Kirab Satu Negeri GP Ansor Satukan Tekad Halau Perusak Keutuhan NKRI

oleh
Kirab Satu Negeri GP Ansor Satukan Tekad Halau Perusak Keutuhan NKRI

Sorotindonesia.com | Semarang, – Kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus senantiasa dijaga dan dirawat dengan cara-cara yang baik dan konsisten. Ini, dinyatakan KH Hudallah, Sekretaris PWNU Jawa tengah saat memberikan amanat dalam apel serah terima pataka Merah Putih Kirab Satu Negeri (KSN) di halaman Kantor Pengurus Wilayah (PW) NU Jateng, Jalan dr Cipto Semarang Timur, Kota Semarang, kemarin (5/10/2018).

Gus Huda, panggilan bagi KH Hudallah, menegaskan, KSN merupakan bagian dari ikhtiar generasi muda NU dalam menyatukan tekad mempersatukan ikatan-ikatan ke-Indonesiaan yang kurang kuat. Dia berharap tidak ada pihak mana pun yang berani mencoba merong-rong, mengoyak dan mencabik-cabik sendi-sendi penting persatuan bangsa Indonesia. Bilamana ada pihak yang ingin merusak dan mencabik-cabik kedamaian dan kesatuan NKRI, doa Gus Huda, ia memohonan pertolongan dan kekuatan untuk menghalaunya dan menghancurkannya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa tengah, H Sholahuddin Aly menerangkan, Kirab Satu Negeri (KSN) merupakan program kegiatan yang diadakan oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor dalam memperokokoh nasionalisme yang dirasa mulai terkikis adanya paham-paham yang disinyalir hendak menggantikan Pancasila dan sistem kenegaraan. Pasukan pembawa pataka Merah Putih dari propinsi Maluku telah memasuki Jawa Tegah. Mereka merupakan pasukan Banser yang bertugas melaksanakan kirab dari zona Merauke. Rombongan tiba di Semarang dan melaksanakan serah terima dengan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Kendal. Selanjutnya kirab dilanjutkan oleh Banser Kendal menuju Batang, Pekalongan, dan pada akhirnya akan berkumpul di Jogja.

“Ini yang kita terima baru rombongan kirab yang dari zona Merauke,” kata Sholahuddin saat ditemui seusai acara. Lebih lanjut pria yang akrab disapa Gus Sholah ini menerangkan pembagian zona KSN, “rombongan pembawa Pataka merah putih dibagi 3 zona,”Merauke yang barusan kita serah-terima ini, kedua zona Rote melalui Rembang, dan selanjutnya dari zona Sabang diterima melalui Cirebon,”

Pimpinan rombongan, Salim Thayib asal Maluku Utara, mengungkapkan kebangkitan spirit dan mental juangnya. Membawa sang Merah Putih sampai Jateng, kata Salim, ada resonansinya yang kita rasakan. Dia menerangkan selama 4 hari ada titik temu pada perspektif sejarah perjuangan, ada perasaan bangkitnya spiritualitas dan perjuangan karena selama 4 hari di Maluku di Keraton mendapatkan ritual tersendiri. Dia menyelesaikan tugas KSN dengan penuh kegembiraan dan semangat, “tentunya kita merasakan senang gembira sudah bisa ada di sini. Ini luar biasa sekali,” singkatnya. (arh)

Comments

comments