Ini Kata Abah Alam Dan Ketua JBI Bagi Yang Ingin Ubah Pancasila Sebagai Ideologi Negara

oleh -
Ini Kata Abah Alam Dan Ketua JBI Bagi Yang Ingin Ubah Pancasila Sebagai Ideologi Negara

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Jaringan Bandung Inisiatif (JBI) yang didirikan oleh antara lain sesepuh kasundaan Abah Adhitiya Alam Syah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Alam dan diketuai oleh tokoh adat Sunda Kang Ari Mulia Subagja, siap berkiprah untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya dan adat istiadat sebagai energi pembangunan bangsa serta bertekad melestarikan amanat para leluhur pendiri bangsa Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan Ari Mulia Subagja saat konferensi pers di Sindang Reret, Jl. Surapati, Kota Bandung, Rabu (10/4/2019), terkait rencana pelaksanaan acara Syukur Nikmat Karunia Alam sekaligus launching lembaga JBI yang akan digelar tanggal 26 April 2019 di Graha Tirta Siliwangi.

“JBI bertekad mengamalkan nilai-nilai Proklamasi, Pancasila, UUD 1945 dan Pembukaan UUD ’45. Selanjutnya mengangkat nilai-nilai adat budaya supaya kita tidak bingung lagi dengan jati diri bangsa serta mempersiapkan generasi bangsa yang berkarakter dan bermartabat,” terang Ari Mulia Subagja yang duduk berdampingan dengan Abah Alam dan dr Andi.

Ditambahkan oleh dr Andi, “Bangsa kita akan besar jika kita mengenal budayanya,” ujarnya.

“Pluralisme adalah pemberian Tuhan kepada Bangsa Indonesia. Jadi, generasi muda harus memahami adat budaya sebagai nilai luhur,” jelasnya.

Abah Alam pada kesempatan itu menyebutkan, “JBI ingin melanjutkan yang sifatnya kita harus banyak bersyukur, di acara syukuran tersebut kita akan melihat apa yang bisa kita laksanakan untuk berpartisipasi bagi kemajuan bangsa, negara dan tanah air,” tuturnya.

Pancasila Vs Khilafah, Ini Kata Abah Alam Dan Ketua JBI

Pada kegiatan konferensi pers tersebut, ditanya oleh wartawan terkait sikap JBI terhadap wacana yang muncul ke permukaan saat ini tentang ideologi Pancasila Vs Khilafah, dijawab oleh Abah Alam, “Kita adalah bangsa yang memiliki falsafah Pancasila, bila ada pendapat atau gerakan yang berbeda, kita jadikan semangat untuk lebih memperkuat Pancasila,” tegas Abah Alam.

Senada dengan itu, Ari Mulia Subagja menekankan dihadapan para awak media, “JBI manut pada filosofi kujang, kukuh kana jangji, kukuh kana piwejang, kukuh kana jawa hiyang. Janji apa? menjalankan piwejang (amanat) para leluhur bangsa termasuk para pendiri bangsa. Jadi, jika berbicara Pancasila Vs Khilafah, punten, JBI akan menjalankan amanat pendiri bangsa dan leluhur bangsa. Pancasila sudah final sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, tidak untuk didiskusikan, diperbincangkan atau ditawar-tawar lagi,” ucapnya.

“Pada kehidupan berbangsa dan bernegara, kami jelas akan menjalankan apa tertulis dalam teks proklamasi, Pancasila, UUD ’45 dan Pembukaan UUD ’45. Ini sudah menjadi kontrak mati bagi kami, tidak ada tawar menawar untuk ideologi Pancasila,” katanya.

Ditegaskan oleh Ari Mulia, “Kalau ada ideologi lain yang muncul dan ingin hidup di negara ini, silahkan cari tempat yang lain yang masih kosong dan hiduplah dengan ideologi kalian itu, tidak di Indonesia, bumi pertiwi yang kita cintai ini,” tegasnya saat diwawancara oleh wartawan.[St]

Comments

comments