Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung ( IP2B ) Gelar Halal Bihalal

oleh

BANDUNG – Ikatan Pengemudi Pariwisata Kota Bandung ( IP2B ), organisasi insan pariwisata yang bergerak di bidang transportasi, menggelar kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan di Convention Hall Grand Pasundan Hotel, Kota Bandung, Kamis (27/7/2017).

Ketua IP2B Kiki Apriatna menerangkan kepada media peliput bahwa momentum halal bihalal ini, IP2B akan bertekad untuk memperkuat dan meningkatkan performa organisasi agar lebih kuat dan optimal.

“Selanjutnya IP2B akan berkoordinasi serta berkolaborasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan dengan program kerja IP2B guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas profesi Pengemudi Pariwisata dan iklim pariwisata di Kota Bandung dan sekitarnya,” terang Kiki.

Menurut Kiki, anggota IP2B yang tercatat kini sekitar 2.300 orang. “Hambatan untuk profesi pengemudi pariwisata di Kota Bandung ini klasik, yakni kemacetan. Semoga persoalan ini bisa disiasati oleh pemerintah dan aparat terkait,” harap Kiki.

Bandung merupakan salah satu destinasi berkonsep urban tourism terkemuka di Indonesia. Peningkatan angka kunjungan wisatawan tentu akan memberikan dampak positif untuk pergerakan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan wirausaha baru, dan penambahan Pendapatan Asli Daerah. Namun demikian profesi pengemudi pariwisata yang sering dilihat dianggap belum mendapatkan ruang dan peran yang khusus dalam mekanisme tata kelola pariwisata, padahal sebagian besar peran penjaga wajah pariwisata Bandung ada ditangan supir pariwisata.

Sementara itu, Ketua Panitia Halal bihalal, Suko R, menyebutkan pada pesan tertulisnya keinginan dan harapan anggota IP2B yang berisi 6 (enam) point,
1. Kepastian legalitas dan pengakuan agar merasa nyaman dalam bertugas dan bertanggungjawab dari instansi terkait misalnya dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan pemerintah daerah.
2. Adanya kepastian perlindungan sosial terhadap bahaya resiko dan kesehatan, begitu pula untuk keluarga profesi supir pariwisata,
3. Adanya sertifikasi untuk pengemudi pariwisata sehingga memiliki standar pelayanan optimal, setidaknya melalui bimbingan dan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM profesi supir pariwisata,
4. Adanya kepastian pendapatan untuk peningkatan kesejahteraan,
5. Perbaikan sistem dan infrastruktur sektor pariwisata dan lalu lintas agar nenambah daya tarik wisatawan, dan
6. Memberikan harapan kepada Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung ( IP2B ) agar bisa menjadi fasilitator sehingga harapan para supir pariwisata menjadi kenyataan.

Ikut menghadiri pada kegiatan tersebut, perwakilan Pemkot Bandung, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Haru Suandharu, perwakilan Polrestabes Bandung, perwakilan Dandim 0618/BS dan tamu undangan.  (*)

Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung ( IP2B )

Comments

comments