Kisah Andi Satar, Tetap Tegar Layani Korban Sampai Temukan Keluarganya

oleh
Kisah Andi Satar, Tetap Tegar Layani Korban Sampai Temukan Keluarganya

sorotindonesia.com | Palu – Kehilangan anggota keluarga akibat gempa dan tsunami yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Tengah, turut dirasakan relawan PMI asal Palu, Andi Satar. Meski merasa kehilangan keluarganya, namun Satar tetap tegar dan melaksanakan tugas sehari-hari di PMI Kota Palu.

Dikisahkan, selama sepekan lebih dia harus berjuang keras mencari kabar keluarganya yang hilang di sela kesibukannya sebagai koordinator pelayanan pemulihan hubungan keluarga / Restoring Familiy Link (RFL) yang ada di posko tanggap darurat PMI Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam penuturannya lewat rilis yang diterima oleh sorotindonesia.com, Minggu (7/10/2018), Satar sudah hampir menyerah mencari dan menelusuri informasi keberadaan kedua orang tuanya. Suasana penuh haru pun terjadi saat ia dipertemukan dengan keluarga yang sebelummya sempat dikabarkan hilang akibat gempa dan tsunami yang menerjang.

Air matapun berderai pada detik-detik pertemuan tersebut, tangis haru seorang relawan PMI sembari merangkul pundak kedua orang tuanya yang kini nyata ada di hadapannya, “Perasaan saya sedih dan bahagia campur aduk karena hari ini saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Sudah hampir sepekan lebih saya tidak menemukan kabar ayah dan ibu saya,” ungkap Satar.

Diakuinya, ketabahan dan kesabaran dalam mencari orangtuanya tak luput dari adanya dukungan moral dari sesama relawan, “Teman-teman relawan PMI lainnya terus memberikan dukungan semangat kepada saya, hal ini membuat saya terus semangat melayani para warga yang mengalami hal yang sama dengan saya,” lanjut Satar. Demikian juga diungkapkan oleh Ibunya, Samsiar (50) yang sempat merasa kehilangan putranya ini.

Diceritakan, Sebagai koordinator RFL, Satar terus mencari orang yang dinyatakan hilang. Ia tanpa henti mencari ke setiap posko pengungsian di pelosok-pelosok wilayah keberadaan keluarganya ini, bertanya dan terus menggali informasi-informasi terkait dugaan kemungkinan adanya korban selamat yang terpisah dari keluarganya.

Usaha dan doanya terjawab, dan takdir berkata baik. Akhirnya tepat di lokasi pengungsian yang ada di Desa Toaya Vunta, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala dirinya dipertemukan kembali dengan keluarga tercinta.

Diterangkan, banyak keluarga yang terpisah sebab terjadinya gempa dan tsunami, baik di kota Palu maupun sekitarnya. Mereka kehilangan sanak saudara saat mencari tempat aman ketika gempa mengguncang. Secara teori, semua orang berhamburan ke luar rumah, hingga hanyut terbawa arus ombak tsunami.

Untuk menunjang program kebencanaan di Sulteng, PMI membuka posko layanan RFL. Caranya, informasi atau data orang yang hilang dapat dilaporkan melalui laman familylinks.icrc.org/indonesia atau  datang langsung ke Posko PMI. Sarana ini diharapkan sangat membantu dalam usaha pencarian kerabat atau anggota keluarga yang dnyatakan hilang dalam bencana tersebut. (arh)

Comments

comments