Ketua FKPT Jateng Himbau Waspadai Aksi Radikalisme Jelang Pilkada

oleh

Semarang, [ Sorot Indonesia ] – Ketenangan masyarakat Kota Semarang tak terusik oleh adanya pesta demokrasi pemilihan gubernur Jateng. Mengukuhkan hal tersebut, Ketua FKPT Jateng Dr H Budiyanto SH M.Hum., menghimbau kepada masyarakat agar ketenangan jelang pemilu tidak menjadikan masyarakat lengah dalam mengantisipasi gerakan radikal dan teror yang tiada henti mencari celah untuk beraksi di sepanjang waktu.

Hal ini disampaikan Budiyanto seusai kegiatan Dialog di Hotel Pesonna jalan Depok 33 Kelurahan Kembangsari Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang (28/02/2018).

Saat diwawancarai, Budiyanto menyatakan perlunya belajar dari pengalaman yang terjadi di masa lalu. Diungkapkannya bahwa ada kecenderungan para pelaku terorisme yang seringkali menjalankan aksinya di saat masyarakat menjalankan berbagai aktivitas yang bersifat massif seperti saat perayaan hari raya agama maupun pilkada, “Tidak mustahil para teroris akan menyusup dan membuat kekacauan di salah satu daerah di Jateng pada saat masyarakat sibuk menghadapi pesta demokrasi seperti saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, para teroris berusaha memanfaatkan semua celah yang ada. Kelengahan masyarakat dalam mewaspadai gerakan politik yang kerap mengatasnamakan agama merupakan salah satu hal yang diharapkan oleh mereka.

Dosen fakultas Ilmu Sosial Unnes ini juga menuturkan bahwa persoalan politik yang dibalut dengan realitas sosial juga menjadi bahan propaganda masuknya teroris dan radikalis.

Budiyanto melanjutkan analisisnya bahwa dampak dan beban berat dari gangguan politik akan ditanggung oleh masyarakat maupun pemerintah, “tidak hanya beban,” lanjutnya, “karena dimungkinkan jatuh korban. Dalam hal ini proses demokrasi untuk memilih pemimpin di negeri ini yang akan terganggu dan menjadi korban. Dan manakala kita tidak memiliki pemimpin, itu adalah bencana besar bagi negara,” kata dia menerangkan.

Lebih lanjut, ketua Ikatan Alumni Unnes ini melanjutkan penjelasannya bahwa kegagalan demokrasi akan membawa negara pada kondisi terburuk. Untuk itu, dia menekankan bahwa demokrasi yang ada saat ini sedang dan akan terus mengalami perbaikan, “Lepas dari orde baru, demokrasi yang ada ini terus berkembang dan mencari bentuk terbaiknya. Proses ini harus dijaga dari segala macam gangguan, termasuk terorisme dan radikalisme,” tegasnya.

Demikian pentingnya menjaga demokrasi, Budiyanto mengingatkan pesta demokrasi berupa Pilkada serentak yang dijadwalkan akan berlangsung Juni mendatang harus didukung suasana yang kondusif dan kompak oleh tiga elemen penting yang ada di pusaran Pilkada, yakni; Kandidat dan partai pengusung, KPU dan Panwaslu, dan ke-tiganya adalah pemilih. “Kandidat dan partai pengusung harus siap kalah ataupun siap menang. Kedua, elemen penyelenggara yakni KPU dan Panwas harus mampu berlaku adil dan jujur. Dan ketiga, elemen pemilih harus memiliki kedewasaan dan rasa tanggung jawab dalam menentukan pilihannya,” terang dia.

Dia berpendapat kalau ketiga elemen itu salah satunya saja bergeser dari semangat dan nilai demokrasi serta sportifitas, maka dipastikan harapan untuk membangun demokrasi yang sejati akan sulit tercapai.

“Apalagi kalau di kemudian hari ada pihak yang dirugikan dengan problem yang berpangkal dari rendahnya sportifitas dalam berdemokrasi dikhawatirkan akan memunculkan kegaduhan politik. Dalam kondisi seperti itu, para teroris diam-diam akan masuk dan menjadi penumpang gelap demokrasi,” tuturnya menjelaskan. Pun demikian, ia mewanti-wanti dalam sikap waspada itu jangan dilandasi dengan buruk sangka

“Oleh karena itu saya mengingatkan kepada semuanya agar dalam mengikuti pesta demokrasi yang tahapannya sudah dimulai ini harus sama-sama memiliki perasaan dan tanggung jawab bersama, agar pihak-pihak yang akan memperkeruh suasana termasuk para teroris jangan sampai memiliki ruang gerak dalam menjalankan aksinya,” pungkasnya. (ARH_SorotIndo)

Comments

comments