Jangan Sembarangan Kriminalisasi Guru Dalam Menjalankan Tugas Dan Profesinya Sebagai Pendidik

oleh

Setiap orang yang berprofesi sebagai guru, pada jaman sekarang rentan terjadi kriminalisasi. Terutama para Guru SD/Sederajat, SMP/Sederajat, dan SMA/Sederajat. Ada pasal – pasal yang seringkali digunakan (ditemukan dipergunakan) dalam menjerat para guru yang menindak siswa/siswinya dalam rangka menegakan disiplin.

Diantaranya :

1. Pasal 77 huruf (a) UU Perlindungan Anak tentang perbuatan diskriminasi terhadap anak. Pasal itu berbunyi:

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian, baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta.

2. Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak.

3. Pasal 335 ayat 1 bagian kesatu KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan (hati-hati : “frasanya sudah di ubah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi nomor : 1/PUU-XI/2013 tanggal 16 Januari 2014)

Menyikapi pasal-pasal tersebut, apabila kita kaitkan dengan tugas guru maka dapat kita simpulkan bahwa seorang guru dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sudah sangat terikat oleh aturan hukum, wajar jika seorang guru sekolah saat ini LEMAH dalam menegakan disiplin siswanya.

Jika kita telaah lebih jauh, maka para guru sekolah dalam perbuatan/ tindakannya tersebut bertujuan untuk mendidik agar siswa menjadi yang baik dan berdisiplin tidak lagi mendapatkan persetujuan hukum.
BENARKAH DEMIKIAN..?

Menurut pandangan hukum yang sebenar-benarnya, maka hal tersebut tentu saja dapat dikatakan TIDAK BENAR. Sebab ada perlindungan hukum juga terhadap profesi guru.
Perlindungan terhadap profesi guru sebenarnya sudah diakui dalam PP Nomor 74 Tahun 2008. Dalam PP itu dijelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama , mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah

Dalam mendidik, mengajar, membimbing dan mengevaluasi siswa, maka guru sebenarnya sudah diberikan kebebasan akademik untuk melakukan metode-metode yang ada.

Selain itu, guru juga tidak hanya berwenang memberikan penghargaan terhadap siswanya, tetapi juga berwenang memberikan punishment (hukuman/sanksi) kepada siswanya yang melanggar aturan lingkungan pendidikan.

PATUT DIINGAT DAN DICATAT bahwa “Guru sebenarnya memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, baik pelanggaran terhadap peraturan tertulis maupun peraturan tidak tertulis yang ditetapkan lingkungan pendidikan, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,” bunyi Pasal 39 ayat 1.

Kemudian dalam ayat 2 disebutkan, bahwa sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.

Dalam PP 74 / 2008 disebutkan juga bahwa “Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing”.
Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

“Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.”

Nah, kalo kita lihat dan perhatikan jaman sekarang ini banyak orang tua yang seringkali menindak lanjuti aduan anak-anaknya dengan melaporkan tindakan para guru yang bertugas mendisiplinkan dengan cara-cara yang tidak berlebihanpun ke ranah hukum.

Mari, sekarang kita renungkan bersama… JIKA sedikit-sedikit guru di kriminalisasi dan diproses hukum dengan jerat UU Perlindungan Anak karena sedang menjalankan profesinya (salah satunya mendidik dan mendisiplinkan siswa), hingga akhirnya muncul kekhawatiran, ketakutan hingga akhirnya para guru enggan menegakkan disiplin siswa.. apa jadinya generasi Bangsa Indonesia nantinya..???

Penulis : Deny Mucharam SH, MH, LLM., Praktisi Hukum yang berdomisili di Kota Bandung.

Deni Mucharam : Jangan Sembarangan Kriminalisasi Guru Dalam Menjalankan Tugas Dan Profesinya Sebagai Pendidik

 

 

Comments

comments