Kirab Satu Negeri Ansor, Ini Pesan Gus Mus

oleh
Kirab Satu Negeri Ansor, Ini Pesan Gus Mus

sorotindonesia.com | Rembang – Kirab Satu Negeri (KSN) Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang dimulai secara serentak di Merauke Papua, Rote NTT, Miangas Sulawesi Utara, Nunukan Kalimantan Utara, dan Sabang Aceh direncanakan berakhir di Yogyakarta pada 26 Oktober 2018 mendatang. Menurut rencana, kegiatan yang diikuti 1.945 peserta ini akan ditutup dengan gelaran Apel Kebangsaan yang melibatkan sekitar 100.000 anggota Banser dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Dalam pantauan, Tim KSN Ansor dari zona Rote Nusa Tenggara Timur telah memasuki wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (15/10/2018) siang. Kirab dilakukan dengan membawa 17 pataka atau bendera Merah Putih. Memasuki Rembang, pasukan pembawa Pataka disambut dengan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter yang dibentangkan dari gapura perbatasan Jatim-Jateng. Pataka diserahterimakan peserta kirab dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di kawasan tugu perbatasan dengan Jawa Tengah melalui prosesi apel.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur Moh Abid Umar, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly, Kasatkorwil Banser Jateng Muchtar Makmun, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil Barro’, serta para tokoh agama dan masyarakat di Kecamatan Sarang hadir dalam prosesi tersebut, sehingga memunculkan suasana yang demikian sakral.

Malamnya, rombongan singgah di kediaman tokoh Nasional KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), serta di Pendapa Museum Kartini Rembang. Baik KH Maimoen Zubair maupun Gus Mus sangat mendukung dan mendoakan pelaksanaan Kirab Satu Negeri yang diadakan GP Ansor semoga mendapat manfaat bagi masyarakat luas.

Selain mendoakan, Gus Mus, pengasuh Ponpes Raudlotut Thalibien, Rembang, berpesan kepada generasi muda khususnya para pemuda Ansor.

“Ada tiga poin penting, yakni supaya generasi muda seperti Ansor dan Banser tetap menjaga nilai kemanusiaan, keislaman, dan nilai keindonesiaan,” ujar Gus Mus didampingi KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU, yang juga salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Semalam (15/10/2018).

Lebih lanjut Gus Mus mengatakan, penerus bangsa dari Gerakan Pemuda Ansor tersebut diajak untuk mengingat dan mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada manusia. Menurut Gus Mus, kebebasan, kemerdekaan, dan kenikmatan yang ada terkadang membuat manusia lupa untuk bersyukur karena tidak sadar demikian banyak nikmat yang telah dilimpahkan.

“Mensyukuri nikmat diperlukan sebuah kesadaran atas nikmat yang telah Allah karuniakan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil Barro’ mengatakan, Kirab Satu Negeri digelar secara serentak merupakan upaya untuk menolak ancaman kedaulatan bangsa dari kelompok-kelompok yang ingin mengubah konsensus nasional atas nama agama.

“Konsensus nasional itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus kita jaga,” tegasnya, “masyarakat jangan terpecah karena kelompok-kelompok tertentu, apalagi yang mengatasnamakan kelompok agama. Kelompok-kelompok itu tidak boleh dibiarkan berkembang, karena merasa besar dan benar dengan pemahaman sempit sebenarnya,” terangnya.

Selain itu, lanjut Hanies, Kirab Satu Negeri ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang berhasil merawat perbedaan, keberagaman, dan perdamaian.

“Kami ingin berikan inspirasi kepada dunia dengan keberagaman dan kebhinekaan yang dimiliki, dengan segala perbedaan, Indonesia bisa damai, tenteram, bersatu, tidak ada gangguan, dibandingkan dengan negara-negara di Timur Tengah yang satu suku dan agama, tetapi berperang hingga hari ini,” ujarnya.

Menurut route yang ditentukan, Kirab Satu Negeri akan berlanjut dari Rembang melintasi Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Demak, Semarang, dan Magelang. (arh)

Comments

comments