Usai Saluran Limbahnya Dilokalisir Satgas, Jajaran PT Nisshinbo Bersihkan Sungai

oleh
Ketahuan Buang Limbah, Jajaran Manajemen Dan Staf PT Nisshinbo Bersihkan Sampah Di Sungai
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat pimpin apel koordinasi karya bakti PT Nisshinbo dan warga. Rabu (19/9/2018).

SOROTNUSANTARA.COM, Cimahi,- Luarbiasa, untuk menunjukkan bahwa pihaknya peduli terhadap lingkungan, Presiden Direktur PT Nisshinbo, Mr Takamori, beserta jajaran staf-nya terjun ke Sungai Cisangkan, Kota Cimahi, yang lokasinya berada di belakang pabrik tersebut untuk mengangkat sampah di permukaan dan tepi sungai, Rabu (19/9/2018).

Kegiatan pembersihan sampah sungai yang dimulai pukul 09.30 WIB itu dihadiri oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan diikuti oleh jajaran Sektor 21 Subsektor Cimahi Selatan serta sekitar 30 orang warga masyarakat sekitar.

Pada apel koordinasi yang dipimpin langsung oleh Dansektor sebelum kegiatan, pihak pabrik diimbau untuk bertanggungjawab dalam membuang limbahnya dan ikut serta menjaga lingkungan. “Saya sudah masuk dan ingatkan beberapakali kepada PT Nisshinbo ini untuk tidak membuang hasil olahan limbah cair dalam kondisi kotor ke sungai. Namun kemarin bukan hanya limbah cair yang dibuang, tetapi sludge-nya (lumpur limbah) sampai memenuhi sungai,” ujar Dansektor, geram.

“Saya sebagai Dansektor 21 tidak mau kalah dengan kondisi yang ada, setiap hari pabrik-pabrik kita akan awasi terus,” tegasnya.

Demikian pula kepada warga masyarakat, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan aliran sungai, Dansektor berpesan agar warga tidak lagi membuang sampah ke sekitar sungai. “Saya harap warga tidak membuang sampah ke sekitar sungai. Bapak RT atau RW-nya berkomunikasi dengan PT Nisshinbo ini, buat bak sampah disitu. Jadi, jangan buang-buang sampah lagi ke tepian sungai atau ke dalam sungai,” pesannya.

Ditemui oleh wartawan seusai apel koordinasi, Presiden Direktur PT Nisshinbo, Mr Takamori, dan General manager, Christin, mengungkapkan, “Manajemen memahami program Presiden Jokowi (Joko Widodo) terkait dengan Sungai Citarum, jadi Nisshinbo ikut bekerjasama untuk mensukseskan program tersebut. Sedikitnya ada 100 orang yang ikut kegiatan hari ini,” kata Takamori.

Pada kesempatan wawancara itu, Christin juga melakukan klarifikasi bahwa tidak ada unsur kesengajaan dari perusahaannya untuk membuang limbah ke sungai. “Limbah yang terbuang itu benar-benar karena ada kerusakan alat, itu diluar kemampuan kami. Nah, sekarang kami bertanggungjawab untuk ikut membersihkan sungai,” kata Christin.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan ini, pada tanggal 17 September 2018 lalu lubang pembuangan limbahnya dilokalisir dengan cara dicor oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum karena kedapatan ada lumpur limbah yang keluar ke aliran sungai yang berasal dari dalam pabrik PT Nisshinbo.

Pantauan sorotindonesia di tempat karya bakti bersih-bersih, para karyawan dan warga masyarakat serta anggota TNI dari Satgas Citarum tampak antusias melaksanakan kegiatannya. Sesekali terdengar tawa karena terjadi hal-hal yang dianggap lucu selama kegiatan.

 

Salaseorang karyawan saat diwawancara oleh wartawan, Nanang dari bagian Lab PT Nissinbo, mengaku apa yang dilakukannya saat ini merupakan kewajiban meski ada rasa terpaksa, “Ada rasa terpaksa, tapi ini juga kewajiban dan tanggung jawab karena adanya limbah pabrik yang terbuang. Ngeri, karena bisa berakibat pada kesehatan,” kata Nanang yang sekaligus juga mengeluhkan jumlah sampah yang dibuang oleh warga ke sekitar sungai.

Ruminto, pejabat sementara RW 06 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, yang juga berada dilokasi kegiatan karya bakti menyebutkan apresiasinya terhadap sinergi yang dilaksanakan warganya bersama karyawan PT Nisshinbo dan anggota Satgas Citarum. “Kalau kegiatan ini berlanjut, tidak sekarang saja, tentu sangat bagus. Kami juga ingin agar Satgas Citarum memberikan semacam rambu-rambu disini agar warga tidak membuang sampah di lingkungan sungai ini. Supaya mereka tau bahwa membuang sampah tidak boleh disembarang tempat,” harap Ruminto. Selanjutnya, Ruminto berharap ada lahan khusus untuk penampungan sementara sampah yang disiapkan pihak kelurahan bekerjasama dengan RW terpilih. Dan bila sudah ada penampungan itu, selanjutnya sampah tersebut akan diambil atau dikirim kemana.

Edi

Edi (54), salaseorang warga yang turut pada karya bakti ini mengungkapkan, “Kami sebagai warga disini merindukan lingkungan dan air sungai yang bersih. Ekosistem disini sudah rusak, sehingga masyarakat membuat bendungan-bendungan kecil yang sedianya bisa ditanami ikan,” kata Edi. Terkait bertebarannya sampah, Edi mengakui karena masyarakat bingung ketidakadaan TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) di sekitar lingkungan itu. “Kendalanya tidak ada TPS dan alat angkut sampah. Sehingga warga curi-curi kesempatan membuang sampah kesini (aliran sungai). Selain limbah perusahaan yang lewat ke sungai ini, warga juga ikut andil untuk sampah disini,” keluh Edi.  Ia pun mengapresiasi kerja bersama yang dilaksanakan hari ini, “Semoga kegiatan ini berkelanjutan. Saat ini warga yang terlibat ada dari 3 Rt,” ungkapnya.

“Tadinya saya pesimis ekosistem disini bisa kembali ke masa yang dulu. Tapi sekarang kami berharap dengan gerakan satgas, kita akan punya air yang tidak tercemar, tidak bau, dan tidak berwarna.” harapnya.

Presiden Direktur PT Nisshinbo, Mr Takamori, ikut turun tangan membereskan sampah yang diangkat dari sungai di kegiatan karya bakti, Rabu (19/9/2018).
Presiden Direktur PT Nisshinbo, Mr Takamori, ikut turun tangan membereskan sampah yang diangkat dari sungai di kegiatan karya bakti, Rabu (19/9/2018).
Dansektor 21 Satgas Citarum Jadikan Karya Bakti PT Nisshinbo Sebagai Momentum

Terkait dengan kegiatan pihak perusahaan yang ikut terjun dalam karya bakti membersihkan sungai, dikatakan oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Pertimbangannya, pertama, agar perusahaan ikut bertanggungjawab. Kedua, jika mereka bertanggungjawab, otomatis mereka akan mengelola IPAL dengan baik. Itu harapan saya,” ujarnya.

Sedikitnya 50 pabrik yang sudah kita inspeksi, lanjut Dansektor, sebagian sempat kita lokalisir lubang pembuangan limbahnya agar tidak mencemari sungai dan merusak ekosistem. Setelah dilokalisir, pabrik berbuat dengan segera membenahi proses IPAL-nya. Kini umumnya sudah mengeluarkan hasil olahan limbahnya dalam kondisi jernih dan ikan bisa hidup didalamnya. “Parameter kita, output IPAL-nya jernih dan ikan hidup,” jelas Dansektor di satu kesempatan.

Ditanya oleh awak media apakah kegiatan bersih-bersih sungai akan diterapkan ke semua pabrik yang kedapatan membuang limbah kotor ke sungai, Dansektor menjawab, “Kita akan lihat, kalau pabrik yang depan atau belakangnya langsung sungai yang kotor, kita akan arahkan kesana. Meski dia mengeluarkan hasil olahan limbahnya sudah bersih, namun karena sebelumnya sudah buat kotor, bersihkan dulu sungainya,” tegas Dansektor.

Momentum ini (karya bakti yang dilaksanakan PT Nissinbo), tambah Dansektor, sebagai awal bagi pabrik-pabrik yang lain, supaya mereka paham dan tau bahwa tindakan kita tambah hari mulai tambah kencang.

“Tidak cukup dengan menutup lubang pembuangan limbah dan membuat komitmen. Jika tetap bandel, perusahaan harus bertanggungjawab pada lingkungan dengan cara kerja bakti itu,” tekan Dansektor sebagai wujud sanksi sosial yang diterapkannya kepada pihak pabrik yang bandel membuang limbah kotor.

Momentum ini juga dimaksudkan agar terjalin sinergitas yang lebih baik antara pihak pabrik dan warga sekitar. “CSR perusahaan bisa saja disalurkan untuk kepentingan lingkungan bagi warga disekitarnya. Kegiatan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan. Contohnya, membuat bak sampah, TPS, pengadaan roda sampah, dan lain sebagainya,” harap Dansektor.

Diakhir wawancaranya dengan wartawan, Dansektor menjelaskan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan di wilayah tugasnya, dilaporkan kepada komando atas. [St]

Comments

comments