Kisah Tumpukan Sampah Di Bendungan Ciyasana Rancaekek

oleh -
Kisah Tumpukan Sampah Di Bendungan Cisayana Rancaekek
Kondisi bendungan daerah irigasi Ciyasana Rancaekek Kulon pada bulan Oktober 2018 lalu.

KAB.BANDUNG,- Siapa sangka, bendungan daerah irigasi Ciyasana di Kampung Pintu Air RW 01 Desa Rancaekek Kulon, yang kini terlihat bersih dan aliran sungainya digunakan aktifitas berenang oleh anak-anak, pada akhir tahun 2018 lalu kondisinya sungguh memprihatinkan.

Betapa tidak, belasan mungkin puluhan ton sampah menumpuk persis di bawah bendungan yang selain menghambat aliran air, menimbulkan bau, juga berpotensi ancaman penyebaran berbagai bibit penyakit pada masyarakat sekitar.

“Saat Satgas Citarum mulai bergerak, lebar sungai setelah bendungan hanya sekitar satu meter, karena badan sungai sudah dipenuhi sampah dan sedimentasi,” ungkap Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melalui Dansubsektor 21-02/Cileunyi Serma Agus Gustomi, (3/2/2019).

Dijelaskan oleh Dansubsektor, “Pengangkatan sampah jika menggunakan alat berat cukup sulit dilakukan, karena akses jalan menuju bendungan yang sempit,” jelasnya.

Diterangkan oleh Agus, “Yang kami lakukan adalah dengan mengangkat sampah tersebut dengan cara manual. Alhamdulillah, berkat kekompakan anggota Satgas, sedikit demi sedikit sampah berhasil diangkat ketepian sungai,” jelasnya lagi.

Menurut Agus, sampah yang menggunung tersebut dibersihkan dalam waktu lebih dari satu bulan. “Jika dikumpulkan, bisa mencapai puluhan truk. Tapi kebetulan meski sudah memasuki akhir tahun, saat itu kondisi cuaca sedang jarang turun hujan, sehingga sampah yang kami angkat, kami bakar. Pada periode pembersihan pertama itu sampah bisa habis selama satu setengah bulan,” ungkap Agus Gustomi.

Kondisi saat ini dibendungan daerah irigasi Ciyasana Kampung Pintu Air, Desa Rancaekek Kulon, Kabupaten Bandung.
Kondisi saat ini dibendungan daerah irigasi Ciyasana Kampung Pintu Air, Desa Rancaekek Kulon, Kabupaten Bandung.

Saat ini, kata Agus, dibutuhkan kesadaran dari warga masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi ke aliran sungai.

“Tumpukan sampah di sungai, yang dirugikan kembali adalah masyarakat. Sehingga tidak zaman lagi buang sampah ke aliran sungai,” tegas Agus.

Dansubsektor 21-02/Cileunyi Satgas Citarum Serma Agus Gustomi
Dansubsektor 21-02/Cileunyi Satgas Citarum Serma Agus Gustomi

Dikesempatan terpisah, warga asli setempat di Pintu Air Ciyasana, Deni (32), mengungkapkan kepada wartawan bahwa bulan Oktober 2018, kondisi di area bendungan masih dipenuhi oleh sampah, “Sampah disini sudah tidak karuan,” kata Deni sambil menunjukkan foto yang sempat diabadikannya.

Namun kini kondisinya sudah berbeda. “Ya, kami ucapkan terima kasih untuk Bapak-bapak TNI yang sudah mendorong dan bekerja keras mengatasi sampah itu. Sekarang bisa dilihat, air sungai sudah bersih, dan dipakai lagi oleh warga untuk mencuci dan berenang,” urai Deni.[St]

Comments

comments