Kadis Koperasi UKM Kota Bandung Hadiri Deklarasi Sahabat Kumkum

oleh

BANDUNG – Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung, Priana Wirasaputra, hadir pada acara deklarasi pengurus Sahabat Kumkum sekaligus menjadi narasumber di Seminar Koperasi dan UMKM, Kamis (10/8/2017).

Acara deklarasi Sahabat Kumkum dan seminar tersebut digelar di RM Cibiuk Jl. Soekarno Hatta, Kota Bandung. Dengan mengangkat tema Strategi dan Kiat Memajukan Koperasi dan UMKM di Kota Bandung.

Selain Priana Wirasaputra, ikut hadir sebagai pembicara diantaranya Ipik Hasbullah (Ketua Sahabat Kumkum) dan Dr H Arsyad Ahmad (Klinik Konsultasi Bisnis EBI) sebagai moderator.

Acara deklarasi ini juga ikut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koperasi & UKM, Agus Muharram, serta Prof. Hidayat Salim.

Pada kesempatan paparannya, Kadis Koperasi UKM Priana Wirasaputra menjelaskan bahwa dari sekitar 2,4 juta warga Kota Bandung, yang menjadi anggota koperasi baru 500 ribu orang. Itupun realitanya ada ribuan koperasi yang tutup karena berbagai alasan, dan umumnya karena sudah tidak aktif.

“Gerakan Koperasi di Indonesia itu sudah 70 tahun, dan merupakan kesepakatan nasional bahwa koperasi itu sebagai soko guru perekonomian bangsa. Penanggung jawab ada di dinas provinsi, kota dan kabupaten. Koperasi juga mendapat dorongan dari pemerintah, misalnya kebijakan keuangan, lalu konteks penyediaan SDM sebetulnya sudah dirancang dengan adanya lembaga pendidikan seperti IKOPIN. Jadi, masih sangat terbuka peluang untuk menciptakan solusi baik di bidang penyiapan SDM maupun inovasinya,” urai Priana.

Ditambahkan oleh Priana bahwa salasatu peluang itu adalah mengajak warga untuk ikut bergabung menjadi anggota koperasi, disamping itu kesehatan koperasi yang sudah ada perlu ditingkatkan serta diawasi. Termasuk praktek rentenir yang berwajah koperasi.

“Kita ingin koperasi kita maju, dalam hal ini perlu pelibatan juga dari Sahabat Kumkum. Saat ini tiada koperasi tanpa teknologi informasi, tiada koperasi tanpa transaksi. Salasatu cara memajukan koperasi adalah dengan adanya saling transaksi. Ini harus jadi budaya, saling memberikan apresiasi dan membesarkan,” terang Priana.

Menurut Priana, bagi pelaku usaha jangan dikesampingkan jika ada diklat, harus diprogramkan. Itu sebagai upaya untuk meningkatkan SDM koperasi UMKM.

“Nah, Sahabat Kumkum itu ada untuk menjadi mitra pemerintah,” ucap Priana disambut aplaus dari peserta seminar.

Lebih lanjut dikatakan oleh Priana bahwa hadirnya Sahabat Kumkum merupakan bagian peran serta masyarakat dalam berbagai aspek, tanpa ada peran serta dukungan masyarakat program pemerintah tak akan berjalan dengan baik. Masyarakat bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga subjek. “Ini yang sering disinggung oleh Walikota Ridwan Kamil pada setiap kesempatan, pemerintah/dinas harus bermitra dengan masyarakat,” terangnya.

“Kedepannya ada program-program pelatihan, peningkatan kualitas produk, pameran-pameran, dan banyak hal yang akan dilakukan. Tinggal mau atau tidak, ada ide atau tidak,” ungkap Priana.

Dikesempatan yang sama, Prof. Hidayat Salim memberikan apresiasi atas keberpihakan pemerintah. “Saya bersyukur atas keberpihakan pemerintah untuk memajukan koperasi UMKM. Kerjasama dengan cara bergotongroyong. Potensi ekonomi yang dimiliki begitu besar, namun kita sering lalai untuk mensejahterakan koperasi,” ujar Prof. Hidayat Salim.

Sedangkan Sekertaris Kementerian Koperasi UKM Agus Muharram, pada kesempatan singkatnya berpesan, “Keberhasilan koperasi itu bukan sendiri-sendiri, namun karena adanya sinergi dan kerjasama,” pesannya.

Sebelum berlangsung kegiatan ramah tamah dan penutupan acara, dilaksanakan seremonial pembacaan deklarasi dan susunan pengurus Sahabat Kumkum, lalu pemberian cinderamata dan penandatanganan naskah kerjasama antara Sahabat Kumkum dan Dinas Koperasi UKM.

Sahabat Kumkum dan Dinas Koperasi Kota Bandung Priana Wirasaputra
Foto : Naskah kerjasama Sahabat Kumkum dan Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung yang ditandatangani oleh Ipik Hasbulah (kiri) dan Priana Wirasaputra (tengah) di RM Cibiuk Jl. Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (10/8/2017).
Sahabat Kumkum Fokus di Kota Bandung

Ketua panitia deklarasi Sahabat Kumkum dan seminar yang juga selaku sekertaris Sahabat Kumkum, Ahmad Dinar SE, saat wawancaranya dengan sorotindonesia di sela acara menjelaskan bahwa Sahabat Kumkum itu singkatan dari sahabat Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Usaha Menengah.

“Ini digagas oleh masyarakat terutama masyarakat dunia usaha yang ingin kedepannya usaha mereka menjadi maju. Walaupun sekarang sudah banyak organisasi yang mendorong pelaku usaha seperti KADIN dan asosiasi lainnya di dunia usaha, Sahabat Kumkum ini fokus untuk pelaku usaha di Kota Bandung,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Ahmad Dinar, “Kota Bandung sekarang ini menjadi kota kedua setelah di ibu kota negara yang jumlah UMKM-nya cukup banyak. 80% koperasi dan UMKM disini masih perlu mendapat perhatian pemerintah, baik hal fasilitas, segi pelatihan, dan dukungan. Dukungan yang dimaksud misalnya yang pertama adalah dukungan akses permodalan, karena pelaku usaha ini kan boleh dikatakan maju mundur, salasatu penyebabnya adalah persaingan di dunia usaha. Kedua adalah persaingan dengan barang impor. Ketiga, regulasi dari pemerintah, mudah-mudahan dengan adanya kebijakan pemerintah yang nanti mendukung, UMKM berharap bisa berkembang, karena banyak juga UMKM yang SIUP-nya tidak ada dan mementingkan jualan dahulu, perijinan belakangan. Inilah yang perlu ada solusi dari pemerintah agar UMKM bisa bersaing. Dengan ada aspek legalitasnya mereka bisa turut untuk membangun dunia usaha,” beber Ahmad Dinar.

Harapannya kepada Sahabat Kumkum, dikatakan oleh Ahmad Dinar, “Kita sebagai mitra pemerintah khususnya di dunia UMKM ini, minimal bisa didengar lah, jadi pemerintah bisa membantu kendala kita dilapangan. Sinergitas ini diperlukan supaya pelaku usaha khususnya di Kota Bandung ini bisa maju, tumbuh dan berkembang. Dan untuk pelaku usaha, UMKM dan koperasi, silahkan bergabung ke Sahabat Kumkum untuk turut serta memajukan dunia koperasi,” terangnya.

Sekertariat Sahabat Kumkum saat ini berlokasi di BTM Jl. Ibrahim Adjie (Kiaracondong), Bandung. (*)

Ahmad Dinar SE, sekertaris Sahabat Kumkum
Foto : Ahmad Dinar SE saat wawancara di sela kegiatan deklarasi pengurus Sahabat Kumkum periode tahun 2017-2022

Comments

comments