Ini Alasan Pangdam Siliwangi Beri Nilai Sempurna 100 Untuk Sungai Citarum

oleh

Bandung,- Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo memberikan nilai 100 untuk Sungai Citarum dan menyatakannya sebagai sungai yang paling strategis di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Pangdam saat menggelar acara silaturahmi bersama insan media yang tergabung dalam Jurnalis Siliwangi untuk Indonesia (JSI) yang dilaksanakan di Klapa Tree Dine & Chill, Jl Kiputih, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jumat (2/3/2018) pagi.

“Saya pada kesempatan ini tidak ingin memberikan pengarahan atau penjelasan, saya pikir semuanya disini (insan pers) tau apa yang sedang kita kerjakan bersama, yakni revitalisasi Daerah Aliran Sungai Citarum,” kata Pangdam mengawali sambutannya.

Pangdam pada akhir tahun 2017 lalu telah mencanangkan revitalisasi DAS Citarum ini dengan sebutan Citarum Harum. Kemudian program kerja bersama ini dikukuhkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 22 Februari 2018 lalu saat kunjungannya ke kilometer 0 hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti.

Sungai sepanjang lebih kurang 270 Km yang melintasi 12 kota dan kabupaten di Jawa Barat ini, pada penanganannya di bagi menjadi 22 Sektor yang masing-masing sektor di koordinir oleh seorang perwira TNI AD berpangkat Kolonel.

“Program ini menjadi sebuah prioritas untuk kita benahi, Citarum memiliki nilai yang sangat strategis, melebihi semua sungai yang ada di Indonesia, bukan dalam arti mengecilkan sungai yang lain. Tapi bagi saya nilai Sungai Citarum ini nilainya sempurna, 100.” terang Pangdam.

Nilai yang diberikannya ini memiliki 3 (tiga) alasan utama. Pertama, jelas Pangdam, “Citarum menghidupi warga masyarakat untuk memperoleh air, air adalah sumber kehidupan dan sungai adalah peradaban sebuah bangsa. 27 juta jiwa penduduk yang hidup di cekungan Bandung ditambah sekitar 8 juta penduduk di wilayah Jakarta tergantung dari air yang berasal dari DAS Citarum. Kalau kita hitung setiap penduduk┬ásatu hari saja mengeluarkan uang untuk membeli air dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, Rp 10 ribu, dikalikan 28 juta jiwa, jumlahnya hampir Rp 35 trilyun.

Kedua, “Air Sungai Citarum yang ditampung di 3 (tiga) waduk yakni Saguling, Cirata dan Jatiluhur, menghasilkan 1.888 MW listrik, jika di asumsikan setiap Mega Watt itu dihasilkan dari 2.200 liter minyak diesel atau solar, bisa dikalikan 1.888 MW, sesuai data dari KESDM, maka nilainya setahun lebih dari Rp 200 trilyun.

Selanjutnya, ketiga, adalah pertanian, dari Karawang-Indramayu dan wilayah tengah, 420 ribu hektar padi tergantung dari Sungai Citarum. Beras yang dihasilkan tersebut setara dengan 9 sampai 10 persen produksi padi nasional atau sekitar 4 juta ton. “Bisa dibayangkan, betapa bernilainya Sungai Citarum, termasuk ikan hasil budidaya di Waduk Saguling, Cirata dan Jatilihur, setiap hari puluhan ton dipasarkan,” terang Pangdam.

“Jadi tidak ada kata lain, hanya satu kalimat, Sungai Citarum adalah sungai paling strategis di Indonesia,” tegasnya kepada puluhan awak media cetak, online dan elektronik yang hadir pada kegiatan silaturahmi tersebut.

Ikut hadir pada acara itu, Kapendam Siliwangi Kol Arh M Desi Ariyanto dan para Pejabat utama Kodam Siliwangi. [St]

Comments

comments