Ketua Harian Satgas Citarum Kunjungi Wilayah Sektor 21 Di Kota Cimahi

oleh -
Ketua Harian Satgas Citarum Kunjungi Wilayah Sektor 21 Di Kota Cimahi
Ketua Harian Satgas Citarum, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim saat pengecekannya ke IPAL PT Sansan Saudaratex Jaya, Jl. Cibaligo, Kota Cimahi, Rabu (24/4/2019). [Foto: Cuya]

CIMAHI,- Ketua Pelaksana Harian Satgas Citarum Harum Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim laksanakan kegiatan kunjungan ke wilayah Sektor 21 Subsektor 13/Cimahi, Rabu (24/4/2019).

Sasaran kunjungannya adalah melihat langsung proses IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) milik PT Sansan Saudaratex Jaya, Jalan Cibaligo, Kota Cimahi.

Didampingi jajaran Subsektor 21-13, Dedi Kusnadi Thamim yang kedatangannya diterima oleh manajemen perusahaan PT Sansan Saudaratex Jaya, Harry Danoebrata, langsung mengecek kondisi IPAL yang pada beberapa bulan terakhir terus dilakukan optimalisasi fasilitas.

Seusai kegiatan pengecekan, Dedi Kusnadi Thamim menyampaikan kepada awak media bahwa ini adalah kunjungan keduanya mengunjungi fasilitas IPAL industri setelah sidak ke IPAL Komunal yang ada di Cisirung, Dayeuhkolot, wilayah Sektor 7.

“Setelah saya lihat langsung ke IPAL ini (Sansan Saudaratex Jaya), ini melebihi dari apa yang saya bayangkan, ternyata disini sudah ada bak-bak besar pengolahan limbah, dan limbah diolah melalui lima tahap proses pengolahan, dan ada ikan yang hidup,” jelasnya.

Dedi mengungkapkan, keberhasilan Program Citarum Harum tidak akan tercapai jika tidak ada kebersamaan dari setiap unsur (stakeholder) untuk bersama-sama merubah perilaku dalam menjaga lingkungan.

“Keberhasilan Citarum Harum ini ada 5 komponen yang disebut sinergi pentahelix, akademisi orang-orang ahli dengan disiplin ilmunya, pebisnis yang punya perusahaan, komunitas atau masyarakat, government atau pemerintah, serta media,” ujarnya.

“Keberadaan saya disini sebagai perpanjangan tangan Gubernur Jawa Barat selaku Komandan Satgas Citarum, dan tentunya saya akan menyampaikan kabar kepada gubernur bahwa di Cimahi ada perusahaan-perusahaan yang sudah masuk ke kategori memenuhi standar baku mutu air yang dikeluarkan,” ungkapnya.

Dedi juga mengingatkan kepada jajaran Satgas Citarum untuk terus memonitoring industri industri yang ada di wilayah kerja satgas. “Kalau memang ada industri yang kedapatan oleh Satgas sedang buang limbah kotor saat hujan, langsung kabari saya, saya ingin membuktikan apakah ini benar-benar ada yang seperti itu,” pesannya dihadapan awak media.

Kesempatan yang sama, perwakilan manajemen PT Sansan Saudaratex Jaya, Harry Danoebrata menyebutkan, “Kami berterimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Ketua Harian Satgas Citarum,” ucapnya.

“Infrastruktur IPAL yang kami bangun sudah 85 persen rampung, kalau secara fungsional baru 50 persen, karena kami menggunakan sistem biologi jadinya perlu waktu untuk meningkatkan kapasitas, sekitar setiap satu minggu naik 10 persen,” jelasnya.

“Sejak akhir tahun 2018, kami sudah berkomitmen untuk melakukan pengolahan IPAL yang baik dan benar, dan kami buktikan secara infrastruktur walaupun hasilnya belum sempurna,” ungkap Harry.

“Dan kini, usaha yang kami lakukan sudah tahap finishing, tangki unaerob belum digunakan, target kami akhir bulan depan sudah bisa digunakan, dan target utamanya adalah setelah Lebaran bisa menggunakan kembali air hasil pengolahan limbah,” terangnya.

Ditanya terkait harapannya untuk kegiatan-kegiatan industri yang sama, dijawab oleh Harry, “Harapan kami ada keadilan, dalam standar aturan disamakan, dengan semua kategori, akan kami ikuti. Karena pengolahan limbah itu membutuhkan biaya yang tidak kecil, jadi yang saya kuatirkan adalah perusahaan yang sudah mengolah limbahnya dengan baik dan benar malah tidak kompetitif,” harapnya.

PT Sansan Saudaratex Jaya sendiri adalah salasatu perusahaan produk tekstil yang sedang membenahi dan mengembangkan unit usaha serta fasilitas IPAL-nya seiring dengan diluncurkannya Program Citarum Harum. [Cuya|St]

Comments

comments