Kilas Balik Jejak Merah Putih 3000 Meter Di Perbatasan RI – Malaysia

oleh
3000 merah putih di nunukan
Kilas Balik Jejak Merah Putih 3000 Meter Di Perbatasan RI - Malaysia

Momen bersejarah telah ditorehkan oleh putra-putri bangsa yang hidup di perbatasan RI – Malaysia, tepatnya di Titik “O” Desa Sekaduyan Taka Kec. Seimanggaris Kab. Nunukan Kalimantan Utara telah dibentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 3000 meter pada tanggal 17 Agustus 2011.

 

Nunukan—  Sejarah telah mencatat bendera sepanjang 3000 meter yang saat ini disimpan rapih di museum arsip Nunukan dibentangkan dengan penuh heroik dan semangat patriotik oleh putra-putri Nunukan.

Bendera merah putih sepanjang 3000 meter, Selasa (16/8/2011) siang akhirnya dibentangkan di perbatasan RI-Malaysia, Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Siemanggaris Kabupaten Nunukan.

Acara pembentangan diawali acara pelepasan di depan rumah Kepala Desa Sekaduyan Taka, dititik nol patok 215 A. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diiringi marching band Gita Swara Sempadan SMA Negeri 1 Nunukan, acara kemudian dilanjutkan dengan doa.

Acara pelepasan diikuti sejumlah pejabat Badan Pengelola Perbatasan dan Kawasan Terpencil Kaltim serta sejumlah perwira menengah TNI dan Polri. Setelah prosesi pelepasan selesai, ujung bendera kemudian diturunkan dari truk merah pengangkut bendera yang diserahkan kepada anggota pasukan pengibar bendera. Para anggota paskibra mengikatkan bendera ini ditiang-tiang yang terpasang sejauh tiga kilometer di pinggir ruas jalan trans Kaltim.

Selain paskibra, anggota Pramuka dan ormas, warga juga berdiri di pinggir jalan untuk mengikat bendera yang dibentangkan tersebut. Setelah mengikatkan tali bendera, paskibra, marching band dan warga melakukan long march hingga titik finish pembentangan bendera.

Bendera sepanjang 3000 meter dengan lebar 1 meter 15 centimeter dengan berat 1,978 kilogram atau sekitar 2 Ton ini terbuat dari bahan asahi. Perlu waktu selama empat bulan bagi Fauzi dan istri serta adiknya untuk menjahit bendera tersebut. Biaya pembuatan bendera mencapai Rp 42 juta.

Ide Pembuatan

 

Dalam buku “Jejak Tapak Sang Pengembara Di Tanah Penekindi De Baya/ JTSPB” yang ditulis oleh seorang yang menamakan dirinya Maszwin Sang Pengembara (MSP) bendera yang berdimensi panjang 3000 meter dan lebar 1,5 meter ini didasari ide tema “Acara momen spaktekuler dengan membuat bendera terpanjang di perbatasan RI – Malaysia yang menjadi kebanggaan masyarakat Nunukan. MSP mengatakan, ” Saya didukung oleh LSM Panjiku dibawah pimpinan Mansyur Rincing dan dengan mengerahkan pemuda dan pelajar SMA 1 Nunukan serta Sapma PP (Pemuda Pancasila) Nunukan ditambah ormas dan kepala suku adat dayak  lundayeh dan suku dayak lainnya”.

MSP menambahkan bahwa proses pembuatan bendera ini memakan waktu 3 bulan. Dan yang paling lama adalah membentuk karakter dan semangat heroik para pemuda dan pelajar. “Kalau bikin benderanya cuma 3 bulan, tapi membentuk dan menanamkan sifat dan semangat patriotisme itu yang lama, ada sekitar 1 tahun lebih.” Ujarnya.

Saat Acara

Bendera 3000 meter ini menurut MSP diangkut dengan menggunakan kapal bantuan dari Dinas Perikanan Nunukan, menempuh jarak  sekitar 3 jam dari pulau Nunukan ke daratan Kalimantan (Seimanggaris).

Dikatakannya juga bahwa seluruh komponen yang terlibat pembentangan sudah berangkat pada tanggal 14 Agustus 2011 dan saat itu pas saat puasa ramadhan.

“Akhirnya bendera merah putih 3000 meter dibentankan melalui prosesi upacara yang melibatkan unsur TNI AD yang pada saat itu Satgas Pamtas 631/ Antang dan unsur Pemda ditambah dari Pramuka serta Pemuda Pancasila. Ungkapnya.

“Yang menarik adalah masyarakat Suku dayak setempat juga ikut terlibat dengan pakaian khas adat” imbuhnya.

Menurutnya tanggal 16/8 2011 sekitar pukul 14.00 siang hari (suhu sekitar 27 derajat celcius) dan jatuh pada hari jumat, momen saklar pembetangan bendera merah putih di titik nol perbatasan RI – Malaysia Desa Sekaduyan Taka Kec. Seimanggaris berhasil dibentangkan. “Heboh memang karena media pers lokal dan nasional serta media dari Malaysia juga ikut meliput kegiatan ini” ungkap MSP. Setlah pembentangan dilanjutkan penandatangan prasasti oleh Wabup Nunukan.  Keesokan harinya dilakukan upacara bendera detik-detik proklamasi kemerdekaan RI yang ke 60 digelar dengan irup Wabup Nunukan Hj Asmah Gani, Danup dari yonif Antang, serta pengibar bendera dari SMA 1 Nunukan.

Ekspose Bahwa Nasionalisme Tidak Dapat Dibeli

 

Pemberitaan tentang acara 3000 meter ini tiada henti, karena momen tersebut sangat langka. Sebagaimana yang ditulis di buku JTSPB bahwa acara yang membuat ciut masyarakat Malaysia ini mengisyaratkan nasionalisme tidak dapat dibeli dengan apapun. Mansyur Rincing  Ketua LSM Panjiku  menyebutkan, ” Selama ini kita tinggal di Malaysia dan kita masih membeli bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari dari Malaysia. Namun untuk urusan nasionalisme mutlak tidak dapat dibeli”. Ujar Mansyur.

Bedah Buku dan Saksi Acara Di Video

Momen unik 3000 meter diabadikan dalam buku “Jejak Tapak Sang Pengembara Di Tanah Penekindi De Baya/ JTSPB” dapat diunduh pada link berikut ini :ttps://drive.google.com/file/d/0B66PfpUfGmRiWmlKUk4tRmtMUVk/view?usp=sharing (silakan bagi pembaca yang berminat dapat mengunduhnya). Buku ini pernah terbit di Nunukan dan satu diantaranya disimpan di museum arsip Nunukan beserta benderanya.

Selain itu hasil rekaman video dapat dilihat di youtube hasil liputan TV ONE dan Viva antara lain:

Banyak Bendera merah putih dibentangkan di indonesia namun bendera merah putih 3000 meter yang dibentangkan di sempadan RI Malaysia ini dengan prosesi upacara khidmat, tidak asal dibentangkan begitu saja.

Sejarah telah mencatat bahwa Bendera 3000 meter yang pernah dibentangkan secara kidmat menjadi simbol pemuda dan masyarakat di perbatasan masih memiliki jiwa semangat nasionalisme yang kuat. Semangat yang pernah diwariskan para pendahulunya baik di jaman kemerdekaan maupun saat konfrontasi dengan Malaysia saat Presiden Soekarno memimpin demi NKRI harga mati.

(bhq)

 

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.