Jaga Jati Diri Bangsa, GKR Ayu Koes Indriyah Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah

oleh -
Jaga Jati Diri Bangsa, GKR Ayu Koes Indriyah Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah

SorotIndonesia.com | Semarang, – Calon anggota DPD RI nomor 29, GKR Ayu Koes Indriyah, mengajak masyarakat di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, untuk melestarikan Bahasa Jawa, sebab menurutnya, hilangnya bahasa daerah adalah hilangnya jati diri bangsa.

“Jangan sampai orang Jawa kehilangan Jawa-nya. Kita harus terus melestarikan budaya yang ada agar jati diri kita sebagai orang Jawa, sebagai bangsa Indonesia tidak hilang,” ujarnya, Sabtu (6/4/2019) pagi.

Gusti Ayu, sapaan akrabnya, merasa sangat miris melihat adanya benturan antara budaya dan agama. Seolah, keduanya merupakan hal yang bertentangan sehingga salah satunya harus disingkirkan. Padahal, katanya, seluruh agama yang ada, dulunya diperbolehkan masuk ke nusantara karena yakin bahwa agama tidak akan dibenturkan.

Lebih lanjut Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) ini merasakan kekecewaan yang dalam setelah melihat pemerintah sebagai lembaga negara yang memiliki tanggung jawab utama, seolah abai. “Nah sekarang yang terjadi begitu. Dan kepedulian pemerintah terhadap hal tersebut sangat kecil, merasa tidak ada perbenturan sama sekali,” keluhnya.

Gusti Ayu mencontohkan undang-undang pelestarian bahasa dan budaya. Katanya, RUU Perlindungan Bahasa Daerah dan RUU Masyarakat Adat, sampai sekarang tidak ada pembahasan lagi. Dari situlah ia melihat tidak adanya keseriusan dari pihak pemerintah.

Meskipun demikian, sebagai anggota DPD RI, dalam setiap kesempatan, Gusti Ayu selalu memperjuangkan hal tersebut. “Kami akan mengusulkan terus. Kalau sudah di undang-undangkan, peraturan pemerintahnya, peraturan daerahnya juga harus disegerakan,” tegasnya.

Lebih jauh, Gusti Ayu berharap agar bahasa daerah bisa dimasukkan dalam mata pelajaran secara nasional. “Dijadikan lagi mata pelajaran, tidak sekadar muatan lokal atau pun ekstra kurikuler. Sebelum punah dari bumi nusantara,” imbuhnya.

Disamping itu, dirinya juga menguatkan pendidikan budi pekerti. Baginya, pendidikan karakter yang ada saat ini merupakan bagian kecil dari pendidikan budi pekerti. Gusti Ayu menyambut baik langkah itu, karena minimal sudah ada kemajuan.

Namun, ia menyayangkan tentang implementasi dari pendidikan karakter sendiri. Katanya, di sekolah-sekolah, pendidikan karakter belum sepenuhnya maksimal. Masih banyak guru-guru yang rancu dan sedikit kebingungan. Karena itu, Gusti Ayu ingin agar persoalan ini ditangani secara serius oleh ahlinya.

“Indonesia ini memang butuh orang yang tak hanya pintar, tapi juga benar-benar sebagai pelaku. Kalau hanya pintar nanti malah mintari orang lain, bahaya,” tandas GKR Ayu Koes Indriyah. (arh)

Comments

comments