyarakat setempat,” imbuhnya menerangkan.

Kali ini, program kegiatan santri yang ditujukan untuk menjaga akidah masyarakat ini lebih lama dari tahun sebelumnya, “Kalau periode kemarin hanya 21 hari di tiga lokasi, tetapi sekarang bertambah menjadi tujuh lokasi selama sebulan penuh,” tutur Kiai muda yang kini berposisi sebagai sekretaris RMI NU Kota Semarang.

Ketua panitia, Muhammad Reza Maulana (22), menerangkan beberapa tempat yang menjadi tujuan kegiatan Abas angkatan kedua ini, yakni Masjid Al Mukaromah dan Masjid Al Hidayah yang berada di Kelurahan Ngijo, Gunungpati. Selanjutnya Masjid An Nur, Masjid Nurul Huda, Mushalla Al Muttaqin dan Mushalla di Perumahan Sekargading. Semuanya bertempat di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati. Selanjutnya Masjid Ayodyah, Perumahan Ayodyah, Kelurahan Sekaran, Gunungpati.

Santri yang melaksanakan program Abas angkatan kedua berjumlah lebih dari 70 santri dan terbagi sesuai dengan mekanisme yang telah diatur oleh panitia, “Setiap kelompok terdiri dari 14 santri. Semuanya memiliki tugas masing masing,” paparnya. Memiliki latar belakang mahasiswa aktif pada Jurusan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Reza berharap sukses terselenggaranya kegiatan sebagaimana yang diharapkan, “Kami berharap semua akan berjalan lancar tanpa ada halangan apa pun,” harap Reza.

Ia menyebutkan, secara umum keseluruhan program kerja yang telah disiapkan antara lain, Shalat Maktubah (shalat lima waktu) berjamaah, Shalat Idul Adha, mengajar Al quran, latihan bilal, khotbah, mengajar taman pendidikan Alquran (TPQ) dan rebana. Progam kerja lainnya seperti, mengajar Madrasah Diniyah (Madin), memberikan kultum, pembacaan tahlil, manakib, mujahadah, dan pembacaan Al Barjanzi perlu diperkuat sebagai ciri khas Nahdlatul Ulama, serta peran santri dalam memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke 73 diharapkan mengokohkan semangat nasionalis warga.

Pengaruh budaya akademik memberikan polesan tersendiri dengan mini research yang disusun oleh masing-masing kelompok sehingga poin rekomendasi yang diusulkan menjadi peta dakwah Abas angkatan selanjutnya, “Sebagaimana harapan pengasuh agar Abas kedua ini tidak hanya mengarus utamakan kegiatan di masyarakat, namun juga harus mendapatkan hal lain yang bisa dijadikan peta dakwah bagi terselenggaranya Abas selanjutnya,” pungkasnya. (arh.soroindonesia)

Peserta Amal Bhakti Santri Pondok Pesantren Durrotu Aswaja
Peserta Amal Bhakti Santri Pondok Pesantren Durrotu Aswaja (Abas II).

Comments

comments