Jelang Pilkada Serentak 2018, IKA Unpad Akan Selenggarakan Mimbar Pemimpin Indonesia (MIMPI)

oleh
Konferensi Pers MIMPI IKA Unpad 2018
Konferensi Pers MIMPI IKA Unpad 2018

BANDUNG,- Program Mimbar Pemimpin Indonesia (MIMPI) kembali akan diselenggarakan oleh lkatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) terkait dengan gelaran Pilkada Serentak di Jawa Barat tahun 2018.

Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, dimulai dari Pilwalkot Bandung, Pilgub Jabar, hingga Pilpres 2014, MIMPI merupakan impian idealisme masyarakat tatar Sunda terhadap tanah kelahirannya menuju Gemah Ripah Repeh Rapih, yaitu makmur, sejahtera, rukun dan damai. Merupakan ritual dalam rangka menciptakan Pamingpin Unggul (pemimpin unggul) bagi rakyat Jawa Barat.

Nuansa dan konsep penyajian acara dibalut dengan tema budaya dengan performa teatrikal tanpa mengesampingkan aspek ekonomi, hukum, sosial, dan aspek akademik lainnya.

Pada kesempatan konferensi pers yang dihadiri oleh Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Global, Dr Yusa Djuyandi, Budayawan dan Pakar Semiotika Dr Acep Iwan Saidi, ketua BEM Unpad Izmu Tamami Roza, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah Komisioner KPU RI 2012-2017 dan Ketua panitia Iman Kadarisman, yang dilaksanakan di salasatu Ruang Rapat Bumi Padjadjaran IKA Unpad, Jl Singaperbangsa, Kota Bandung, Rabu (28/2/2018), dijelaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan MIMPI itu adalah NGARUWAT KANDIDAT KEUR NGARAWAT JAWA BARAT yang bermakna membersihkan mensucikan diri para kandidat agar dapat merawat dan memelihara Jawa Barat agar selamat menuju cita-cita rakyat dan para Ieluhurnya.

Budayawan dan pakar semiotika Dr. Acep Iwan Saidi dalam paparannya mengatakan, para Calon Gubernur Jawa Barat yang ikut dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018 harus mempunyai Grand Design yang jelas, memiliki visi ke depan, dan mampu berbicara di pentas nasional, “Selama ini tidak ada kemajuan yang berarti,” tegasnya. “Cagub harus memiliki gebrakan-gebrakan, kepemimpinan yang berkarakter kebudayaan kearifan lokal,” terang Acep.

Diterangkan oleh Acep, calon Gubernur Jawa Barat sejatinya memahami Jawa Barat sebagai potensi terbesar di Indonesia dalam berbagai bidang, terutama pada aspek sumber daya manusia, budaya dan alam.

Dari sisi sumber daya manusia,

  • Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar, cagub sejatinya dapat mengembangkan kepemimpinan yang memiliki daya tawar ke pemerintahan pusat dalam segala bidang: politik, ekonomi, budaya, dll,
  • Mampu mengembangkan budaya berprestasi pada warganya dalam segala bidang,
  • Mampu melakukan kaderisasi kepemimpinan lokal, nasional, bahkan global yang kredibel,
  • Mampu menahan penduduk desa, untuk terus berada di desa, dengan cara memberikan fasilitas bagi kehidupan sejahtera bagi merekamereka, (hiji desa hiji leuit duit, hiji kampung hiji bumbung).

Dari sisi sumber daya alam

  • Sejauh mana calon gubernur dapat mengeksplorasi alam Jabar yang kaya, mulai lingkar terluar hingga terdalam
  • Bagaimana wisata alam pantai di berbagai sudut lingkar luar dipahami, dikembangkan, dan dibangun terutama untuk warga di lingkar terdekat
  • Sejauh mana calon gubernur memiliki keberpihakan kepada warga jawa barat dalam kepemilikan tanah,
  • Bagaimana cagub bisa membuat rasio perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wllayah, berapa jengkal penduduk harus memiliki tanah; harus ada wajib memiliki kekayaan di samping menjadi wajib pajak; kalau DKI punya program rumah tanpa DP, bisakah petani buruh memiliki lahan pertanian tanpa DP, misalnya?

Dari sisi kebudayaan

  • Bagaimana cagub dapat memahami kebudayaan dalam arti bukan sekedar kebudayaan yang tangible, tapi juga intangible; bukan sekedar tradisi, tapi juga modernitas dan konteporeritas; bukan hiburan, tapi juga pemikiran dan spiritualitas
  • bagaimana cagub dapat memahami kreativitas warga, bukan sekedar memotivasi dan mendompleng tapi juga menciptakan institusi-institusi untuk terbentuknya kreativitas itu (lembaga produksi, distribusi, kritik, eksibisi, riset, dst)
  • bagaimana cagub dapat memahami kebudayaan untuk membangun karakter, khususnya karakter kepemimpinannya maupun warganya
  • bagaimana cagub dapat memahami kepemimpinan berbasis kebudayaan dan kearifan lokal, yakni kepemimpinan yang memiliki identitas yang membedakan dirinya dari gubernur di daerah lain.

Dalam diskusi MIMPI ini, Acep Iwan Saidi menginginkan para pemimpin partai politik juga mempunyai visi dan misi yang jelas bagi kadernya agar siap di tingkat nasional, “Diperlukan rencana yang matang, setidaknya disiapkan pada Pilgub Jawa Barat saat ini,” ujarnya.

“Kaderisasi yang disiapkan  para pemimpin partai politik harus dibudayakan, sehingga ke depan akan lahir pemimpin nasional asal Jawa Barat yang hebat,” tegas Acep Iwan Saidi, “Saat ini kita sangat merindukan hadirnya pemimpin nasional asal Jawa Barat, saya berharap bibit pemimpin nasional dapat lahir dari Jawa Barat,” tegasnya.

“Jangan sampai semua kekayaan yang dimiliki Jawa Barat berbalik menjadi ancaman keamanan jika tidak dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Global Fisip Unpad, Dr. Yusa Djuyandi dalam diskusi ini mengatakan, potensi ancaman keamanan  tidak hanya datang dari luar seperti ancaman fisik, konflik, dan militer saja, tetapi ada juga ancaman non fisik seperti ketersediaan pangan, karena dampaknya tidak hanya skala regional, namun dapat mempengaruhi stabilitas nasional, “Untuk menjaga stabilitas, diperlukan sinergitas yang komperhensif  antara pemerintahan daerah dengan pemerintah pusat serta aparat,” terangnya.

Dirinci oleh Yusa, ia apresiasi terhadap talkshow MIMPI yang akan digelar nanti sebagai bagian kepedulian IKA terkait kontestasi lokal. “Saya melihat konteks keamanan, pemilihan kepala daerah di Aceh dan Jakarta berdampak pada stabilitas keamanan. Bagaimana kita di Jabar tidak seperti itu. Ada irisan sosial dan politik antara Jabar dan Jakarta. Bagaimana politik di Jabar tidak menimbulkan gesekan-gesekan resiko,” ujarnya.

“Jabar setelah nanti Juni ada gubernur terpilih, kita tidak bicara keamanan fisik tetapi juga non fisik. Jabar pernah di cap intoleran. Kita tentunya ingin ada kerukunan antar umat beragama dan etnis lain. Selain itu, Keamanan non fisik juga seperti bencana alam, kelaparan, dan sebagainya. Bagaimana sinergitas pemda dengan lembaga-lembaga yang lain. Termasuk swasembada pangan pada penanganan paska bencana. Harapannya pemda mampu mengkonsepkan human security, sejahtera, nyaman dan makmur. Potensi keamanan basis agraris, sesungguhnya lumbung-lumbung padi bisa dijadikan basis keamanan. Gubernur harus mampu memetakan suplay,” urainya.

Terkait ancaman fisik lainnya, kata Yusa, Jabar memiliki posisi strategis baik secara nasional maupun internasional, potensi ancaman keamanan ini bisa diminimalisir, terutama di wilayah selatan. Kita patut waspada. Diperlukan sinergitas antara gubernur dan pemerintah pusat serta sparat keamanan.

Ketua Panitia MIMPI Iman Kadarisman dalam penjelasnnya mengatakan, Mimbar Pemimpin Indonesia (MIMPI) yang diselenggarakan oleh IKA UNPAD  dilaksanakan sebagai aplikasi dari visi dan misi IKA UNPAD yaitu Kuat, Bermanfaat, dan Bermartabat.

Nantinya kegiatan MIMPI yang diadakan di bulan Juni 2018 digelar dalam bentuk talkshow interaktif dimana para pasangan kandidat diberi ruang secara luas untuk mensosialisasikan diri ke berbagai kalangan, khususnya kalangan intelektual kampus.

MIMPI kami gelar dalam bentuk talkshow interaktif dimana para pasangan kandidat diberi ruang secara luas untuk mensosialisasikan diri ke berbagai kalangan. khususnya kalangan intelektual kampus. dimana kalangan ini memiliki variabel pengaruh bagi publik lain.

Secara teknis MIMPI akan menampilkan pasangan kandidat baik secara simultan maupun terpisah untuk digali lebih detail dan mendalam mengenai konsep mereka. Harapan kami, melalui MIMPI ini para kandidat memaparkan konsep dan pemikiran utamanya baik dalam bidang politik, sosial, budaya. pendidikan. kesehatan. pertahanan keamanan dan lain-lainnya.

Kehadiran dan ketidak hadiran para kandidat dalam MIMPI sebagai test case sampai sejauh mana kepedulian para kandidat terhadap Unpad. Alumni Unpad dan Mahasiswa Unpad. Karena Unpad adalah bagian dari perjuangan rakyat Jawa Barat yang identik dengan JAWA BARAT.

Hal lain adalah, bagaimana kekuatan para kandidat ini dalam memetakan potensi budaya dan zonasi wilayah utara-selatan.

Melalui MlMPI kita semua akan dapat mengetahui bagaimana para kandidat ini dengan cerdas, lugas dan manusiawi dapat mengoptimalkan keberagaman budaya dan agama bukan sebagai pemecah bangsa. Melainkan sebagai kekuatan yang sinergis untuk menjadi bagian dari kemajuan Jawa Barat. Dimana Jawa Barat harus memiliki pula ciri khas dan berpihak pada Budaya Sunda serta memiliki daya tawar yang kuat terhadap Pemerintah Pusat.

“MIMPI akan menampilkan pasangan kandidat baik secara simultan maupun terpisah untuk digali lebih detail dan mendalam mengenai konsep mereka,” kata Iman Kadarisman, “Kami berharap melalui MIMPI, para kandidat dapat memaparkan konsep dan pemikiran utamanya dalam bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, serta pertahanan dan keamanan,” tegasnya.

Lebih lanjut Iman Kadarusman menegaskan, kehadiran dan ketidakhadiran para kandidat dalam kegiatan MIMPI sebagai Test Case sampai sejauh mana kepedulian para kandidat terhadap Unpad, Alumni Unpad, dan Mahasiswa Unpad, “Melalui MIMPI kita dapat mengetahui bagaimana para kandidat dengan cerdas, lugas dan manusiawi dapat mengoptimalkan keberagaman budaya dan agama,” jelasnya. Disebutkan olehnya, IKA Unpad saat ini lebih dari 60.000 alumni.

MIMPI akan menampilkan pakar-pakar Unpad, seperti Prof. Armida Alisjahbana sebagai pakar ekonomi dan pembangunan, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah sebagai Komisioner KPU RI 2012-2017, Dr. Yusa Djuyandi Ketua Pusat Kajian Kemanan Nasional dan Global, Dr. Acep Iwan Saidi budayawan dan pakar semiotika, dan Ferry Mursyidan Baldan, sebagai pakar politik sekaligus praktisi. Para pakar tersebut akan menggali potensi para paslon terkait terkait 6 sasaran pembangunan Jawa Barat yang disebut dengan istilah Sat Cita Padjadjaran. [St]

Comments

comments