Keceriaan Anak-anak Rancaekek Kulon Berenang Di Sungai Terbebas Pencemaran

oleh -
Keceriaan Anak-anak Rancaekek Kulon Berenang Di Sungai Terbebas Pencemaran
KAB. BANDUNG,- Anak-anak berenang riang di bagian Sungai Cikeruh Kampung Pintu Air RW 04 Desa Rancaekek Kulon, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/1/2019). Tak nampak rasa jerih, jijik atau takut terbersit di wajah mereka, malah menikmati keceriaan bermain dan tanpa ragu menceburkan diri berulang-ulang ke aliran sungai. Sedangkan para orang tua sambil mengawasi anak-anaknya bermain, momen tersebut juga dijadikan ajang berkomunikasi ringan satu sama lain.
Menurut warga setempat saat diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke lokasi tersebut, dikatakan bahwa sebelum Satgas Citarum masuk ke wilayahnya, kondisi sungai tempat anak-anak saat ini berenang, awalnya kotor dan berserakan sampah. Kini kondisinya sudah bersih.
“Dari dulu sungai disini sebetulnya digunakan tempat berenang, namun dulu kondisinya kotor, di tempat ini juga suka banyak sampah, sekarang sudah bersih karena dorongan dari TNI,” kata Ibu Nia (30) dan Ibu Anah (37) warga RT 04 RW 04 Rancaekek Kulon, saling menimpali saat wawancara.
Diakui oleh keduanya, anggota Satgas selain turun mengangkat sampah, juga kerap melaksanakan sosialisasi kepada warga, “Tapi masih saja ada warga yang belum nurut, masih buang sampah di sisi walungan (sungai), padahal sekarang sudah ada bak sampah dan ada yang mengambil sampah (rumah tangga) satu minggu dua kali,” ungkap mereka.
Namun demikian, kata Ibu Anah dan Ibu Nia, sekarang sudah tidak ada lagi warga yang membuang sampah langsung ke sungai. “Terimakasih untuk Bapak TNI,” pungkas keduanya.
Keceriaan Anak-anak Rancaekek Kulon Berenang Di Sungai Terbebas Pencemaran
Terpisah, Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 02/Cileunyi yang dipimpin Dansubsektor Serma Agus Gustomi menjelaskan, aliran Sungai Cikeruh yang panjangnya sekitar 14 Kilometer ini, dulu kondisinya sangat memprihatinkan. Selain karena banyaknya sampah yang menumpuk di pintu air, sungai ini juga dialiri hasil olahan limbah cair dari 9 pabrik yang berada di sekitar hulu sungai.
Kemudian dijelaskannya lagi, terkait video anak-anak yang sedang berenang dan viral, awalnya dari warga yang share video ke Komandan Sektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, lalu saya konfirmasi ke komandan bahwa benar ini ada di wilayah sektor 21 subsektor 2 cileunyi.
“Aliran sungai ini pada beberapa bulan yang lalu kondisinya belum sejernih sekarang. Selain karena ada 9 pabrik penghasil limbah cair yang melewati aliran ini, penumpukan sampah di pintu air sudah sangat memprihatinkan,” kata Agus Gustomi.
Bahkan, lanjutnya, butuh waktu satu bulan setengah membersihkan tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 20-30 truk jika dilakukan pengangkutan.
“Satu bulan setengah satgas berupaya membersihkan tumpukan sampah yang ada di pintu air, kira-kira mencapai 30 truk bila harus dilakukan pengangkutan. Kami lakukan pembersihan secara manual, kami angkat ke pinggir sungai, setelah kering kami bakar, sementara untuk tanah sedimentasinya sebagian ada warga yang memanfaatkan untuk pembuatan bata,” jelasnya.
Untuk pengawasan 9 pabrik yang mengalirkan limbah cairnya ke sungai ini. Satgas Subsektor 21-2 Cileunyi secara konsisten melakukan pemantauan secara rutin dan berkala, bahkan melakukan sidak malam hari pada situasi tertentu.
“Setiap satu minggu atau seminggu dua kali, saya berikut anggota satgas disamping kegiatan rutin patroli dan pembersihan sungai, salahsatunya adalah memantau IPAL pabrik sesuai perintah Dansektor,” terangnya.
Dengan jumlah anggota satgas sebanyak 14 personil, Satgas Subsektor 21-2 Cileunyi terus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, melalui sosialisasi komunikasi sosial (komsos) kepada warga khususnya warga yang dekat dengan bantaran sungai dan lingkungan yang terdapat tumpukan sampah. Menyampaikan tentang pentingnya pola hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami melakukan sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat menghubungi dan menyampaikan bahwa untuk tidak membuang sampah ke sungai dan mengingatkan kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.
Alhamdulillah, disamping melakukan sosialisasi menyampaikan langsung kepada warga, kita juga sengaja pasang banner (spanduk) berupa himbauan kepada masyarakat di daerah yang suka banyak (tumpukan) sampah,” urainya.[St/Cuy]

Comments

comments