Sudah Hampir Setahun Ambruk Jembatan Cibereum Tak Kunjung Diperbaiki

Jembatan Cibereum Tak Kunjung Diperbaiki
Garut Sorot…. Pasca ambruk karena diguyur hujan deras, Pebruari silam, hingga kini kondisi jembatan Cibeureum, Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, masih terputus total. Untuk melintasi jalan tersebut, terdapat sebuah jembatan darurat yang dibangun warga sekitar dan hanya bisa dilalui kendaraan roda 2. Sedangkan untuk kendaraan roda 4 terpaksa harus memutar ke wilayah Kecamatan Pangatikan.
Kondisi ini dikeluhkan banyak pihak mengingat akses jalan tersebut merupakan sarana vital penghubung aktifitas warga di Dua Kecamatan. Secara geografis, lokasi jembatan Cibeureum tersebut, berada tepat di tapal batas antara Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja dan Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan.
” Duh pa sudah hampir setahun, aktifitas transportasi jadi terhambat. Padahal akses jalan ini merupakan sarana penghubung ┬áSatu satunya guna aktipitas pertanian kita para petani. Jembatan sementara ini, memang cukup membantu. Hanya saja cuma bisa dilewati motor . Itupun saya harus hati hati karema medanya menanjak dan sangat berbahaya. Jelas sangat berpengaruh terhadap perekonomian warga disini pa.” ┬áKata salah seorang pengguna jalan, (25/10/2016).
Keberadaan jembatan tersebut sebagai sarana vital pertanian itupun, dibenarkan oleh Kepala Desa Sukamenak, Kusmana. Berbagai upaya, menurutnya sudah dilakukan pihak Pemdes maupun Muspika di 2 Kecamatan.
” Perbaikan sarana jembatan ini menjadi pokus kita dari Pemerintahan Desa sejak beberapa bulan lalu. Sebetulnya Alhamdulillah upaya pengajuan yang kita sampaikan kepada dinas terkait, sudah ada tanggapan. Awalnya sebelum tuntas tahun ini, akan dibangun. Namun, karena terjadi penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah pusat, terpaksa ditangguhkan ke Tahun anggaran murni. Insyaaloh di awal tahun depan sudah mulai dibangun” Katanya.
Untuk memperbaikinya dengan struktur dan kualitas jembatan yang maksimal, Kusmana menyebut butuh anggaran sebesar 400 juta. Angka sebesar itu dinilainya ideal mengingat sarana penunjang perekonomian warga itu, harus dibuat kokoh permanen agar cukup tahan bencana dan menimbulkan rasa aman bagi pengguna. (LAN- DM)
Baca:   Karang Taruna Desa Haruman Kelola Sampah Warga

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.