KH Ubaidillah Shadaqah – KH Muzammil Pimpin NU Jateng

oleh
KH Ubaidillah Shadaqah - KH Muzammil Pimpin NU Jateng

Grobogan, – KH Ubaidillah Shodaqoh kembali terpilih sebagai Rais Syuriah masa khidmat 2018-2023 dalam Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama (Konferwil NU) Jateng dan KH Muzammil terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah menggantikan KH Abu Hafsin, Ph.D,. Perhelatan Konferwil NU Jateng yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto Gubug Kabupaten Grobogan (07/07/2018) dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siraj.

Pemilihan Rais Syuriah diakukan melalui 7 Kiai yang terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), yakni KH Wahib Mahfudh, KH Aminuddin Masyhudi, KH Ubaidillah Shodaqoh SH, KH Syuada Adzkiya, KH Mukhlis, KH Hambali, KH Ma’shum Fathoni. Ketujuh anggota Ahwa ini menetapkan KH Ubaidillah Shodaqoh sebagai Rais Syuriah.

Sementara dalam proses pemilihan calon Ketua Tafidziyah, KH Muzammil mengumpulkan 12 suara, KH Hayatun mendapatkan 9 suara, dan KH Arja Imroni memeroleh 16 suara. Kiai Arja mroni akhirnya mengundurkan diri padahal suara terbanyak. Maka, secara aklamasi diputuskan KH Muzammil sebagai Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah NU Jateng 2018-2023 dalam Sidang pemilihan pimpinan PWNU Jateng yang dipandu Ketua Sidang, KH Dr Marsudi Suhud (Ketua PBNU), didampingi KH Robikin Erhas (Ketua PBNU) dan KH Imam Pituduh (Wakil Sekjen PBNU).

Dalam pidato pembukaan, Kiai Said menyatakan, jelang satu abad NU tantangan yang akan dihadapi akan semakin berat. Terutama tantangan dalam membantu membentengi ideologi bangsa, yakni Pancasila dan UU 1945. Ketua umum PBNU ini berharap, NU harus tetap menjadi pilar negara, bumper-nya konstitusi. Sebab itu, Kiai Said inginkan NU Jateng dapat memberikan hal-hal positif untuk membangun masyarakatnya. Selain itu, secara khusus, Said Aqil Siradj meminta masukan dari anggota dan pengurus Jawa Tengah mengenai perkembangan NU di masa mendatang.

Said Aqil Siradj paham betul, kekuatan terbesar di suatu negara terletak pada organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, beberapa negara besar di Eropa, Amerika, dan di Timur Tengah begitu membutuhkan kekuatan tersebut. Indonesia, lanjutnya, memiliki banyak organisasi kemasyarakatan dan NU merupakan salah satu yang terbesar. Dengan anggota lebih dari 91,4 juta jiwa, sumbangsih NU sangat dibutuhkan dan ditunggu masyarakat dalam negeri maupun internasional.

Pembukaan Konferwil NU ke 15 di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug dihadiri Kapolda Jateng Irjen (Pol) Condro Kirono, Staf Khusus Kepresidenan, Abdul Goffar Rozin, mantan ketua PWNU Achmad. Mantan Gubernur Jateng, Ali Mufiz, dan Ketua Umum MUI Jateng, Ahmad Darodji, sjumlah pimpinan ormas dan partai politik di Kabupaten Grobogan juga turut hadir.

KH Ubaidulloh Shodaqoh SH menyampaikan sambutan pembuka dalam bahasa Arab yang intinya menyampaikan dinamika perkembangan PWNU Jateng selama lima tahun, termasuk muncul madrasah pengkaderan dalam bentuk PKPNU (Pelatihan Kader Penggerak NU). Sedang Gus Munif di sela sela memimpin doa mengaku bermimpi bertemu KH Hasyim Asy’ari. ”Saya bermimpi tidak hanya tiga kali, tapi sampai enam kali. Dalam mimpi itu, Mbah Hasyim berpesan agar menjaga NU,” tegasnya mengungkapkan. (sorotindonesia.com/arh)

Comments

comments